Yuk! Saatnya Kita Berlari Cepat ke Pantai Pulau Merah

0
29

Spot wisata yang bisa menyejukkan mata memang tak hanya laut, danau dan hamparan pepohonan rindang. Pantai pun bisa jadi pilihan. Pantai Pulau Merah, misalnya.

Yang bikin menarik keberadaan pantai ini adalah Pantai Pulau Merah bukanlah pantai tersembunyi yang sulit dijangkau. Akses menuju titik wisata ini sudah terhampar jalanan mulus, ada papan petunjuk jalan. Jadi oke lah untuk bertandang ke pantai yang ada di Banyuwangi ini.

Letaknya sendiri sekitar tiga jam dari pusat kota Banyuwangi. Dan serunya, sepanjang perjalanan menuju pantai dengan pasir putih ini, pandangan mata tak luput dimanja pemandangan perkebunan buah naga, jambu Kristal dan jeruk.

Haus dahaga tapi belum sampai-sampai juga?

Mampir saja dan silahkan beli buah-buah tersebut, karena selain manis, kita bisa menikmatinya dengan tiupan angin berhembus sepoi-sepoi. Adem…

Keindahan biru pantai yang memerah di sore hari.
(Foto: hargatiket.net)

Tapi sebenarnya apa keunggulan Pantai Pulau Merah? Kenapa juga disebut seperti itu padahal pantainya punya pasir putih?

Nah, ternyata dulunya pantai ini bernama Pantai Ringin Pintu.

Disebut ‘Pulau Merah’ karena ada bukit setinggi 200 meter menjorok dari tepi pantai dan bertanah sangat merah. Padahal tanah merahnya gak kelihatan karena ketutupan tumbuh-tumbuhan. Demikian lansiran dari Good News from Indonesia.

Kemunculan nama ‘Pulau Merah’ versi lainnya konon berasal dari banyaknya warga sekitar yang pernah melihat kilatan cahaya warna merah di pantai tersebut. Errrr.. Gak ada rincian itu warna merahnya menyemburat karena apa.

 

Baca Penting! Jangan Sampai Lupa 7 Jurus Saat Traveling Ini

 

Pastinya bertandang ke pantai ini haruslah tak sekadar menjejakkan kaki di pantai saja, tapi sempatkan menyeberang ke bukit 200 meter tadi. Dan, sangat disarankan banget untuk menjejak kaki di pantai setelah pukul empat sore.

Kenapa?

Karena pas menyeberang, saat kita lihat ke bawah, mata bakalan menikmati hamparan banyak biota laut yang unik begitu air laut surut. Tentu saja jangan sampai lupa juga untuk memakai alas kaki, biar gak menginjak biota-biota laut tersebut.

Suka berenang atau berselancar?

Jangan berenang di pantai ini! Mengingat tinggi ombak ngeri, sekitar 2-4 meter. Jika ingin berselancar, bolehlah. Karena memang pantai ini adalah pantai favorit para peselancar – apalagi kalau bukan karena dasar pantai gak punya banyak karang. Jadi aman banget.

Gak bawa papan selancar? Silahkan menyewa papan dengan harga kisaran 50 ribu rupiah. Kalau mau belajar selancar juga bisa. Kisaran harga menyewa instruktur sekitar 150 hingga 200 ribu rupiah.

Untuk kalian yang suka foto-foto, selain foto-foto pantai dan bukit, jangan kelupaan berfoto di Pura Tawang Alun. Pura ini adalah satu-satunya bangunan yang utuh tak hancur saat tsunami menyerang pada 1994 lalu.

Oh ya, tarif masuk pantai ini pun terbilang ekonomis. Hanya delapan ribu rupiah saja.

 

 

 

 

 

O.J.

Sumber: GoodNewsfromIndonesia / Foto: yourou.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here