Cantiknya Baju Bodo dari Bugis Makasar, Busana Adat Tertua di Dunia

0
195

Bila selama ini kita lebih akrab dengan kebaya sebagai identitas busana nasional, maka sebelum diklaim sebagai karya bangsa lainnya, sudah sepatutnya kita mengenal ragam busana Nusantara yang juga merupakan salah satu ikon busana nasional, Baju Bodo.

Percaya atau tidak, ternyata baju adat yang berasal dari Bugis Sulawesi Selatan ini merupakan salah satu busana tertua di dunia. Paling tidak begiu menurut salah seorang perancang busana terkenal Indonesia, Oscar Lawalata. Pada 2007 lalu, Ia pernah mencoba mempopulerkan keindahan baju bodo dan tenun ikat Makasar ke kancah nasional maupun internasional.

Busana ini sudah secara turun-menurun dipakai perempuan Bugis, Sulawesi Selatan, berabad-abad silam. Kata bodo itu sendiri diambil dari bahasa setempat, yang berarti tak berlengan. Dahulu, para perempuan akan memamerkan baju bodo mereka pada pesta besar seperti pernikahan. Namun zaman sekarang ketika pilihan baju pesta semakin moderen, keturunan Bugis Makasar hanya mengenakan baju bodo saat menikah atau pada acara tertentu.

Padahal dahulu, menurut tradisi suku-suku dari Sulawesi Selatan terdapat aturan-aturan dalam mengenakan baju bodo. Baik dalam model maupun warna, masing-masing menunjukan simbol dan status sosial sang pemakai. Wanita yang telah menikah biasanya mengenakan baju bodo panjang. Sementara para gadis mengenakan baju bodo pendek. Pun dengan pilihan warna baju bodo. Tiap warna memiliki peruntukan masing-masing, seperti berikut ini :

Hijau hanya untuk keluarga bangsawan
– Jingga untuk anak perempuan usia 10 tahun
– Merah cabe atau jingga untuk gadis remaja
– Merah tua untuk wanita yang sudah menikah
– Ungu untuk janda
– Hitam untuk yang sudah lanjut usia
– Putih untuk inang pengasuh

Ciri Khas Baju Bodo

Pengantin Negeri
Dok. Mahligai

Meskipun secara keseluruhan baju bodo terkesan sederhana, namun disitulah justru letak keunikannya. Ciri khas busana ini ada pada siluet longgar dan lebar, berbentuk segi empat, tanpa lengan, dan panjangnya bisa sampai sebatas pinggang bawah.

Sisi samping baju dijahit kecuali bagian atas yang digunakan untuk memasukan lengan tangan. Sementara pada bagian tengah atas dilubangi untuk memasukkan kepala sekaligus merupakan leher baju.

Pada umumnya, baju bodo terbuat dari bahan sutera tipis atau serat nanas yang menerawang. Sehingga saat dipakai akan terlihat gelembung bervolume yang menyerupai balon. Kesan volume ini juga yang membuat baju bodo semakin unik mudah dikenali.

Busana  Adat Lengkap Baju Bodo

  1. Untuk acara resmi kebesaran adat, maka lazim menggunakan busana adat lengkap dengan mengenakan dengan aturan seperti pakaian berikut :
  2. Sarung adat berukuran lebar terbuat dari tenun sutera berwarna cerah.
  3. Ikat pinggang emas dengan pending (kepala ikat pinggang) yang penuh dengan hiasan-hiasan berupa batu-batuan atau manik-manik.
  4. Baju bodo yang tipis terbuat dari serat nanas atau sutera: warna dan panjangnya tergantung dari kedudukan atau status si pemakaianya.
  5. Perhiasan yang berlebih-lebihan terdiri dari serabut emas dan keping-kepingan emas yang dicetak; anting-anting, kalung-kalung, sepasang pembalut pergelangan warna kuning emas lebarnya sekitar 13 cm yang menutupi sebagian besar lengan bawah, dan dipergunakan juga gelang lengan atas.
  6. Menggunakan sanggul yang letaknya agak ke bawah bagian kepala, dihiasi dengan sebuah tusuk sanggul keemasan berukuran besar. Hiasan rambut lainnya berupa kuntum bunga palsu dari kain satin sutera, kemudian disematkan ikat rambut berukuran setengah lingkaran yang dipakai membujur di kepala yang dihiasi dengan duri-duri keemasan.(*)

 

Foto Utama : Ilmira (tengah)
Busana seluruhnya: Mahdaliah Makkulau. Anting, kalung & gelang: Mahdaliah Makkulau. Mahkota: Sanggar Rias Tien Santoso. Caroline (kanan)
Atasan: Mahdaliah Makkulau. Rok: Sanggar Rias Tien Santoso. Aksesori: Mahdaliah Makkulau. Bona (kiri). Atasan: Mahdaliah Makkulau. Rok: Sanggar Rias Tien Santoso. Aksesori: Mahdaliah Makkulau

Teks. Tim Mahligai Indonesia

 

LEAVE A REPLY