Lima Festival Menarik di Berbagai Daerah yang Layak Dikunjungi

0
245
festival papua
Instagram | baliemvalleyfestival

Berkunjung ke suatu daerah akan semakin menyenangkan jika bertepatan dengan festival seni dan budaya yang tengah diadakan di destinasi tujuan. Pasalnya, selain dapat menikmati pemandangan setempat, pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan yang dihadirkan.  Keberadaan festival juga akan membuat wisatawan semakin mudah mengetahui kearifan lokal melaui pertunjukan yang ditampilkan.

Beberapa daerah di Nusantara memiliki festival seni dan budaya yang digelar secara rutin setiap tahunnya. Bagi pemerintah setempat, festival budaya menjadi ajang memperkenalkan tradisi sekaligus mempromosikan potensi wisata wilayah setempat. Bahkan beberapa daerah di Indonesia berhasil membuat perhelatan seni dan budaya yang amat dinanti baik di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.

1. Jember Fashion Carnaval (JFC)

jfc
Jember Fashion Carnaval – Instagram | robertuspudyanto

Salah satu  kabupaten di Jawa Timur ini mulanya bukanlah sebuah tujuan wisata favorit di Indonesia. Hingga kemudian digelarlah Jember Fashion Carnaval yang kini menjadi salah satu ikon andalan promosi budaya dan wisata dari Kabupaten Jember. Tiap tahunnya di bulan Agustus, ribuan peserta dengan aneka kostum unik nan spektakuler turun ke jalan untuk memeriahkan festival ini.

Pun berhasil meningkatkan wisatawan yang datang dari luar daerah bahkan mancanegara yang penasaran dengan aneka kostum yang ditampilkan. Kini JFC juga mulai digelar di kota lain di Indonesia seperti Bali dan Jakarta. Apakah Anda pernah menyaksikannya?

2. Dieng Culture Festival Jawa Tengah

Bukan hanya pemandangannya saja yang memikat, dataran tinggi Dieng, punya sedet pertunjukan budaya dan hiburan yang selalu diburu wisatawan tiap tahunnya. Ya, Dieng Culture Festival. Pada festival ini pengunjung akan menyaksikan ritual pemotongan rambut gimbal atau disebut ruwetan. Di Dieng lahirnya anak berambut gimbal menjadi salah satu fenomena yang belum bisa dijelaskan secara ilmiah. Menurut kepercayaan setempat, anak-anak berambut gimbal merupakan titipan dari Kyai Kolo Dete – seorang punggawa pada masa Mataram Islam.

Selain itu ada pula festival penerbangan lampion di malam hari. Siapkan kamera Anda untuk memotret pemandangan langit malam Dieng berhias warna-warni lampion cantik. Jangan lewatkan pula penampilan musik jazz dari musisi lokal dan nasional. Menikmati alunan musik jazz yang menenangkan dengan udara dingin dan pemandangan memukau Dieng tentu akan menjadi pengalaman tak terlupakan.

3. Festival Budaya Lembah Baliem Papua

festival papua
Instagram | baliemvalleyfestival

Jika menjejaki tanah Papua adalah salah satu impian Anda, cobalah mengunjung daerah ini  bertepatan saat acara tahunan Festival Budaya Lembah Baliem digelar. Dala acara ini, pengunjung akan diajak menyaksikan pagelaran seni dan kebudayaan masyarakat Pegunungan Tengah dengan acara utama “Atraksi Perang Suku.” Oleh masyarakat Papua perang antar suku ini dilakukan sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Meskipun judulnya perang, namun adegan ini masih aman untuk disaksikan ya.

Melihat serunya pertunjukan perang antar suku dan berinteraksi dengan suku-suku asli Papua dengan pemandangan indah dari Lembah Baliem menjadikan festival ini tidak pernah sepi dari kunjungan turis lokal maupun asing. Selain itu ada pula atraksi pertunjukan tradisional lainnya seperti penampilan tarian tradisional, aksi karapan babi, hingga peragaan memasak dengan cara tradisional. Biasanya Festival Budaya Lembah Baliem akan selalu digelar di bulan Agustus tiap tahunnya. Jadi, mari mulai nabung dari sekarang!

4. Festival Cisadane Tangerang 

festival cisadane
Instagram | seputartangsel

Tak perlu pergi jauh untuk bisa menyaksikan kekayaan negeri ini. Bagi warga Jakarta, cukup minggir sedikit ke wilayah Tangerang saja Anda sudah bisa menikmati Festival Cisadane yang tak kalah meriah. Dalam festival ini Anda akan tahu lebih banyak kesenian dan budaya Kota Tengerang. Nah, salah satu acara yang paling dinanti dari perhelatan ini adalah lomba perahu naga.

Dalam sejarahnya, mendayung perahu naga sendiri merupakan tradisi yang berasal dari perayaan Peh Cun yang digelar oleh etnis Tionghoa di tangerang. Peh Cun diambil dari Bahasa Cina yang berarti mendayung perahu naga. Kini perayaan Peh Cun digabungkan oleh pemerintah kota setempat dalam Festival Cisadane yang biasanya digelar pada bulan Juli tiap tahun di pinggiran kali Cisadane Kota Tangerang.

5. Festival Jailolo Halmahera

Foto: Bary Kusuma

Jailolo merupakan salah satu teluk yang berada di Ibu Kota Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, yang memiliki pemandangan luar biasa. Waktu yang tepat untuk mengunjungi Jailolo adalah saat diselenggarakan festival Jailolo. Festival ini biasanya berlangsung pada bulan Mei dan diadakan di samping Pelabuhan Jailolo.

Atraksi utama festival ini adalah Cabarete on the Sea (pertunjukan Cabarete di tepi laut). Pada pawai masyarakat, Anda akan melihat masyarakat mengenakan pakaian khas daerah dan sajian tarian tradisional. Tarian tradisional yang ditampilkan biasanya adalah Legu Lalai. Tarian khas Halmahera ini ditampilkan dalam acara-acara khusus, seperti penyambutan tamu kesultanan atau sebagai ungkapan rasa syukur atas datangnya panen raya.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here