Busana Pengantin Banjar Galung Pancaran Matahari

0
403
Erak-arakan Pengantin Banjar - Instagram | @oraclephoto

Banjar Galung Pancaran Matahari atau dikenal juga sebagai baju Poko Ba-Amar Galung merupakan busana pengantin paling digemari dan paling populer di kalangan suku Banjar.  Busana yang telah ada semenjak abad 17 ini melambangkan unsur-unsur keanggunan dan kebesaran para raja maupun bangsawan pada masa kesultanan kraton Banjar.

Selayaknya sejarah kebudayaan Banjar, busana pengantin Ba-Amar Galung Pancaran Matahari merupakan perpaduan pengaruh Hindu dan Jawa yang cukp kuat. Hal ini tercermin melalui ornamen berbentuk naga atau halilipan baik pada mahkota maupun tapih/kain pengantin.

Tidak hanya itu, ornamen Kida-kida atau kain penutup pundak dan dada mirip siluet daun lotus juga mencerminkan pembauran budaya tersebut. Sedangkan pengaruh Jawa terlihat pada pemakaian bogam dan ronce melati yang sangat kental dengan tradisi Jawa.

Ciri Khas Busana Pengantin Wanita

rias pengantin banjar
Rias Pengantin Banjar – Dok. Majalah Mahligai

Pengantin wanita menggunakan baju poko lengan pendek, ujung bawah lengan dan busana diberi hiasan manik-manik-manik dan mote serta rumbai. Bagian dada ditutup dengan Kida-kida bentuk bulat segi lima. Sebagai padanan bagian bawah memakai Sarung atau tapih.

Motif tapi adalah kembang setaman, gegetas atau sisik tenggiling dengan pinggiran motif Halilipan merayap ke atas. Sebagai penutup pinggang dipakaikan kayu apu menyerupai sabuk lebar bermotif tradisional Banjar yang berfungsi menutup batasan baju poko dan sarung.

Sanggul

Ciri khas sanggul pengantin wanita Banjar ada pada Amar Galung berupa mahkota keemasan bertabur permata yang menghiasi sanggul. Mahkota bermotif buah nenas dan pancaran matahari. Sanggul dilengkapi kembang goyang serumpun. Hiasan sanggul lainnya berupa bogam beronce, karang jagung, malai muka, malai belakang dan sisir melati.

Tak ketinggalan aksesori seperti anting-anting berjumbai, kalung beberapa jenis yakni kalung cekak, biji kurma, kebun raja, dan tabu-tabu; cincin pagar mayang, kilat bahu bentuk Garuda Mungkur Paksi Melayang, pending emas, gelang tangan jepun, gelang kaki, dan selop tutup bersulam emas.

Tata Rias

Salah satu penanda khas tata rias pengantin adat Banjar Ba-Amar Galung Pancar Matahari adalah paes warna hitam bebentuk gigi haruan (gigi ikan gabus) pada tepi rambut di dahi. Menurut perias pengantin Banjar dilansir Majalah Mahligai, Kawang Yoedha, paes hitam gigi haruan ini merupakan pakem pengantin Banjar yang tak boleh ditinggalkan. Karakter rias lain yang harus ada adalah di tengah alis diberi catik, juga pada bagian ujung alis diberi lalintang yang terbuang dari daun sirih.

Ciri Khas Busana Pengantin Pria

baju pengantin banjar
Busana Pengantin Banjar Galung Pancaran Matahari – Dok. Majalah Mahligai

Busana berupa baju kemeja putih lengan panjang dengan renda di bagian dada. Dipadu jas buka tanpa kancing dan celana panjang. Motif pada celana panjang berupa pucuk rabung dan renda emas. Sementara jas berhias sulaman motif sesuluran atau tali bapilin.

Pada pinggang berbalut sarung sabuk bermotif Halilipan yang melambangkan kebesaran dan keagungan, panjang sarung sabuk setengah paha. Juga menggunakan tali wenang yakni kain berwarna sebagai pengikat pinggang. Pada kepala menggunakan Laung destar tutup terbuat dari kain warna senada dengan sarung sabuknya.

Pelengkap dan Aksesori

Pengantin pria memakai kalung keemasan berbentuk pancaran matahari. Pada pinggang menggunakan pending mas, keris berhias rangkaian bunga melati. Sementara pada leher dan dada dikalungi rangkaian bunga bogam beronce bentuk samban Pancar merah yang terbuat dari mawar dan melati.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

 

LEAVE A REPLY