Menyelami Eksotika Bawah Laut Teluk Tamiang, Kalimantan Selatan

0
53

Kalimantan Selatan tepatnya di Kabupaten Kotabaru, juga memiliki potensi wisata bawah laut yang tak kalah dengan daerah lain. Hampir sepanjang garis pantai kawasan di penghujung Pulau Laut memiliki air laut jernih, pasir putih, dan tumbuh subur terumbu karang beraneka warna dan jenis. Buat para pecinta snorkeling dan diving sangat cocok untuk mencoba sensasi ini di Teluk Tamiang. Keindahan alam bawah laut Teluk Tamiang yang masih terjaga dan alami.

Namun eksotika bawah laut tersebut harus dibayar dengan perjalanan yang cukup melelahkan. Angkutan pedesan tujuan Lontar yang saya tumpangi perlahan-lahan meninggalkan Pelabuhan Tanjung Serdang Kotabaru. Idealnya perjalanan Kotabaru-Lontar bisa di tempuh dengan waktu 2,5 jam saja. Tetapi saat tahun 2014 kala itu, kondisi jalan masih banyak lubang dan berlumpur jika musim hujan, hingga waktu tempuh molor mencapai 4 jam perjalanan.

Rupanya inilah salah satu penyebab sedikitnya angkutan umum yang beroperasi ke wilayah bagian barat Kotabaru ini. Matahari mulai tenggelam ketika tiba di Lontar yang merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Pulau Laut Barat. Dari sini perjalanan menuju Teluk Tamiang masih sekitar 10 kilometer lagi.

Ojek adalah tansportasi umum terakhir yang bisa digunakan menuju Teluk Tamiang. Biayanya Rp.30.000,-. Tidak ada penginapan yang berdiri di sana. Oleh ojek yang saya tumpangi, saya diantarkan menuju rumah Kepala Desa. Di sinilah saya menginap selama 2 hari. Di sekitar Teluk Tamiang terdapat dua buah pulau yang saling berdekatan yaitu Tan-jung Tengah dan Tanjung Kunyit yang dikelilingi oleh terumbu karang.

Saya memutuskan menyewa perahu nelayan untuk meng-eksplorasi keindahan bawah lautnya. Tidak ada tempat penyewaan alat snorkeling atau pun dive centre di sini. Karena memang daerah ini belum secara serius dikelola untuk tujuan wisata. Saya sudah menyiapkan peralatan snorkeling yang dibawa dari Banjarmasin. Hari ini saya snorkeling di tiga tempat yaitu Teluk Tamiang, Tanjung Tengah, dan Tanjung Kunyit.

Terumbu karangnya cukup berwarna dan beragam, meskipun dibeberapa tempat ada yang rusak akibat aktivitas nelayan waktu dulu. Tetapi tetap tidak mengurangi keindahannya. Di Tanjung Kunyit saya sempat singgah, pantainya memang tidak terlalu luas, tetapi pasirnya putih bersih. Jika air laut sedang surut pasirnya akan bertambah banyak karena munculnya gusung.

Di atas bukit terdapat sebuah mercusuar yang dibangun pada masa penjajahan Belanda. Dari puncaknya kita dapat melihat pulau-pulau kecil yang berada dalam wilayah perairan Kotabaru. Dua buah pulau yang saling berdekatan ini, jika dilihat dari ketinggian seolah menyatu dengan daratan sekitar. Indah sekali.(*)

Photography & Text: Adi Murdani

LEAVE A REPLY