Sensasi Menikmati Plesir Senja di Bengkulu

0
16

Saat mendarat di Pelabuhan Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu. Suasana sepi dan hening pasti ditemui.

Cocok bagi yang ingin berlibur dengan suasana kota yang tenang, karena Bengkulu terletak di pesisir barat Pulau Sumatera yang berhadapan dengan Samudera Indonesia.

Pantai Panjang

Tempat ini jaraknya cukup dekat dari pusat kota, hanya 2 Km. Disebut ‘pantai Panjang’, karena panjangnya mencapai 7 Km, berupa pantai landai berpasir yang menghadirkan suasana hening, tenang. Sepanjang pantai tumbuh pohon kelapa.

Tempat paling favorit bagian dari pantai Panjang adalah pantai Zakat, Tapak Paderi, dan  Nala.

Pantai Nala punya keunikan di sepanjang pantainya banyak ditumbuhi pohon cemara. Sekitar tiga daerah pantai tersebut juga banyak hotel dan penginapan yang nyaman sebagai tempat peristirahatan.

Fasilitas penunjang lainnya, dapat kita temui di kawasan ini seperti jogging track, GOR (Gelangang Olah Raga), Voli Pasir, swalayan besar, outbond dan Café.

Benteng Marlborough

Jika kita bergerak terus ke arah Utara, Pantai Zakat dan Tapak Paderi, dapat ditempuh dalam 10 menit dari pusat kota.

Pada zaman penjajahan Inggris Tapak Paderi dijadikan pusat Kota Bengkulu.

Peninggalan Inggris yang dapat disaksikan sampai saat ini adalah Benteng Marlborough yang dibangun pada masa pemerintahan Jenderal Yoseph Collet.

Di daerah tersebut juga terdapat perkampungan Cina yang merefleksikan kalau etnis Tionghoa banyak berperan dalam perekeonomian pada kala itu.

Spot sepanjang pantai, dari sudut Pantai Tapak Paderi adalah posisi ideal menyaksikan matahari terbenam. Selain dapat menikmati suasana sunset  yang romantis, kamu juga dapat menikmati pemandangan di sekitar pantai dari tengah danau buatan yang terletak di pinggir pantai dengan menggunakan perahu bebek yang dikayuh seperti sepeda.

Sementara itu, Pantai Zakat juga tak kalah eksotis. Ingin berenang atau mandi, di sinilah tempatnya dari sepanjang Pantai Panjang, bagian pantai Zakat yang diperbolehkan untuk berenang, banana boat atau olahraga air seperti Jet Ski.

 

Kampung Nelayan

Di sisi lain, Pantai Panjang juga sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir di Bengkulu karena terdapat puluhan bahkan ratusan kepala keluarga yang punya mata pencarian sebagai nelayan.

Sore hari menjelang malam, berderet penjual makanan gorengan laut. Dengan bentuk seperti gerobak kayu dicat warna-warni dan diterangi lampu pijar. Dagangan yang ditawarkan beragam, antara lain Salalawa yang menjadi favorit pilihan orang selepas menikmati senja di pantai.

Dengan seribu rupiah per biji, bentuknya seperti baso yang dibentuk bola didalamnya campuran ikan teri dan tepung dapat dinikmati.

 

 

 

 

Bersambung

 

 

 

 

Foto & Teks: Andri Cipto Utomo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here