Ajeng & Djodi dalam Balutan Tradisi Keraton

0
624

NUANSA klasik keraton membingkai pernikahan Ajeng dan Jodi. Kedua mempelai yang merenda cinta saat menempuh studi di negeri Kangguru ini masih berdarah biru trah Kraton Kasunanan Solo-Surakarta.

Pertama kali berkenalan sekitar tahun 2005 di Perth City, Australia. Sama-sama kuliah di Curtin University Australia, Jodi lebih senior tiga tahun dari Ajeng, keduanya berteman dan kerap bertemu. Intensitas pertemuan yang sering, lama kelamaan menumbuhkan rasa cinta.

Selang dua tahun sejak perkenalan, mereka membawa hubungan pertemanan ke arah lebih serius. Kebetulan, keduanya sama-sama menyukai traveling dan wisata kuliner. Saling memberikan perhatian dan kejutan kecil di hari istimewa membuat awet dan lekat hubungan mereka. Bahkan pernah Jodi menyempatkan diri terbang ke Melbourne memberikan hadiah langsung untuk Ajeng yang saat itu tengah melanjutkan studi di sana. Begitu juga sebaliknya, Ajeng tak pernah luput untuk memberikan kejutan manis kepada Jodi.

Delapan tahun menjalin asmara, telah banyak peristiwa dan pengalaman yang makin menguatkan hubungan mereka berdua. Kemudian, Ajeng dan Jodi memutuskan untuk menikah di tahun 2015. Restu orangtua mereka lah yang pertama harus mereka dapatkan dalam melanjutkan niat suci menuju gerbang pernikahan.

Hari-hari menjelang pernikahan merupakan saat-saat cukup sibuk dan dinantikan. Diawali memohon doa keselamatan dengan menggelar rasulan dan pengajian tiga hari berturut-turut. Pemangku hajat menjalani tradisi memasang bleketepe, siraman calon pengantin, dodol dawet, hingga malam midodareni yang dipandu oleh sejumlah pemangku adat dari Keraton Surakarta.

IMG_2875

IMG_2687IMG_7089

IMG_3033

Balutan tradisi Jawa klasik sungguh terasa. Kedua mempelai laksana raja dan ratu sehari, mengenakan busana pengantin corak Solo Basahan nuansa warna cokelat. Upacara akad nikah yang haru dan khidmat, dilanjutkan panggih atau temu pengantin, saling melempar sirih, menginjak telur, kacar-kucur, dan seterusnya. Nuansa keraton yang klasik terasa membingkai suasana, alunan gamelan Jawa disertai tarian klasik keraton mulai dipertunjukkan.

IMG_5623IMG_9515

IMG_9971

IMG_5893Perhelatan belum usai karena resepsi digelar pada keesokan malam hari. Busana pengantin corak Solo Basahan berwarna kehijauan terkesan anggun saat kedua mempelai bergandengan tangan sembari berjalan, dipandu oleh seorang yang berbusana Adipati Keraton, memasuki area resepsi. Alunan gamelan dengan tarian klasik Jawa menjadi sebuah pagelaran indah yang membingkai kebahagiaan Ajeng dan Jodi.

IMG_5679IMG_5782IMG_7051

Keagungan suasana didekorasi cantik, sehingga bisa dinikmati tamu undangan mulai dari pintu masuk, foyer, hingga area tempat resepsi. Penuh elemen ukiran klasik dengan tema warna merah, keemasan, serta sentuhan kehijauan.

IMG_5650 copy

Para tamu juga bisa berfoto di area photo booth dengan kereta kencana dihiasi taman bunga. Bukan hanya suasana klasik Jawa, karena para tamu undangan juga dihibur lagu-lagu cinta yang dilantunkan vokalis Andien dan Judika.

IMG_6398

Venue: Hotel The Darmawangsa
Dekorasi: Watie Iskandar
Foto: Yuliano Photography
Busana & rias pengantin: Tinuk Riefki
Weding Organizer: Big Enterprise
Undangan: Kartu Reva

 

LEAVE A REPLY