Pulau Sumatra dengan segala keunikannya menyimpan beragam budaya khas yang memesona. Tak terkecuali di Kepulauan Riau. Kepulauan yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia ini masih memiliki budaya Melayu yang kental. Hal itu dibuktikan melalui busana pernikahan yang sangat khas dengan sentuhan Melayu.

Untuk kalangan bangsawan, lazimnya pengantin akan mengenakan busana berwarna kuning keemasan dan merah. Kuning merupakan warna yang melambangkan kekuasaan dan kemegahan kerajaan. Sementara warna merah menjadi simbol kebahagiaan dan suka cita.

Kemegahan dan keagungan tradisi tercermin ketika seorang Melayu kelas bangsawan menyelenggarakan pesta perkawinan. Mereka akan mengenakan pakaian Melayu selengkap-lengkapnya khususnya bagi si pemangku hajat dan kedua mempelai. Untuk lebih jelasnya, kami akan mengulas apa saja ciri khas busana pengantin Kepulauan Riau.

Busana Pengantin Wanita Kepulauan Riau

Busana pengantin wanita Kepulauan Riau terdiri dari kebaya panjang dengan bukaan depan, berbalut kain tenun warna senada, serta selendang yang terlampir di pundak. Busana ini terbuat dari kain tenun dengan beragam motid bertema tiga unsur seperti, ragam hias kuntum bunga, daun, dan akar pohon. Ketiga unsur tumbuhan tersebut adalah simbol dari kesuburan, kemakmuran, dan keselarasan.

Selain itu, busana pengantin wanita Kepulauan Riau juga kerap menggunakan motif hias yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, itik pulang perang ataupun semut beriring yang bermakna gotong royong, keberanian, dan kebebasan. Adapun warna pakaian yang dikenakan beraneka ragam mulai dari merah, biru, kuning, sampai hitam.

Sebagai pelengkap penampilan para wanita biasanya menggunakan selendang yang dilampirkan di atas bahu kiri, dengan rambut tersisir rapi dan disanggul berbentuk lipat pandan. Sanggul model lipat pandan ini sangat disukai karena terkesan elegan.

Aksesori Pengantin Wanita Kepulauan Riau

Pengantin Sumatra amat terkenal akan kemegahan aksesorinya. Pun dengan aksesori pengantin wanita Kepulauan Riau. Sebutlah seperti sanggul lintang yang terletak tepat di atas ubun-ubun. Sanggul lintang berfungsi sebagai tempat menyematkan kembang goyang, jurai, atau kote-kote yang menjuntai, gandik – semacam mahkota sekaligus penutup kening. Jurai ini sendiri dikenakan pada samping kiri dan kanan kepala, tepatnya di atas telinga. Selain sanggul lintang ada pula sanggul lipat pandan yang letaknya tepat di bawah sanggul lintang.

Mahkota Kepulauan Riau. Sanggul pengantin wanita Melayu Kepulauan Riau selalu penuh hiasan kembang goyang, jurai yang panjang menjuntai hingga dada, dan gandik semacam mahkota yang menutupi kening. Untuk mempermanis penampilan, pengantin wanita Kepulauan Riau juga mengenakan perhiasan lain seperti kalung, gelang, dan cincin.

Pengantin Pria Melayu Kepulauan Riau

Pengantin pria berdarah bangsawan mengenakan baju kurung cekak musang, beserta celana panjang dan samping (kain sebatas lutut yang dililitkan di pinggang). Keseluruhannya terbuat dari kain songket.

Keunikan pengantin pria Kepulauan Riau juga menggunakan penutup kepala, perhiasan kalung, ikat pinggang (pending), serta selempang yang disampirkan di bahu sebelah kanan. Senjata keris yang melambangkan kegagahan dan kewibawaan seorang pria Melayu juga akan diselipkan di pinggang bagian kanan. Sebagai penyempurna, mempelai pria menggunakan tanjak untuk penutup kepala.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

 

LEAVE A REPLY