Berkunjung Ke Tiga “Surga Tersembunyi” di Indonesia

0
59
surga tersembunyi
Ilustrasi

Indonesia memiliki beragam alternatif tempat wisata yang tak kalah cantiknya dengan yang ada di luar negeri. Apalagi dengan semakin maraknya orang Indonesia yang gemar traveling. Pemerintah pun kian gencar mempromosikan daerah di Indonesia yang berpotensi menjadi destinasi wisata.

Tahun lalu Kementrian Pariwisata pun mengumumkan daftar pemenang penghargaan Anugerah Pesona Indonesia 2016, di berbagai kategori destinasi wisata. Hasilnya, tiga destinasi di bawah ini termasuk dalam urutan teratas dalam Kategori Surga Tersembunyi Terpopuler (Most Popular Hidden Paradise). Penasaran destinasi mana saja yang menjadi juaranya? Berikut informasi selengkapnya

1. “Mutiara Hitam” di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara

Instagram | tanahkei

Julukan “Mutiara Hitam” untuk Kepulauan Maluku nampaknya bukan hanya istilah semata. Berada di wilayah tenggara Maluku, pantai yang tersebar di Kepulauan Kei tak kalah mempesona dari Pulau Dewata. Bahkan, Surga tersembunyi ini diklaim memiliki pasir pantai terhalus di Asia.

Kepulauan Kei memiliki dua pulau utama yakni Pulau Kei Besar dan Pulau Kei Kecil. Selebihnya terdapat sejumlah pulau kecil tak berpenghuni. Bila Anda adalah tipe orang yang senang akan lanskap pegunungan dan pemandangan asri, Pulai Kei Besar amat cocok sebagai destinasi tujuan. Sedangkan untuk si tipe “anak pantai” berkunjunglah ke Pulau Kei Kecil.

Meskipun dianggap destinasi tersembunyi, Kepulauan Kei memiliki fasilitas dan sarana yang bersahabat untuk wisatawan. Untuk berkunjung ke sini, Anda harus terlebih dahulu mendarat di Bandar Udara Pattimura yang terletak di Kota Ambon. Selanjutnya kembali terbang sekitar 2 jam menggunakan pesawat perintis menuju Bandara Karel Satsuitubun di Kota Langgur, Maluku Tenggara. Penerbangan Ambon – Langgur sudah dilayani oleh 3 maskapai Nasional dengan frekuensi 4 kali setiap harinya.

Penasaran untuk menjelajahi Kepulauan Kei? Waktu terbaik untuk berwisata ke sini ialah sekitar April – Mei dan Oktober – Desember. Di waktu tersebut, air laut cenderung tenang sehingga lebih memudahkan Anda untuk mengeksplorasi menjelajah Kepulauan Kei.

2. Miniatur Raja Ampat di Kepulauan Mandeh, Sumatera Barat

Instgram | arsha0105

Setelah terpilih menjadi salah satu destinasi wisata halal di Indonesia, Sumatera Barat terus berbenah diri untuk mempromosikan keunggulan destinasi yang dimiliki. Salah satunya ialah Kepulauan Mandeh yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Bahkan Kawasan Mandeh pun masuk dalam destinasi utama kebijakan sektor pariwisata kebaharian bersamaan dengan Kepulauan Biak dan Bunaken.

Kombinasi antara perbukitan, gugusan pulau-pulau kecil, dan jernihnya air laut menjadi keistimewaan sendiri bila Anda berkunjung ke Kawasan Mandeh. Spot terbaik untuk menyaksikan keindahan tersebut berada di Puncak Mandeh, di mana pengunjung dapat melihat beberapa pulau sekaligus yakni: Pulau Bintangor, Pulau Pagang, Pulau Ular, Pulau Marak dan  Pulau Sikuai. Pemandangan di Kawasan Mandeh pun akan mengingatkan kita dengan indahnya lanskap ikonik di Raja Ampat Papua.

Untuk bisa tiba di sini, butuk waktu tempuh sekitar 70 menit melalui perjalanan darat dari Kota Padang. Sedangkan jalur laut, gunakan kapal cepat dari Pelabuhan Teluk Bayur atau kapal wisata Bintang Mandeh, dari pelabuhan Muaro Padang menuju Pantai Carocok Painan.

3. Maldives Indonesia di Pulau Maratua, Kalimantan Timur

Instagram | ignasiakriss

Selain Kepulauan Derawan yang pesonanya telah mendunia, Provinsi Kaliman Timur juga memiliki Pulau Maratua sebagai “surga tersembunyi” yang tak kalah indahnya. Terletak di wilayah terluar Indonesia, Pulau Maratua secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Dianugerahi aneka biota laut dan pemandangan alam yang menawan, tak heran bila diving menjadi kegiatan utama andalan di pulau ini. Selain diving, Anda juga dapat berinteraksi langsung dengan suku bajo, penduduk asli Pulau Maratua.

Untuk pasangan yang datang dalam rangka bulan madu, di sini juga terdapat fasilitas menginap di resor yang dibangun di atas perairan Pantai Maratua. Sensasi bermalam di penginapan terapung ini tentu kian berkesan untuk bulan madu kalian berdua.

Alternatif paling ideal mengunjungi Pulau Maratua ini ialah melalui jalur udara. Dari Bandara Kota Tarakan, wisatawan dapat menumpang pesawat perintis jenis cenda menuju bandara pulau maratua dengan waktu sekitar 30 menit. Jika berkunjung ke surga tersembunyi di Kalimantan Timur ini pastikan Anda turut melestarikan pulau yang masih tergolong “perawan” ini ya.

 

INTAN WIDIASTUTI

LEAVE A REPLY