Aneka Destinasi Wisata Menarik di Yogyakarta

0
46

Yogyakarta bukan nama baru sebagai tujuan wisata. Bercerita tentang Yogyakarta, tentunya bisa lebih dari sekedar jalan-jalan di Malioboro, mengunjungi Candi Borobudur, ataupun terpana oleh kharisma sejarah Kraton Yogya. Begitu banyak tempat bisa dikunjungi di lokasi ini. Mulai dari kelas elite hingga kaki lima, punya atmosfir yang mampu menghadirkan romantisme tersendiri di Kota Pendidikan ini

Sepertinya tidak akan pernah habis mengeksplorasi Yogya sebagai tempat tujuan wisata atau sekedar kangen-kangenan romantisme suasana, karena begitu lengkap keunikannya. Begitu banyak predikat yang melekat pada kota ini. Selain berstatus sebagai Daerah Istimewa berkaitan dengan sejarah terbentuknya propinsi ini, ibu kota propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini juga dikenal sebagai Kota Budaya, Kota Sejarah, Kota Perjuangan, Kota Pendidikan, Kota Kerajinan, Kota Wisata, Kota Gudeg, dan masih banyak lagi.

Dengan berbagai predikatnya, Yogya memiliki keragaman obyek wisata serta aktivitas yang layak dikunjungi dan disaksikan. Untuk menjelajahi dan mengenal kota ini tentu tidak cukup satu atau dua hari. Luangkan waktu bersama keluarga tercinta untuk berwisata dan menyelami karakter Yogya dari berbagai sisi, baik sejarah, kultur budaya dan tradisinya, bentang alam dan keindahan panorama, hingga kelezatan kuliner khasnya.

Wisata Sejarah

Pintu Gerbang Keraton Yogyakarta
Pintu Gerbang Keraton Yogyakarta – Foto. Angling – Natural Art Photography

Sejak zaman kerajaan Mataram Kuno (1575-1640), sampai saat ini, Kraton atau istana kesultanan masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya. Beragam situs purba dengan ribuan candi berusia ribuan tahun bisa ditemukan di kawasan Yogya dan sekitarnya.

Situs-situs sejarah berusia ratusan tahun yang tersebar di Yogya dan sekitarnya merupakan daya tarik menakjubkan. Tak heran bila Yogya dan sekitarnya dijuluki sebagai daerah dengan ribuan candi. Banyak pilihan menarik, diantaranya komplek wisata Candi Prambanan-Sewu-Boko, berjarak sekitar 20 menit ke arah timur dari pusat kota Yogya.

Prambanan, terkenal dengan pagelaran sendratari Ramayana setiap malam bulan purnama. Selain Prambanan, jangan lewatkan situs Candi Boko yang letaknya hanya sekitar satu kilometer di sisi selatan komplek Candi Prambanan-Sewu. Nikmati indahnya ‘keajaiban’ atmosfer situs bekas kraton semasa Mataram Hindu yang berada pada ketinggian 195 meter di atas permukaan laut ini menjelang senja. Pemandangan alamnya laksana lukisan!

Tentunya Anda juga tak ingin melewatkan kesempatan menikmati fajar menyingsing di Candi Borobudur nan megah berlokasi ke arah Magelang. Beberapa biro perjalanan juga menawarkan paket wisata untuk bisa menikmati fajar di candi Borobudur.

Wisata Budaya

Taman Sari
Taman Sari – Foto. Angling – Natural Art Photography

Yogya adalah gerbang pintu budaya Jawa, demikian salah satu predikat yang disandang kota ini. Kraton dengan Kasultanan Yogya yang kharismatik mempunyai pengaruh kuat dan merupakan referensi budaya bagi masyarakat Jawa yang terlihat dari bentuk kesenian, ritual, tradisi dan upacara adatnya.

Bila wisata budaya sebagai salah satu agenda tujuan Anda, pastikan jadwal Anda bersamaan dengan sejumlah momen seperti Sekaten, Grebeg Maulud, Labuhan Merapi, Labuhan Laut, ritual Mubeng Beteng, maupun tradisi lain yang hanya terjadi setahun sekali.

Selain Kraton, cobalah menjelajah Puro Pakualaman, Istana Air Taman Sari atau Benteng Vredeburg. Anda juga dapat mampir ke museum Ullen Sentalu, museum yang terletak di jalan Boyong, Kaliurang ini merupakan tempat menyimpan koleksi karya peninggalan dinasti Kerajaan Mataram Islam.

Wisata Alam

Pantai Prangtritis Yogyakarta
Pantai Prangtritis Yogyakarta – Foto. Angling – Natural Art Photography

Bentang alam panorama Yogya begitu indah dan lengkap. Banyak pilihan tempat wisata, baik para pecinta laut, penjelajah dataran tinggi pegunungan, ataupun sekedar tetirah di desa wisata maupun area perkebunan agrowisata. Semuanya ada, lengkap didukung oleh prasarana penunjangnya.

Pantai
Propinsi Yogyakarta adalah surganya pantai selatan dengan beragam ceritanya yang melegenda hingga sekarang. Pantai Parangtritis dan Pantai Depok yang memiliki fenomena alam gumuk pasir (sand dune) dengan pasir putih amatlah menggoda. Simak juga Pantai Glagah yang belum banyak dijamah, Pantai Baron, Krakal, Kukup dan Sundak yang memiliki panorma senja menawan. Lokasi pantai ini hanya berjarak sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota Yogya.

Pegunungan
Bagi pecinta alam pegunungan, kawasan Gunung Merapi dengan Taman Nasionalnya tentu menjadi tujuan. Anda bisa menemukan keindahan panorama gunung vulkanik aktif yang banyak dicari oleh para wisatawan. Kawasan Ketep dengan pemandangan dramatis sunrise laksana sebuah negeri di awan menjadi tantangan tersendiri untuk dinikmati. Anda harus siap bangun menjelang dini hari agar bisa menikmati pemandangan menakjubkan tersebut. Tengok juga kawasan Cangkringan berlokasi di lereng Merapi yang kini memiliki beberapa resor dan homestay, merupakan salah satu pilihan wisata dengan kesejukan atmosfernya.

Agrowisata dan desa wisata
Ada beragam paket wisata yang menawarkan eksotika desa dengan berbagai aktivitasnya di seputar Yogya. Misalnya di kawasan desa Turgo & Tunggul Arum (Tracking), Srowolan (Pasar Perjuangan), Pajangan (aktivitas pertunjukan Kethoprak, Wayang Orang), Krebet (pengrajin Kayu Batik), Kasongan (sentra Gerabah), Gamplong (sentra Tenun Tradisional), Sendari (Meuble Bambu), Pucung (Patung Primitif), dan seterusnya.

Wisata boga

Bukan hanya gudeg yang mampu memanjakan lidah Anda selama di Yogja. Beragam kuliner Yogya bisa dinikmati mulai dari kelas kaki lima hingga kelas resto & cafe. Beberapa diantaranya bahkan perlu dibeli sebagai buah tangan, misalnya saja Bakpia Patuk, Jadah Tempe di Kaliurang, warung-warung lesehan di Malioboro dan Jajan Pasar di Taman Sari. Sedangkan bagi vegetarian, cobalah kunjungi Millas Vegetarian Food berlokasi di daerah perkampungan Prawirotaman, suasana nyaman dan sajian lezat dari bahan-bahan alami organik sungguh nikmat disantap ketika malam menjelang. (*)

Teks. Mahligai-Indonesia

LEAVE A REPLY