Wah! Nanti Labuan Bajo akan Punya Jurassic Park?

0
36

Jika suka jalan-jalan atau traveling ke pulau-pulau Negeri Nusantara ini, pasti gak asing dengan yang namanya Labuan Bajo.

Area wisata ini yang terletak di Manggarai Barat sana rencananya bahkan akan memiliki taman geopark yang mirip-mirip dengan taman wisata dinosaurus, Jurassic Park.

Tapi apakah nantinya memang aka nada taman wisata yang menampung para dinosaurus meski mungkin isinya hanya fosil-fosil belaka? (Kalau ada banyak dinosaurusnya tentu saja serem banget, kan, ya! Hiiiyyy…)

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, pastinya Labuan Bajo masuk sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas.

Wilayah yang terletak di Nusa Tenggara Timur alias NTT ini memang terus meningkatkan infrastruktur  secara terus-menerus.

Taman wisata yang akan bertema geopark menjadi salah satunya. Taman wisata tersebut akan ada di Pulau Rinca, Manggarai Barat.

Kenapa disebut-sebut akan mirip Jurassic Park?

Karena nantinya pulau tersebut akan dibangun pusat informasi, toko suvenir, kafe, toilet, dan kantor pengelola kawasan. Demikian seperti yang dilansir dari Good News from Indonesia.

Ditambah lagi, nantinya akan ada spot foto, klinik, gudang, ruang terbuka publik, penginapan untuk penelitian dan pemandu wisata alias ranger.

Serunya nih, nantinya akan ada jalan untuk para pejalan kaki sepanjang 1,5 km yang asyik banget.

Tak hanya sampai disitu. Shelter para pengunjung pun akan dibangun dengan konsep melayang alias elevated agar aktifitas para komodo tak terganggu.

Baca Cekidot! 3 Destinasi Wisata Nusantara Ini Mirip Destinasi Wisata Luar

Kesemua fasilitas tersebut akan didukung dengan berdirinya Dermaga Loh Buaya, yang tentunya akan disertai sarana-prasarana pengaman pantai.

Oh ya, kawasan wisata yang nantinya mirip Jurassic Park ini akan terlihat unik.

Apalagi kalau bukan dengan dibangunnya Dermaga Loh Buaya yang luasnya 400 meter persegi dengan desain lidah komodo.

Lalu rumah-rumah yang ada di sekelilingnya akan mengambil desain konsep rumah adat Manggarai.

Tentu saja semua pengerjaannya dijaga sedapat mungkin agar gak merusak habitat komodo yang ada. Alhasil pembangunannya sangat diperhatikan sekali, lo!

Proyek pembangunannya sendiri dikomandoi arsitek Yori Antar Anwar yang dimulai Februari 2020. Targetnya sendiri akan kelar di Desember 2020.

 

 

 

 

O.J.

Sumber: goodnewsfromindonesia / Foto: mohinikomodo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here