Kain Tapis yang Begitu Eksklusif

0
485
Kain Tapis Lampung

Ragam jenis wastra nusantara memang begitu kaya. Sebut saja batik yang semakin mendunia, kain ulos dengan beragam motif hingga kain tapis yang begitu eksklusif. Yang disebut terakhir ini adalah wastra dari provinsi Lampung, Sumatera. Disebut eksklusif karena jarang ditemukan dua lembar kain tapis yang memiliki motif identik alias sama persis.

Kain tapis memiliki keindahan dan keunikan. Selain coraknya yang muncul melalui sulaman benang emas dan perak yang dikerjakan dengan teknik sulam unik, material tenun yang merupakan bahan dasarnya, juga membuat kain ini begitu indah.

Tapis itu motifnya semua dikerjakan secara manual, dengan tangan. Sehingga kain yang dihasilkan tidak bisa sama persis antara yang satu dengan yang lain,’’ kata Roslina Daan, Ketua Himpunan Perajin Kain Tapis Lampung (HPKTL). Dari catatan jejak sejarah kain tapis masa lampau, tidak kurang dari 200 motif tapis terdapat di Lampung

Namun kini, dari dua ratusan motif dan jenis kain tapis yang dahulu pernah ada di berbagai etnik Lampung, saat ini tidak lebih dari tiga puluh motif dan jenis yang masih dikenal dan dibuat oleh para perajin. Bahkan diantaranya kini terancam hilang dan nyaris punah.

Hal ini dikarenakan rumitnya pengerjaan, dan lamanya waktu untuk membuat satu jenis kain, karena jenis kain ini tidak bisa diproduksi dengan mesin. Untuk membuat  satu lembar tapis Lampung paling tidak diperlukan waktu hampir tiga bulan hingga satu tahun.

Tergantung dari waktu luang sang perajin, yang dikerjakan sebagai sambilan di sela-sela waktu senggang. Selain itu, pergeseran gaya dan selera berbusana dari masyarakat Lampung sendiri, yang banyak menyerap bergulirnya gaya modernitas, tidak lagi menganggap tapis sebagai elemen busana yang wajib dimiliki.

Jenis dan ragam tapis dibedakan berdasarkan motif maupun penggunaannya. Salah satunya adalah tapis untuk pengantin. Jenis tapis yang dipakai pengantin adalah tapis Dewa Sano, yakni berupa sarung pengantin yang cantik, disulam dengan benang emas yang tebal serta penuh, dan dihiasi dengan koin antik pada bagian bawahnya.

Jenis tapis yang fungsinya sebagai busana pengantin atau acara formal kalangan bangsawan adalah tapis balak. Jenis tapis ini memiliki sulaman benang emas yang penuh dan motifnya hampir menyerupai ragam hias batik Jawa motif ceplok atau kawung.  Tapis balak merupakan sarung untuk upacara resmi atau adat formal di daerah Lampung Tengah dan Lampung Timur.

Sebagai busana pengantin, bagian bawah sarung  tapis dihias dengan uang logam kuno. Sebagai padannnya, tapis pengantin dikenakan bersama dengan blus tunik sutera putih dan selendang, bagian dada dan bahu dihias dengan kerah renda putih. Sebagai pelengkapnya, hiasan kepala menggunakan mahkota besar keemasan, serta sejumlah kalung, gelang, cincin, gelang kaki, dan sabuk emas yang terkesan mewah.

Ragam motif tapis lainnya, yang cukup mudah dikenali, adalah pucuk rebung. Sesuai dengan namanya, ragam hiasnya berbentuk lancip segitiga, seperti pucuk rebung. Pada bagian tertentu dari tapis pucuk rebung dihiasi sulam bermotif wajik, atau dikombinasikan dengan ragam motif lainnya, namun tidak terlihat dominan. Motif pucuk rebung sangat populer di Lampung. Motif hias ini dipercaya memberi makna yang baik, dan bermanfaat untuk selalu tumbuh dan berkembang bagi pemakainya.

Tapis umumnya digunakan sebagai sarung.  Tapis dililitkan ke bagian pinggul sampai mata kaki. Sebagai padanannya, sarung dapat dikenakan dengan kebaya dari sulam usus atau baju kurung.  Selain itu, perempuan Lampung dulunya juga kerap memakai tapis dengan melilitkannya dari bawah ketiak dan menutup dada hingga sebatas betis (mirip kemben).

Saat ini mulai dibuat  tapis skirt, yakni tapis modern dirancang khusus untuk dipakai sebagai rok bersiluet A-line yang dijahit. Umumnya tapis semacam ini terbuat dari bahan yang lebih ringan. Namun demikian, ragam hiasnya tetap dibuat dengan teknik cucuk tekat yang tampak semewah tapis kuno.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here