Langsung Praktik, Bella Donna Group Gelar Seminar Pernikahan Adat Jawa

0
83
Seminar Pernikahan - Pernikahan Adat Jawa
Para model peraga Prosesi Pernikahan Adat Jawa - Dok. Bella Donna/ Elsa

BELLA DONNA GROUP sukses menggelar seminar sehari tentang prosesi pernikahan Adat Jawa di Jakarta Design Center, Jumat (25/8). Bukan seminar biasa, acara ini mencoba memperlihatkan prosesi adat pernikahan Jawa Solo dengan lebih real, yakni menggunakan model sebagai pelaku upacara. Ini merupakan wadah bagi para wedding organizer untuk mengetahui lebih banyak tentang setiap syarat dan runtutan dari prosesi adat Jawa, mulai dari acara siraman sampai upacara panggih.

Prosesi pernikahan adat Jawa yang dipandu oleh Maria Imma Retno dan diperagakan langsung oleh model-model dari Sanggar Rias Andaya Puri ini dimulai dari Pasang Tarub secara simbolis. Prosesi pasang tarub mengandung makna gotong royong kedua orangtua yang menjadi pemangku hajat. Tatacara ini merupakan ajaran Ki Ageng Tarub, salah satu leluhur raja-raja Mataram.

Setelah selesai, acara berlanjut dengan peragaan prosesi siraman, yakni sebuah prosesi guna menyucikan diri calon pengantin baik lahir maupun batin. Sudut untuk kelangsungan prosesi siraman pun didekor khusus oleh Setyanto, membuat suasana menjadi lebih sakral dan khitmat. Menariknya, para peserta seminar juga diajak untuk terlibat dengan ikut melakukan siraman kepada calon mempelai wanita.

Tidak berhenti di situ, acara seminar semakin seru ketika orang tua mempelai wanita memeragakan prosesi Sade Dawet (menjual dawet). Para peserta masing-masing diberi koin untuk membeli dawet. Koin yang telah terkumpul pada akhirnya akan diberikan kepada kedua pengantin sebagai simbol pemberian bekal orang tua untuk keberlangsungan rumah tangga anaknya.

Upacara Panggih atau temu pengantin menjadi prosesi penting yang tidak kalah seru dari prosesi sebelumnya. Dalam prosesi Jawa, panggih merupakan puncak acara. Urutannya mulai dari balangan gantal, ngidak tigan (injak telur), sinduran, bobot timbang, ngombe rujak degan, kacar-kucur, dulangan, hingga ngabekten (sungkem).

“Ini merupakan upaya untuk melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia, yang kini sudah mulai ditinggalkan. Kalau ditanya, anak muda lebih memilih pernikahan tema internasional dibanding adat karena lebih simpel. Padahal upacara adat menyimpan filosofi dan nilai yang berharga yang harus dijaga,” ujar Diany Pranata, selaku WO dan owner Bella Donna Group.

Kabar baiknya, seminar ini akan berlanjut ke prosesi-prosesi adat pernikahan daerah lainnya, seperti Palembang, Betawi, Tionghoa dan lain-lain. Nah, ada diskon 50% untuk setiap orang yang sudah mengikuti seminar prosesi adat Jawa ini.

ELSA FATURAHMAH

LEAVE A REPLY