Pengantin Melayu Sumatera Timur

0
101
Pengantin Melayu Sumatera Timur
Foto: Dok. Mahligai Indonesia

Etnis melayu Sumatera Timur sebagian besar mendiami daerah pesisir pantai Utara provinsi Sumatera Utara. Wilayah ini dulunya diberi nama Gubermen Sumatera Timur, di mana terdapat antara lain Kabupaten Langkat, Deli/ Serdang, Asahan dan Labuhan Batu. Dari sekian banyak unsur budaya yang menjadi kebanggaan setiap etnis adalah pakaian adat pengantin.

Tradisi Melayu menempatkan upacara pernikahan sebagai peristiwa  yang penting. Busana yang dikenakan pada upacara adat pernikahan Melayu merupakan busana kebesaran, yang dulu merupakan busana kalangan bangsawan kerajaan atau kesultanan. Lazimnya tampil secara lengkap dan indah, mulai dari busana sampai dengan perlengkapan perhiasannya.

Pada upacara pernikahan, pengantin wanita Melayu mengenakan kebaya panjang atau baju kurung hingga di bawah lutut, dipadukan dengan kain tenun atau songket. Kain songket antara lain buatan Batubara. Kebaya panjang dilengkapi dengan hiasan peniti-peniti atau bros bersusun tiga warna keemasan. Warna kuning menjadi kebanggan yang mencitrakan kelas bagsawan. Selain kuning, warna adat yang juga kerap dipilih sebagai bahan busana pengantin adalah hijau dan merah marun.

Pengantin pria Melayu menggunakan busana adat sangat khas, disebut Teluk Belanga. Busana ini terdiri atas baju kemeja berkrah cekak musang, berseluar (celana panjang) longgar, dan bersamping – yakni kain songket sebatas lutut yang dililitkan pada pinggang.

Kain songket pengantin Melayu bercorak khas dan indah. Sebutlah seperti pucuk rebung, awan larat, bunga bintang, bunga pucuk, bunga mahkota raja, dan sebagainya. Motif-motif yang berkaitan dengan kekayaan alam konon melambangkan kesetiaan, kemuliaan dan harapan yang baik. Kedua mempelai menggunakan alas kaki berupa selop sewarna dengan baju.

Baca Artikel Ini: Inspirasi Kebaya Modern dengan Kemewahan Songket Palembang

Teks: Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY