Menjelajah Jailolo

0
635
Foto: Bary Kusuma

Jailolo merupakan salah satu teluk yang berada di Ibu Kota Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, yang memiliki pemandangan luar biasa. Untuk menuju ke sana, Anda yang menetap di Jakarta harus transit di Ternate terlebih dahulu untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan kendaraan umum yang tersedia. Dari Jakarta, beberapa penerbangan yang melayani rute Jakarta-Ternate diantaranya adalah  Batavia Air, Garuda, dan Sriwijaya Air.

Setelah mendarat di Ternate, perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Bastiong Ternate. Jarak bandara ke pelabuhan ini cukup dekat. Anda bisa memilih angkutan umum dari bandara dengan ongkos Rp3.000,-–Rp5.000,- atau menggunakan taksi dengan ongkos yang lebih mahal—sekitar Rp50.000,-. Agar tidak terlalu sore tiba di tujuan, dari Jakarta sebaiknya memilih penerbangan pertama.

Rute Ternate menuju Jailolo dilayani oleh kapal motor dan speedboat, yang akan berangkat jika sudah penuh. Waktu tempuhnya sekitar satu jam. Jadi, jika tiba di Ternate sore hari, dikhawatirkan sudah tidak ada kapal menuju Jailolo karena sore hari cuaca kurang mendukung untuk perjalanan laut.

Jailolo sendiri termasuk daerah terpencil. Jadi sarana transportasi masal belum tersedia. Untuk bisa menikmati semua objek wisata di Jailolo, disarankan untuk menyewa mobil. Tarifnya Rp 550.000,- per hari (sudah termasuk bahan bakar dan sopir). Untuk menyewa mobil, kita bisa meminta bantuan pihak hotel atau guest house.

OBJEK WISATA
Semua objek wisata yang disebutkan tidak berbayar. Karena tidak ada angkutan umum menuju objek wisata ini, kita sebaiknya menyewa mobil. Berikut ini adalah objek-objek wisata yang bisa kita nikmati di Jailolo. Letak objek-objek ini memang tidak terlalu jauh. Jadi kita bisa mengelilingnya dalam sehari.

Festival Jailolo

Foto: Bary Kusuma
Foto: Bary Kusuma

Waktu yang tepat untuk mengunjungi Jailolo adalah saat diselenggarakan festival Jailolo. Festival ini biasanya berlangsung pada bulan Mei dan diadakan di samping Pelabuhan Jailolo. Saat itu, Kota Jailolo sangat ramai. Untuk tiba di tempat festival, kita bisa berjalan kaki dari penginapan.

Atraksi utama festival ini adalah Cabarete on the Sea (pertunjukan Cabarete di tepi laut). Sayangnya, atraksi ini kurang gereget karena kurang otentik dengan budaya asli masyarakat Jailolo. Terkesan, pertujukan hanya dibuat untuk memeriahkan acara saja.

Pada pawai masyarakat, Anda akan melihat masyarakat mengenakan pakaian khas daerah dan sajian tarian tradisional. Tarian tradisional yang ditampilkan biasanya adalah Legu Lalai. Tarian khas Halmahera ini ditampilkan dalam acara-acara khusus, seperti penyambutan tamu kesultanan atau sebagai ungkapan rasa syukur atas datangnya panen raya. Tarian ini yang menggambarkan kasih sayang antar-sesama ini manusia ini dimainkan oleh sekelompok penari yang melambangkan sosok pekerja dan putri. Para penari pria dilengkapi payung yang melambangkan simbol melindungi.

Foto: Bary Kusuma
Tari Soya Soya (Foto: Bary Kusuma)

Soya Soya. Tarian perang asal Kayoa ini dimainkan kaum lelaki dan mengisahkan peristiwa yang terjadi pada 1570. Saat itu Sultan Baabullah memerintahkan Kapita Kayoa dan pasukannya untuk merebut jenazah Sultan Khairun yang dibunuh Antonio Premental di Benteng Kastela. Kapita Kayoa akhirnya berhasil merebutnya dan mengepung Portugis selama empat tahun hingga mereka terusir dari tanah Maluku.

Sidangoli

Sidangoli (Foto: Bary Kusuma)
Sidangoli (Foto: Bary Kusuma)


Berlokasi di Kecamatan Jailolo Selatan, dekat Pelabuhan ibu kota Kabupaten Jailolo (jaraknya 10-15 km dari Kota Jailolo ke arah Tabelo, Maluku). Sidangoli juga memiliki pesona alam yang sangat memukau. Di sini kita bisa menikmati pemandangan puluhan pulau kecil yang banyak ditumbuhi bakau. Selat yang memisahkan pulau-pulau mangrove ini dihuni terumbu karang yang cantik dan dapat dilihat jelas dari permukaan. Lalu, kita juga bisa mengunjungi kerajaan burung bidadari (burung endemik kepulauan Maluku) dengan menyusuri pedalaman Sidangoli selama 2 jam.

Loloda

Loloda (Foto: Bary Kusuma)
Loloda (Foto: Bary Kusuma)

Loloda merupakan kepulauan di ujung utara Halmahera yang terdiri atas ratusan pulau-pulau kecil dengan tebing yang indah. Jernih lautnya menyimpan pesona misteri yang menanti para penyelam untuk menyusuri lebih dalam dan melihat keindahan lain di dalamnya. Pada pagi hari sekumpulan lumba berenang memamerkan atraksi indah mereka. Di sini juga terdapat Air Terjun Kahatola, sebuah air terjun yang bermuara di sebuah tebing dan airnya langsung jatuh ke laut.

Loloda bisa dilalui melalui darat dan laut. Agar bisa melihat pemandangan Loloda dengan maksimal, kita sebaiknya menyewa kapal motor kecil di Pelabuhan Jailolo. Tarifnya Rp200.000,-.

Teks & Foto. Bary Kusuma

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here