Inspirasi Tata Rias dan Busana Pengantin Adat Betawi

0
497
busana pengantin betawi
(Kiri) Busana Pengantin Rias Bakal. (Kanan) Pengantin Kebesaran - Sanggar Liza Dok. Majalah Mahligai

Betapa kayanya ragam budaya di Indonesia. Untuk tata rias dan busana pengantin saja misalnya, tiap daerah tentu punya ciri khas tersendiri. Tak terkecuali pada busana pengantin adat Betawi.

Suku asli Jakarta ini memiliki rancangan busana pengantin hasil perpaduan berbagai elemen etnik dari Cina Arab, dan India. Sentuhan ornamen Cina tercermin pada motif bunga, naga emas, burung hong yang dipakai sebagai aksesori kepala pengantin wanita. Pun dengan busana pengantin pria seperti gamis atau jubah yang identik dengan busana Arab dan India.

Meskipun terjadi beragam modifikasi dari segi bahan garis rancangan busana, namun tak dipungkiri busana pengantin Betawi tetap lestari hingga kini.

Sebelum berbicara lebih lanjut seputar busana pengantin adat Betawi, sebaiknya pelajari dulu istilah kosa kata menyangkut tata busana dan rias rambut untuk pengantin. Bagi orang awam istilah tersebut mungkin terasa sulit untuk dipahami. Agar Anda tidak semakin bingung, berikut ini kami hadirkan kamus kecil guna memudahkan Anda dalam memahami busana pengantin Betawi.

Istilah Busana Pengantin Wanita

busana pengantin betawi
Ilustrasi Busana Pengantin Adat Betawi
Foto: Dok. Mahligai

Tuaki
Baju bagian atas yang biasanya berhias sulaman dan manik-manik indah, berleher bertutup atau berkerah Shanghai sehingga sekilas seperti baju None Cina

Kun
Rok bawah yang potongannya melebar pada bagian bawah. Busana kun dipadankan dengan ruaki untuk prosesi pengantin Rias Besar.

Delime Betawi
Hiasan penutup dada yang dikenakan di atas Tuaki. Delime Betawi juga lazim disebut Teratai Betawi, karena bentuknya yang mirip kelopak bunga betawi yang terdiri dari delapan potong sebagai penanda aplikasi khas Betawi.

Perahu kolek
Alas penutup kaki berupa selop ujungnya lancip mirip perahu kolek. Biasanya berhias tatahan manik-manik emas dan disebut selop kasur.

Sanggul buatun
Sanggul rias besar dimana rambut pengantin digulung ke atas mriip stupa. Sebagai aksesoriinya dihiasi ronce melati serta berbagai detil aksesori.

Siangko
Hiasan dahi yang bentuknya mirip cadar, terbuat dari manik-manik emas yang menjuntai indah menutupi wajah, sehingga juga disebut Siangko Cadar yang dipergunakan untuk busana Rias Besar. Selain Siangko Cadar juga terdapat Siangko kecil bentuknya menyerupai mahkota atau disebut juga sisir galu yang dipasang di ubun-ubun.

Burung Hong
Hiasan berupa rusuk berukuran agak panjang, bagian ujungnya terdapat replika berbentuk Burung Hong khas aksesori dari Cina.

Kembang
Istilah ini menyangkut aksesori kepala, ada kembang goyang, kembang kelape, dan kembang rumput, masing0masing ada aturan cara dan urutan pemakainya.

Istilah Busana pengantin pria

Gamis
Busana panjang dan longgar berkerah Shanghai atau sekarang disebut istilah baju koko namun panjanganya sampai ke mata kaki. Warna gamis lebih muda dan lembut tanpa detil hiasan.

Selempang
Bentuknya seperti selendang tebal dan lebarnya sekitar 15 cm. Dipakai di atas gamis, diselempangkan dari pundak kiri menju pinggang sebelah kanan. Selendang sebagai simbol kebesaran para bangsawan.

Jubah
Disebut jage yaitu pakaian luar yang agak longgar dan terbuka pada bagian depan, sehingga selendang dan gamisnya agak kentara. Panjang jubah sekitar 10 cm lebih pendek dari gamis. Biasanya terbuat dari beludru namun kini sudah semakin banyak ragam dan jenis pilihan banhan.

Alprie
Penutup kepala khas haji yang menyatu dengan kain surban yang digulung indah. Pada bagian kiri diberi hiasan untai melati dengan aksen mawar di bagian atas, serta bunga cempaka bagian ujungnya.

Ragam Busana Pengantin Betawi

Pengantin Betawi Klasik

Pengantin Betawi Klasik- Sanggar Liza Dok. Majalah Mahligai

Perpaduan warna hitam dan kuning keemasan yang diperkaya detil ornamen bentruk naga pada busana merupakan salah satu pilihan yang tetap disukai untuk menciptakan atsmofer klasik khas gaya Betawi klasik.

Busana Rias Besar

Ilustrasi Pengantin Betawi Busana Rias Besar – Dok. Mahligai Megah Nusantara

Ciri khas utama busana pengantin Betawi ini ada pada nuansa kuning emas yang menghiasi pengantin dari bagian kepala hingga kaki. Busana kaya akan detil elemen seperti sulam benang keemasan, rumbai-rumbai, dan manik-manik membuat ‘none betawi’ yang memakainya tampil mewah dan bersahaja.

Kun, Tuaki & Care Haji
Inilah sebutan untuk seperangkat busana adat yang dikenakan pengantin wanita dan pria acara kebesaran atau resepsi adat. Beragam pilihan ornamen keemasan sebagai simbol citra mewah dan mewah memang menjadi pilihan yang diterapkan pada bahan dasar busana.

Pengantin Kebesaran

busana pengantin betawi
(Kiri) Busana Pengantin Rias Bakal. (Kanan) Pengantin Kebesaran – Sanggar Liza Dok. Majalah Mahligai

Perpaduan warna merah menyala dan kuning emas khas oriental berwujud pada Busana Kebsaran none dan tuan mantu. Komposisi busana diperkaya detil sulam dan elemen aksesori yang menghiasi kepala tampak menyatu indah dipandang. Betapa kaya aksesori mempercantik kepala sang none tusuk bunga, sampai cadar siangko yang semuanya dirancang harmoni.

Rias Bakal
Disebut rias bakal karena busana tata rias rambut terlihat lebih simpel. Lazimnya rias bakal dikenakan pada saar prosesi menjelang akad nikah. Sanggul sawi asin dengan hiasan ronce melati dan kembang goyang mempercantik kepala sang putri. Busana model baju kurung bertabur manik-manik lengkap dengan lidah-lidah menghiasi dada. Untuk bawahan bisa memadukan beragam pilihan kain seperti batik motif Betawi, songket Palembang, atau Padang dalam warna senada.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

 

LEAVE A REPLY