Menyusur Jejak Malin Kundang di Pantai Air Manis Padang

0
114

Menyebut Kota Padang  mengingatkan kita pada kisah legenda Malin Kundang. Sebagai kota yang berada di pesisir barat Pulau Sumatera, Padang punya sejumlah pantai objek wisata memikat. Salah satunya Pantai Air Manis.  Pantai biru panoramanya elok ini juga terdapat ‘jejak’ si anak durhaka Malin Kundang. Penasaran?  Yuk, Mahligai Indonesia berkesempatan napak tilas ke pantai yang lengkap dengan bumbu cerita yang melegenda ini.

Pantai Air Manis berjarak sekitar 15 km dari pusat kota, berada di belakang Gunung Padang atau tepatnya di Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Pantai ini menjadi salah satu tujuan wisata populer yang cukup ramai dikunjungi, apalagi musim liburan. Pantainya landai dengan semilir angin yang tak begitu panas, pasir lembut warna kecokelatan, berpayung langit biru tampak cerah, serta ombak laut yang kecil. Tentu menawarkan panorama indah untuk menyusurinya sepanjang pantai dari selatan mengarah ke utara.

Batu Si Malin Kundang Bersujud
Bukan hanya panorama pantai yang memanjakan mata. Setiap pengunjung tentu penasaran untuk melihat  di mana ‘jejak’ Malin Kundang berada. Di ujung sisi selatan pantai ini terdapat sebongkah batu ukuran cukup besar, menyerupai orang bertelungkup ke tanah sedang sujud. Entah sejak kapan batu ini dipercaya sebagai si anak durhaka Malin Kundang  yang dikutuk ibunya, dan kemudian berubah menjadi batu.

Batu Malin Kundang Sujud

Kisah seru jejak Malin Kundang  di Pantai Air Manis kian lengkap dengan terdapatnya batu-batuan ukuran besar  yang menyerupai reruntuhan dinding kapal. Inilah yang dipercaya masyarakat setempat sebagai bagian dari kapal milik Malin Kundang karam dihantam ombak laut, kemudian terdampar di pantai dan telah menjadi batu. Keberadaan batu Malin Kundang plus kapal karam ini menjadi daya tarik dan perhatian wisatawan untuk melihatnya.

Terlepas dari kebenaran ‘jejak’ batu Si Malin Kundang, Pantai Air Manis terasa sayang untuk dilewatkan jika telah berada di Kota Padang. Pantainya yang masih tergolong perawan dan bersih, langitnya yang biru, juga menawarkan ragam kegiatan lain yang layak dicoba pengunjung. Di ujung utara pantai ini tampak gundukan Gunung Padang dari kejauhan. Di samping itu, terdapat dua pulau kecil yakni Pulau Pisang Kecil (dalam bahasa Minang disebut ‘pisang ketek’) dan Pisang Besar (masyarakat setempat menyebutnya ‘pisang gadang’) yang berjarak tak seberapa jauh dari pantai.

Jika air laut sedang surut, cobalah ‘menyeberang’ ke Pulau Pisang yang luasnya sekitar 1 Ha, bisa ditempuh beberapa menit berjalan kaki. Pinggir pantai Ar Manis yang luas dan lapang juga memungkinkan pengunjung untuk menggelar tikar sembari menikmati kelapa muda dan kuliner khas Padang  atau  berkemah. Ingin menjajal berselancar? Tak perlu ragu, karena juga tersedia tempat menyewa papan selancar.

Dua Jalur Menuju Akses Ke Pantai Air
Dari pusat Kota Padang menuju lokasi wisata pantai legenda ini bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Dengan hanya waktu tempuh tak lebih dari 30 menit. Anda bisa menempuh melalui dua jalur dari pusat kota Padang. Pertama, lewat Jembatan ‘Siti Nurbaya’ yang membentang di atas sungai Batang Arau menuju bukit Gado-gado atau disebut juga Bukit Padang.  Anda akan menyusuri jalan perbukitan yang cukup berkelok-kelok tajam, sehingga perlu berhati-hati.

Cara kedua, melalui jalan raya Teluk Bayur. Masuk dari jalan di depan SMA 6 Padang, lalu akan melewati jalan yang tak begitu lebar namun berkelok-kelok mendaki bukit (bahkan Anda akan bisa melihat birunya laut dari ketinggian bukit). Sebelum akhirnya jalan menurun lagi dan sampailah di Pantai Air Manis yang landai, disambut pohon-pohon nyiur yang menghembuskan angin sejuk pantai.

Teks & Foto: Dwi Ani Parwati

 

LEAVE A REPLY