Inspirasi Dekorasi : Visualisasi Violet

0
371

Nuansa violet yang membingkai apik dekorasi pernikahan terwakili oleh pemilihan bunga dan permainan pencahayaan. Pendaran cahaya ungu lembut berpadu harmonis dengan barisan pohon maple artifisia hingga membentuk sebuah lorong. Pepohonan maple putih ini hadir silih berganti dengan sentuhan dedaunan jingga, menciptakan atmosfer musim dingin nan romantis.

Meja-meja penerima tamu berwarna putih berjajar rapih seolah siap menyambut tamu undangan dengan penuh rasa suka cita. Kesan klasik direpresentasikan melalui permainan ornamen yang terukir mewah pada dinding bagian kanan dan kiri. Sebagai sentuhan personal, bingkai-bingai foto pre wedding pengantin tergantung di sepanjang lorong menuju ruang resepsi. Dan tentu saja rangkaian bunga-bunga cantik tak akan pernah terlupakan dalam sebuah dekorasi pengantin.

Bunga casablanca yang bermekaran berpadu dengan mawar putih dan baby’s breath dalam sebuah vas bunga tinggi yang terbuat dari kaca.  Salah satu spot menarik perhatian adalah kehadiran photo booth menyerupai beranda rumah lengkap dengan kursi putih dan meja bernuansa senada. Di atas meja dihadirkan vas bunga tinggi yang berada diantara dua lentera besar sebagai penghias. Sebagai backdrop kuntum-kuntum bunga mawar bermekaran menghiasi dinding belakang kursi.

Di sisi lain, etalase cantik yang layak pula untuk dijadikan spot foto bisa menjadi alternatif lain para tamu untuk ber-selfie. Dua vas bunga putih lengkap dengan rangkaian bunga warna-warni akan menjadi penghias cantik foto Anda.  Area depan panggung pelaminan menjadi pilihan tepat untuk melangsungkan akad nikah.

Meja kaca panjang dengan rangkaian bunga menghiasi tiap sudutnya serta kain songket sebagai penutup meja memberi kesan modern bersentuhan tradisional. Enam buah kursi putih dipermanis rangkaian bunga hijau dan putih, tersusun mengelilingi meja. Sementara untuk para tamu yang hadir dalam upacara akad nikah disediakan kursi tiffanny bening dengan sentuhan pita merah dan emas.

 

Dekorasi : Watie Iskandar Foto : Dokumentasi Watie Iskandar Teks : Theresia Triomegani 

LEAVE A REPLY