Museum Bahari Terbakar, Ini Sejarah sampai Keunikan Arsitekturnya

0
35
koleksi museum bahari
Museum Bahari - Koleksi Museum Bahari

Peristiwa terbakarnya Gedung Museum Bahari yang terjadi kemarin (16/01) memang sangat disayangkan. Pasalnya, gedung berusia tiga abad ini menyimpan beragam koleksi bersejarah tentang kebaharian dan kenelayanan dari Sabang sampai Merauke.

Lantas sebenarnya apa saja sih yang ada di Museum Bahari?

Sejarah Museum Bahari

Mulanya, museum yang dibangun bertahap mulai tahun 1652 – 1771 difungsikan sebagai gudang penyimpanan rempah VOC. Namun saat penjajahan Jepang di Indonesia, gedung ini beralih fungsi sebagai gudang logistik. Pasca merdeka, gedung ini diambil alih oleh pemerintah Intan namun fungsinya tetap menjadi gudang untuk PLN dan PTT. Hingga akhirnya pada bangunan cagar budaya ini dipugar kembali pada tahun 1976, lalu diresmikan sebagai Museum Bahari tepat pada tanggal 7 Juli 1977.

Arsitektur Bangunan Khas Kolonial

museum bahari
Museum Bahari – Instagram | whyanalog

Sejak pertama kali didirikan, bangunan Museum Bahari memang didesain dengan kokoh agar tahan terhadap badai tropis air laut. Hal ini berkaitan dengan lokasi gedung sendiri yang berada di tepi laut Jakarta. Sekeliling tembok bercat putih di museum ini sangat tebal. Struktur tiang penyangga yang terbuat dari balok-balok kayu ulin pun masih tegak berdiri meskipun sudah berusia ratusan tahun.

Mengingat fungsi awalnya sebagai gudang penyimpanan rempah, Museum Bahari dibuat dengan sirkulasi udara yang baik. Jendela-jendela berukuran besar pada tiap ruangan pun didesain agar sirkulasi udara tetap terjaga sehingga rempah-rempah itu tetap segar sebelum dikirim ke berbagai tempat.

Apalagi sejak direnovasi pada akhir November 2017 lalu, Museum Bahari pun mengalami perubahan di beberapa bagian. Misalnya lantai tiga yang telah dibuka untuk umum, area taman yang semakin asri, juga tembok yang dicat ulang. Museum Bahari pun semakin cantik, apalagi untuk Anda yang berniat mengambil foto-foto untuk dipajang di media sosial.

Bukan hanya dari segi arsitektur bangunan, revitalisasi Museum Bahari juga dilakukan di area sekitar bangunan. Jika dahulu di sekitar Museum Bahari terdapat banyak lapak dan kios pasar, namun kini pasar tersebut sudah dipindahkan sehingga akses menuju Museum Bahari lebih lapang dan mudah.

Koleksi Museum Bahari

Data terakhir di tahun 2016 menunjukkan koleksi Museum Bahari berjumlah 1120 yang terdiri atas replika kapal, kapal asli, koleksi biota laut, alat bantu navigasi, lukisan bahari serta barang muatan kapal tenggelam.

Namun menurut  Husnizon Nizar, Kepala UPT Museum Kebaharian dilansir dari Kompas,  peristiwa kebakaran yang terjadi di Gedung C blok 2 dan 3 merupakan ruangan yang berisi koleksi navigasi laut, kapal tradisional dan koleksi pertempuran Laut Jawa. Selain itu titik kebakaran lain berada di Gedung A blok 4 dan 5 yang berisi diorama tentang sejarah pelaut internasional dan sejarah berkaitan dengan kelautan Nusantara.(*)

 

INTAN WIDIASTUTI

LEAVE A REPLY