Warna-Warni Indonesia dalam Merajut Nusantara karya Vera Kebaya

    0
    121

    Kekayaan negeri ini memang tak terbantahkan. Mulai dari panorama, budaya, kuliner hingga adat istiadat, semua menyimpan keeksotikan sendiri. Sebuah tradisi pernikahan sebagai salah satu ‘harta’ yang terkandung dalam bumi pertiwi ini pun menjadikannya sebagai warna-warni kekayaan akan keberagaman. Betapa tidak, setiap suku memiliki tradisi pernikahan masing-masing.

    Sebuah pagelaran pernikahan tradisional bertajuk Merajut Nusantara, dipraksai oleh Vera Anggraini dengan labelnya Vera Kebaya, didukung oleh fotografer Darwis Triadi, videografer Wiki Lee, penata tata rias Irwan Riady, Adi Adrian, Anpasuha, Mamie Hardo, Des Iskandar, Emil  Eriyanto serta rekan-rekan lain yang cinta akan tradisi budaya Indonesia, digelar kemarin.

    Vera menampilkan 40 kebaya pernikahan Nusantara, dari Aceh hingga Papua, yang disiapkannya selama 4 bulan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia. Tanpa mengesampingkan pakem asli yang melekat dalam tiap adat, Vera menawarkan ragam kebaya dengan sentuhan yang menawan.

    Vera membagi karyanya dalam 3 babak yaitu Khatulistiwa, Jawadwipa dan Swarnadwipa. Khatulistiwa merupakan 13 koleksi kebaya dari Surabaya dan Indonesia Timur.  Jawadwipa adalah 12 koleksi kebaya Jawa yang siluetnya kebaya encim dan kutubaru. Swarnadwipa menjadi penutup rangkaian sekuens dengan penuh keagungan akan keindahan budaya Indonesia.

     

    Vera bermain dengan beragam bahan seperti brokat, beludru, tenun, organdi tile serta warna emas, hijau, merah, marun, biru, ungu dan silver menjadi warna-warna yang menghias desain kebaya yang ditampilkan. Bentuk dan pola seakan diramu di atas keindahan kain tradisional dari masing-masing daerah dalam rentang warna yang kaya akan seni.

    Pagelaran kebaya ini bertambah istimewa dengan kehadiran nada etnik pentatonik KuaEtnika pimpinan Djaduk Ferianto.

    Rangkaian kegiatan Merajut Nusantara terdiri dari peragaan busana, penerbitan buku, pembuatan film dokumenter, situ digital, kajian dan diskusi, serta pameran di dalam dan luar negeri.*

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here