Menelusuri kota Buah Berastagi di Sumatera Utara

0
336
foto:very barus

Jarak kota Berastagi dari kota Medan hanya 1 atau 1.5 jam saja. Tapi perbedaan cuaca langsung terasa. Kota Medan terkenal dengan panas, sedangkan Berastagi dingin. Tidak heran kalau Berastagi sering dijuluki sebagai “puncak”-nya kota Medan. Jika ingin menikmati keindahan dan hawa sejuk, warga medan memilih Berastagi sebagai destinasi liburannya.

Brastagi terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Kalau dilihat secara geografis, kota Berastagi berada di dataran tinggi atau sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (dpl) yang mana masih satu kawasan dengan deretan panjang Bukit Barisan. Tidak heran kalau suhu udara di sini cukup sejuk. Karena sehari-harinya kota ini bersuhu udara antara 17 hingga 19 derajat celcius. Kota Brastagi yang berada di dataran tinggi nampak diapit oleh dua gunung aktif, yakni Gunung Sibayak (2.100 meter dpl) dan Gunung Sinabung (2.400 meter dpl) yang hingga kini masih erupsi.

Tak hanya suhu udara yang sejuk dan kondisi tanah yang subur, kota ini ternyata menyimpan banyak kisah sejak masa kolonial Hindia Belanda di awal abad ke-20. Kemunculan kota ini sebagai kota yang terkenal produktif dalam menghasilkan banyak sayur dan buah dipengaruhi oleh kebijakan kolonialisme Belanda. Ketika itu, yakni sekitar tahun 1920, Berastagi merupakan sentra perkebunan di Sumatra Utara yang dikelola pihak Belanda. Dari kota inilah, suplai sayur-mayur dan buah-buahan di kota Medan atau kota-kota besar lainnya di Pulau Sumatra bagian utara dapat terpenuhi.

Sampai sekarang pun, kota Berastagi terkenal dengan julukan “kota Buah”. Karena penduduk disini rata-rata bekerja sebagai petani buah dan sayur-sayuran. Buah markisa dan jeruk berastagi sangat terkenal hingga kepenjuru dunia. Buah Markisan biasanya diolah menjadi sirup markisa.

foto:very barus
foto:very barus

Di samping itu, Kota Berastagi juga terkenal dengan berbagai ragam tanaman hiasnya dan beberapa festival rutin yang digelar setiap tahunnya, seperti pesta bunga dan buah serta festival kebudayaan. Berastagi pun memiliki perhelatan yang diselenggarakan setiap tahunnya, yakni pesta bunga dan buah.

Kemudian, ada pula Pesta Mejuah-juah yang merupakan festival kebudayaan tradisional tahunan. Acara semacam upacara adat ini dilaksanakan sebagai ajang berkumpulnya kembali Orang Karo dari perantuan untuk menjalin silaturahmi dengan para kerabat yang ditinggalkan Pesta Mejuah-juah berfungsi untuk mengingatkan kembali bahwa masyarakat Karo memiliki tradisi merantau sejak dahulu. Hal-hal itulah yang membuat potensi wisata Kota Berastagi kaya.

Tiba di kota Berastagi, jangan lupa mengeksplore objek wisata seperti: Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung, ke Taman bunga, Taman buah atau ke pasar tradisional. Juga, jangan lupa mencicipi kulinernya. Ikan mas arsik menjadi andalan kuliner disini.

Very Barus | TR

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here