Rupa Busana Pengantin Pegon Suroboyo

0
48
Pengantin Adat Surabaya
Dok. Mahligai Indonesia

Corak busana pengantin di negeri kita begitu banyak jumlahnya. Dirunut dari sejarahnya, busana pengantin etnik nusantara menggambarkan perpaduan dan akulturasi budaya etnik lokal dengan pengaruh budaya luar. Budaya yang turut mempengaruhi tata rias dan busana pengantin Indonesia antara lain adalah budaya Hindu-Budha, Islam, Tiongkok/ Tionghoa, Arab, dan beberapa kultur barat (Eropa).

Corak busana dan tata rias pengantin Pegon Gaya Suraboyo misalnya, menggambarkan gabungan pengaruh budaya yang ‘komplit’ dari beberapa etnik yang berdomisili di sekitar daerah pinggiran Surabaya, berbagai etnik budaya tersebut, memberi kesan unik pada corak pengantin Pegon Gaya Suroboyo.

Busana pengantin Pegon Suroboyo memang terlihat sedikit berbeda dari pengantin tradisional yang selama ini dikenal. Busana pengantin perempuan lebih mirip seperti busana panjang atau dress perempuan Eropa/ Belanda. Sementara, untuk corak tata rambut, berupa sanggul dengan hiasan untaian melati, mahkota, serta kembang goyang yang khas merupakan pengaruh kultur Jawa. Unsur kultur Arab sangat terlihat pada tatanan busana pengantin pria, yakni jubah panjang dan tutup kepala berbentuk sorban. Berikut ini karakteristik dari corak busana pengantin Pegon Gaya Suroboyo.

Pengantin Wanita

  • Bahan menggunakan sutra Tiongkok atau sutra kombinasi dengan bahan lain, warna lembut dan mengkilap. Warna bahan bisa putih, putih tulang, atau kuning gading.
  • Model terdiri dari dua bagian, yaitu blus atasan dengan kancing atau risliting belakang (bukaan/ kancing belakang). Bagian bawah berupa rok midi/ maxi atau bisa juga diselaraskan mengikuti mode yang sedang tren saat ini.
  • Hiasan sleyer sepanjang busana, dipasang di bahu kiri.
  • Lengan panjang tanpa manset, bentuknya ramping. Memakai kaos tangan (gloves) tipis, serta kaos kaki. Stoking sesuai warna kulit.
  • Sepatu tertutup bertumit tinggi, warna putih atau menyesuaikan warna busana.

    Pengantin Adat Surabaya
    Dok. Mahligai Indonesia

Tata Rambut dan Perhiasan

  • Sanggul bentuk bulat tertutup oleh rajut melati (teplok).
  • Sanggul dipasang karang melok, disematkan di sanggul posisi kiri dan kanan.
  • Sisir melati dipasang di atas sanggul.
  • Hiasan bunga mawar merah dipasang di antara jamang dan sanggul.
  • Kembang goyang sebanyak tujuh buah menghadap ke depan, dan lima buah menghadap belakang.
  • Perhiasan jamang atau mahkota bentuk segitiga dipasang di dahi.
  • Giwang dipasang di kedua telinga
  • Gelang dan cincin permata.

Ronce Melati

  • Tibo Dodo, berjumlah enam lajur dipasang di bagian sisi sanggul sebelah kanan pelipis, menjuntai sampai pinggul, bentuk roncenya bawang sebungkul, bagian ujungnya ndok remek gading kuning dan diberi melati.
  • Sintingan, dipasang di sisi pelipis sebelah kiri, panjang sampai bahu, bentuk roncean bawang sebungkul, ujungnya diberi bunga kantil.

Pengantin Pria

  • Busana model jubah panjang dipadukan dengan celana panjang yang warnanya senada dengan busana pengantin perempuan.
  • Sorban atau penutup kepala yang juga disebut egel dilengkapi roncean melati bentuk bawang sebungkul yang panjangnya sekitar sejengkal, jumlahnya lima untai. Pangkal roncean bunga diberi bunga karang melok (kantil) yang disertai mawar merah, dilengkapi dengan sematan kembang goyang sebanyak dua buah.
  • Selempang bunga melati yang dilengkapi kantil dan karang melok berjumlah lima atau tujuh buah, dipasang dari bahu kanan ke kiri. Bentuk roncean selempang adalah biji timun atau kawung rangkap. Selempang disempurnakan dengan roncean ndok remek (rangkaian kelopak bunga mawar dengan melati di bagian tengah) yang disusun jarang-jarang.
  • Sepatu pantofel atau memakai terompah/ selop.
  • Kaos tangan putih halus.

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY