Destinasi Wisata Pesisir yang Memesona di Kota Makassar

0
174
Tempat Wisata Makassar
Instagram/ saluucic20

Daerah semenanjung Sulawesi Selatan ini begitu harum namanya. Selain sebagai pintu gerbang menuju wilayah Indonesia Timur, juga tersohor oleh kapal Phinisi yang melegenda, hingga tenun sutera yang menjadi andalan. Begitu banyak menyimpan obyek pariwisata beragam, baik wisata alam dengan kondisi bergunung-gunung serta bentuk pantai eksotisnya yang memanjang, wisata budaya, wisata kuliner, juga wisata sejarah. Mari simak, keunikan budaya Tana Toraja, romansa kota pelabuhan Makassar, serta Taman Nasional Bantimurung yang memesona.

Pantai Losari

Tempat Wisata Makassar
Instagram/ dzulfan_fakhruri

Pantai Losari adalah landmark Kota Makassar sebagi kota Pantai. Penamaan Losari berasal dari kosata Bahasa Belanda, logeren atau To Lodge (untuk menginap). Konon karena pelafalannya susah sehingga dimodifikasi menjadi losari sampai sekarang.

Posisi pantai Losari sangat strategis dan menjadi bagian yang menyatu dengan suasana kota Makassar yang membentang sejauh kurang lebih 4 km. Pantai ini langsung dapat diakses dengan jalan utama protocol utama. Di seberang jalan bertumbuhan hotel dengan berbagai kelas.

Waktu paling ideal mengunjungi pantai Losari adalah sore hari antara jam 15.00 hingga 21.00. dari anjungan matahari yang kembali ke peraduannya. Bagi Anda yang suka jogging, tempat ini juga sangat ideal. Udara bersih dan angina bertiup tanpa henti menawarkan sebuah senja yang menyegarkan. Di ujung selatan pantai, tepatnya di Laguna tersedia berbagai macam penganan khas Makassar mulai dari pisang Epe’, coto Makassar, pisang ijo, aneka hidangan laut, dan berbagai pilihan kuliner lainnya.

Satu lagi keunikan yang ada di pantai ini, posisi pantai yang memanjang Utara-Selatan memungkinkan kita menyaksikan sunset dan sunrise dari titik yang sama. Sebuah nuansa yang hanya ada di Losari dan takkan dapat Anda saksika di kota pantai lain di Indonesia.

Fort Rotterdam

Tempat Wisata Makassar
Instagram/ suryarusdhana

Fort Rotterdam (Benteng Ujung Pandang) adalah salah satu obyek wisata budaya dan sejarah di Makassar. Lokasinya tapat di depan dermaga rekreasi Pulau Kayangan. Bentuknya seperti kura-kura yang menjalar ke laut. Bangunannya seperti kura-kura yang menjalar ke laut. Bangunannya mudah dikenali karena sangat mencolok dengan arsitektur era 1600-an yang berbeda dengan rumah dan kantor diseputarnya. Temboknya hitam berlumut kokoh menjulang hamper setinggi 5 meter, dan pintu masuknya masih asli seperti masa jayanya.

Memasuki pintu utamanya yang berukuran kecil, kita akan segera disuguhi oleh nuansa masa lalu. Tembok yang tebal sangat kokoh, pintu kayu, gerendel kuno, akan terlihat jelas. Benteng Rotterdam dijadikan kantor pemerintah, yakni Pusat Kebudayaan Makassar sehingga kebersihan dan kerapihan lingkungan masih terawatt cukup baik. Apabila kita menginap di area seputar pantai Losari, maka jaraknya dalam kisaran radius 2 km-an saja.

Benteng ini awalnya dibangun tahun 1545 oleh raja Gowa ke X, yakni Tunipallangga Ulaweng. Bangunan di dalamnya diisi oleh rumah panggung khas Gowa dimana raja dan keluarga menetap di dalamnya. Ketika berpindah pada masa raja Gowa ke XIV, tembok benteng lantas diganti dengan batu padas yang berwarna hitam keras.

Salah satu obyek wisata yang terkenal di sini selain melihat benteng, adalah menjenguk ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap di tanah Jawa. Perang Diponegoro yang berkobar diantara tahun 1825-1830 berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai. Diponegoro kemudian ditangkap dan dibuang ke Manado, lantas tahun 1834 ia dipindahkan ke Fort Rotterdam.

Di dalam kompleks Fort Rotterdam, terdapat Museum La Galigo yang merupakan replica pusat pemerintahan kerajaan Gowa. Salah satu yang terkenal adalah naskah sastra yang tertulis di atas lembaran lontar sebanyak 3500 lembar berjudul I La Galigo. I La Galigo dinobatkan sebagai naskah lontar terpanjang yang pernah ada dalam sejarah Indonesia.

Benteng Somba Opu

Tempat Wisata Makassar
Instagram/ deedahyar

Benteng bersejarah yang lain adalah Somba Opu, tetapi letaknya bukan di kota Makassar melainkan di Kabupaten Gowa, berjarak sekitar 10 km dari kota Makassar. Dibangun pada abad ke-15 oleh Raja Gowa IX. Namanya Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallonna. Pada pertengahan abad ke-16 Benteng ini menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan rempah-rempah yang ramai dikunjungi pedagang asing dari Asia dan Eropa. Benteng ini berbentuk persegi empat dengan dinding setebal 12 kaki. Di dalam benteng ditempatkan sebuah Meriam terbesar yang pernah dimiliki oleh kerajaan di Indonesia pada jaman colonial. Meriam oleh kerajaan di Indonesia pada jaman colonial. Meriam yang dijuluki “Anak Makassar” ini berbobot 9.500 kg dengan panjang 6 meter dan berdiameter atau berkaliber 41.5 cm.

Akkarena, Pantai Memesona di Makassar

Tempat Wisata Makassar
Instagram/ rezkyafd

Satu lagi pesona pantai yang diperkenalkan kota Makassar sebagai tujuan wisata, yakni pantai Akkarena yang terletak di sepanjang Jalan Metro, Kecamatan Tamalate. Pantai yang berjarak tiga kilometer dari Pantai Losari ini memiliki dermaga sungguhan. Kawasan rekreasi ini dulu dikenal dengan Tanjung Bunga. Selain berenang dan menikmati tenggelamnya matahari di waktu senja, Anda dapat bersantai di pinggir dermaga. Wilayah pesisir yang dikembangkan sebagai Pantai wisata Keluarga Akkarena ini mencapai 10 Ha. Dengan keindahan panorama pantainya, Pantai Akkarena menawarkan berbagai sarana untuk bersantai, bermain dan berolah raga bagi seluruh keluarga.

Teks. Tim mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here