Sensasi Menikmati Plesir Senja di Bengkulu (2)

0
19

Bengkulu memang unik. Kesunyian atmosfirnya dengan daerah pesisir membawa kita jadi lebih adem dan tenang.

 

Cocok bagi yang ingin berlibur dengan suasana kota yang tenang, karena Bengkulu terletak di pesisir barat Pulau Sumatera yang berhadapan dengan Samudera Indonesia.

Nah, setelah Pantai Panjang, Benteng Marlborough, Kampung Nelayan, masih ada deretan tempat-tempat lain yang patut dikunjungi langkah kaki kita seperti …

 

Festival Tabo

Tabot jadi tradisi khas masyarakat Bengkulu yang diadakan tiap 1-10 Muharram. Di Bengkulu dapat kita jumpai menara Tabot di sudut-sudut jalan.

Menurut kepercayaan mereka, jika sudah sekali mereka melakukan ritual Tabot harus terus dilakukan setiap tahun,namun jika sekali saja dalam setahun mereka tak melaksanakan ritual tahunan tersebut, mitosnya akan terkena bala (sial) yang terus menerus.

Oh ya, Perayaan Tabot ini jadi peringatan atas gugurnya Husein cucu Nabi Muhammad SAW di Padang Karbala (Irak) ketika dicegat 4000 pasukan Yazid bin Muawwiyah yang berhasrat menjadi khalifah.

Ritual Tabot dibawa ke Bengkulu oleh bangsa India Menggala yang tergabung dalam tentara Inggris pada 1685.

Dalam rangka acara perayaan Tabot, juga diadakan Festival Dol, yakni musik khas Bengkulu yang mengiringi ritual perayaan.

Upacara diawali dengan acara mengambil tanah, dilanjutkan dengan mengarak Tabot Menara, jari-jari, sorban, kemudian Tabot Besanding.

Puncak acara dilaksanakan pada 10 Muharram, dilaksanakan Tabot Terbuang (membuang replika menara Tabot) di Karbala, yang jaraknya 3,5 km dari pusat Kota Bengkulu.

 

Baca Sensasi Menikmati Plesir Senja di Bengkulu

 

Rumah Pengasingan Bung Karno dan Masjid Jamik

            Awal abad ke-20, rumah ini dibangun dengan bentuk empat persegi panjang. Bentuk jendela persegi panjang dan berdaun ganda. Pada ventilasi terdapat kisi-kisi berhias.

Rumah seluas 162 m2 dengan halaman yang cukup luas ini punya atap berbentuk limas. Bangunan yang menjadi rumah pengasingan Bung Karno ini tersimpan benda-benda bersejarah peninggalan sang proklamator RI.

Tempat bersejarah yang perlu dikunjungi adalah Masjid Jamik, masjid tertua di kota Bengkulu. Selama masa pembuangannya di Bengkulu, Ir. Soekarno sempat merenovasi sebuah masjid tua yang berada di tengah kota tepatnya di persimpangan Jl Sudirman dan Jl Suprapto.

Namanya Masjid Jamik Bengkulu yang lebih dikenal dengan nama Masjid Bung Karno dan renovasi masjid dilaksanakan pada 1938.

 

 

Danau Dendam Tak Sudah

Siapa bilang negeri ini tak punya kisah bak Romeo dan Juliet? Bengkulu pun punya mitos yang berkembang layaknya cerita tersebut.

Ada dua keluarga yang bermusuhan sampai anak buyut masih menyimpan dendam. Mereka berkelahi di danau tersebut. Cerita mistis pun membingkai danau tersebut, konon ada yang melihat buaya putih dan putri duyung di danau tersebut.

Danau yang punya kisah bak Romeo dan Juliet.
Foto: pedomanbengkulu.com

Terlepas dari kisah legenda tersebut, Kawasan Danau Dendam Tak Sudah jadi kawasan cagar alam yang punya pesona keindahan alam dan menyimpan banyak potensi bagi kelestarian alam.

Danau yang dikelilingi bukit-bukit berhutan lebat ini jadi habitat utama bagi tumbuhan endemic langka, yaitu anggrek pensil (vanda hookeriana). Selain itu, juga hidup beberapa jenis ikan langka yang berasal dari famili anabantidae.

Wisata Kuliner

Anda pernah makan bothok, yakni masakan khas Jawa Tengah terbuat dari parutan kelapa muda?

Bila berkunjung ke Bengkulu, sempatkan mencicipi Ikan Pais (pendap) yang bentuknya hampir serupa dengan botok. Ikan yang dibalut dengan daun pepaya dan dibungkus dengan daun pisang.

Selain itu makanan khas lainnya ada Gulai Unji dan Terong Bunga, Umbut dan Liling (bongkol kelapa seperti bengkoang), Tempoyak Udang, Ikan Bili Goreng, Bagar Hiu dan remis bisa dijumpai sebagai kuliner khas Bengkulu.

Namun jangan ketinggalan, ada oleh-oleh panganan yang banyak macamnya. Daerah kuliner dan oleh-oleh Bengkulu, banyak terpusat di Jl. Soekarno Hatta.

Lempuk durian (dodol durian), perut punai yang terbuat dari tepung beras, minyak goreng dan gula aren.

Lalu ada Kacang Siput, Kue Bay Tat, Emping Melinjo Bengkulu, bentuknya berbeda dengan emping biasanya, untuk yang satu ini berbentuk persegi panjang dan lebih tipis. Manisan Terong, rasanya seperti kurma, Sirup Jeruk Kalamansi dan Kopi 1001 yang terkenal di Bengkulu. Harga yang ditawarkan antara Rp 7.000 – Rp 17.500,-.

 

Kerajinan & Batik Besurek

Kerajinan khas Bengkulu berbahan dasar kayu Lantung, semuanya dapat dibentuk menjadi tas, kotak tisu, kopiah, gendang tabot, kotak perhiasaan, bingkai foto dan lain sebagainya.

Selain itu, Batik Besurek juga menjadi kebanggan rakyat Bengkulu. Besurek yang berarti surat , karena di dalam motif batiknya terdapat kaligrafi di sebagian kainnya.

Duh, jadi ingin packing ke Bengkulu, nggak, sih?

 

 

 

 

Andri Cipto Utomo

Foto: Andri Cipto Utomo

Foto: blogkulo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here