Hantaran Beserta Maknanya dalam Prosesi Lamaran Adat Manado

0
108
Hantaran manado
Foto. Andri Cipto Utomo. Dok,. Majalah Mahligai

DI Indonesia yang kental akan adat ketimuran, adalah hal lumrah jika saat bertamu kita membawa buah tangan untuk sang tuan rumah. Selain sebagai bentuk penghormatan, tuan rumah tentu akan merasa senang dan tidak direpotkan dengan kehadiran tamu yang datang. Tradisi memberikan barang atau buah tangan saat bertamu ini juga berlaku pada prosesi lamaran.

Saat prosesi lamaran atau meminang lazim halnya sang calon mempelai pria datang ke ke kediaman calon mempelai wanita dengan membawa barang-barang tertentu atau biasa disebut hantaran. Hampir semua daerah di Indonesia memiliki tradisi sendiri dalam prosesi lamaran atau meminang yang disertai dengan membawa hantaran ini. Sebut saja seserahan (jawa), bertukar tando (minang), jujur (batak) dan maatar patilian (banjar).

Hantaran sendiri merupakan bentuk penghormatan keluarga mempelai pria terhadap calon mempelai wanita yang disimbolkan melalui materi atau barang. Selain membawa barang-barang yang menjadi favorit calon mempelai wanita, setiap jenis hantaran yang diberikan ternyata memiliki makna tersendiri.

Dalam pernikahan adat Minasaha, ada beberapa benda yang wajib dibawa saat prosesi lamaran. Namun, seluruh benda hantaran yang dibawa tidak serta merta diterima langsung kepada pihak wanita. Bahkan pada tradisi Maso Minta, lazim melakukan tawar-menawar oleh perwakilan pihak wanita dan pihak pria perihal benda hantaran. Tidak hanya itu prosesi ini juga lazim dilakukan “Pepeko’an” istilah untuk menghitung jumlah hantaran apakah sudah sesuai keinginan pihak keluarga calon wanita atau belum.

Berikut ini adalah beberapa benda hantaran dalam prosesi lamaran adat Manado, beserta maknanya.

pernikahan adat minahasa
Kelapa dan umbi-umbian – Dok. Mahligai

Hasil Bumi

Hasil bumi di sini berupa padi, umbi-umbian, kelapa, serta kacang panjang yang masing-masing merupakan simbol kesuburan. Ada pula hantaran berupa sirih dan pinang yang melambangkan kehidupan keluarga serta masyarakat, dan buah-buahan terutama pisang yang menjadi simbol dari hasil kerja dan keringat pria. Sedangkan gelas bambu (kower) juga diberikan yang melambangkan kesederhanaan.

Ikan Bakar

Bagi orang Manado, kemampuan ikan sebagai hewan yang mampu berenang di lautan Bagi merupakan lambang dalam mengarungi kehidupan. Bahkan sampai sekarang masih ada pasangan yang menempelkan ekor ikan yang telah dipotong di tiang rumah sebagai lambang kekuatan. Tak heran bila ikan bakar akan dimasukan sebagai salah satu benda wajib hantaran saat melamar.

Kain Tenun Bentenan

Seperti halnya batik yang khas dari Jawa, Tenun Bentenan merupakan kain asli Minahasa. Bentenan sendiri merujuk pada nama daerah di mana ditemukannnya kain ini untuk kali pertama pada tahun 1900-an. Proses pembuatan yang rumit membuat kain ini sangat mahal ketika sampai dipasaran. Bahkan saking berharganya, kain tenun bentenan ini digunakan sebagai emas kawin.

Perhiasan

Lambang dari berharganya sang gadis. Seperti halnya perhiasan yang kerap dijaga dan disimpan dengan kasih, demikian juga dengan istri yang sudah sepatutnya untuk dijaga, dihargai, dan dikasihi.

Kue Manado

Terdiri dari beberapa kue khas Manado seperti panada, cucur, apang coe, lalampa, wajik, dan lain sebagainya. Kebiasaan masyarakat Minahasa terutama pada acara khusus adalah membawa kue khas manado yang buatan sendiri.

Perlengkapan Rias

Digunakan sang gadis pada saat hari pernikahannya nanti. Berisi beragam macam keperluan rias seperti bedak, lipstik, dan lain sebagainya

Perlengkapan Pakaian

Kebutuhan pakaian si calon mempelai wanita seperti pakaian dalam  dan  pakaian tidur.

Perahu Layar Berbingkai Emas

Melambangkan biduk rumah tangga yang penuh cinta dna tangguh mengarungi kehidupan di dunia yang luas. (*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY