Pengantin Koto Gadang

0
1430
Busana Pengantin Koto Gadang - Mahligai

Busana pengantin Minangkabau, Sumatera Barat, memilki keragaman yang begitu kaya. Salah satunya adalah busana pengantin adat Koto Gadang. Setiap nagari dan luhak adat (wilayah setingkat desa dan kecamatan) memiliki corak busana adat pengantin sendiri-sendiri.

Ragam busana pengantin Minangkabau bisa dilihat dari bentuk hiasan di kepala. Bila pengantin wanita daerah pesisir Minangkabau pada umumnya mengenakan Suntiang Gadang –yakni hiasan kepala keemasan bersusun tinggi menjulang. Sedangkan pengantin di wilayah darat Sumatera Barat lazim mengenakan hiasan kepala yang lebih sederhana bentuknya.

Koto Gadang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang merupakan wilayah dataran tinggi, dikenal dengan busana adat pengantin yang bentuknya lebih sederhana namun terkesan mewah. Koto Gadang merupakan salah satu nagari yang juga tersohor melahirkan banyak kalangan terpelajar dan birokrat pada zaman kolonial Belanda. Berikut ini ragam busana Pengantin Koto Gadang.

 

Baju Gadang

Busana Pengantin Koto Gadang
Pengantin pria mengenakan Baju Gadang – Mahligai

Pengantin pria mengenakan Baju Gadang dari bahan beludru serta celana panjang longgar. Hiasan penutup kepala berupa saluak marapulai dari kain songket berwarna. Selendang balapak disampirkan di pundak, dilengkapi kain samping dililitkan di pinggang, serta disematkan sebilah keris. Tradisi zaman dulu, mempelai pria biasanya memegang cerutu. Busana ini biasanya dikenakan pengantin pria Koto Gadang untuk upacara akad nikah.

 

Tengkuluk Talakuang

3 Busana Pengantin Koto Gadang
Mempelai wanita mengenakan baju kurung batabue – Mahligai

Mempelai wanita mengenakan baju kurung batabue beludru merah maroon, bertabur hiasan lempeng kecil keemasan, serta balutan kain songket, dan selendang wana senada. Kerudung penutup kepala berupa Tengkuluk Talakuang, dari kain beludru berhias ornamen keemasan, menjadi pusat perhatian. Perhiasan kalung bertumpuk di dada serta Gelang Gadang di pergelangan lengan menambah kesan mewah dan megah.

 

Busana dari Bahan Beludru Biru

Busana Pengantin Koto Gadang
Busana dari Bahan Beludru Biru – Mahligai

Selain warna hitam dan gold yang biasa dipakai mempelai untuk kalangan bangsawan Koto Gadang, kini juga terdapat ragam pilihan warna lainnya. Perpaduan mewah busana beludru warna biru dengan taburan keemasan, dipadukan dengan songket merah cabe, dan hiasan kepala maupun kerudung merah tua. Sesuai tradisi, mempelai pria mengenakan celana bahan songket yang longgar sebatas mata kaki, serta alas kaki semacam sandal terompah dari bahan kulit.

 

Perpaduan Harmonis

Busana Pengantin Koto Gadang
Perpaduan Beludru Hitam Bertabur Ornamen Keemasan – Mahligai

Perpaduan harmonis pada busana beludru hitam bertabur ornamen keemasan yang khas bangsawan Koto Gadang, disandingkan dengan kain songket nuansa warna pink muda. Aplikasi warna ini diwujudkan pada kerudung dan selendang anak daro, maupun kain songket yang membalut mempelai pria atau marapulai.

 

Teks & pengarah gaya:  Dwi Ani Parwati
Foto:  Bogie (Adiza Photography)
Busana Pengantin:  Elly Kasim
Rias wajah & rambut:  Tarabelle
Model:  Tiara, Anda (Look. Inc)
Lokasi:  Marina Batavia

LEAVE A REPLY