Tampil Lebih Modern, Begini Modifikasi Busana Pengantin Aceh

0
218
Tampil Lebih Modern, Begini Modifikasi Busana Pengantin Aceh
Foto: Dok. Mahligai Indonesia

Dewasai ini sudah mulai jarang pengantin wanita Aceh yang mengenakan busana pengantin sama persis seperti seharusnya. Baju bagian atas yang seharusnya mengenakan baju kurung, telah diganti dengan kebaya. Dengan demikian masing-masing pengantin bisa berkreasi dengan kebaya sesuai keinginan. Meski demikian, bagian yang boleh dimodifikasi hanya baju atas saja, untuk bagian bawah, harus tetap mengenakan celana panjang hitam. Begitupun dengan songket yang dililit di pinggang, serta ikat pinggang emas, harus tetap dikenakan.

Sementara pengantin wanita bisa sedikit memodifikasi busana pengantinnya, tidak demikian halnya dengan busana pengantin pria. Pakaian busana pengantin pria tidak hanya harus hitam, tetapi juga tidak ada modifikasi sedikitpun. Kelengkapan yang digunakan pun harus tetap sama, hanya songket dan teungkulok saja yang disesuaikan dengan songket yang dikenakan pengantin wanita.

Baca Artikel Ini: Kecantikan Pengantin Wanita Aceh yang Memesona

Berbeda dengan baju kurung yang tidak terlalu banyak detail, kebaya biasanya memiliki banyak detail beads, payet dan lain-lain. Tentunya keindahan dari payet dan detail dari kebaya tersebut ingin ditonjolkan. Sehingga, agar tidak terkesan terlalu ramai dan tidak tumpeng tindih dengan detai dari kebaya tersebut ingin ditonjolkan. Sehingga, agar tidak terkesan terlalu ramai dan tidak tumpang tindih dengan detail kebaya, pengantin wanita yang mengenakan kebaya sebagai pengganti baju kurung, biasanya menanggalkan perhiasan yang dikenakan di seputar dada, seperti kalung Keutab lhee lapeh maupun Taloe Takue Bieng Meui, digantikan dengan kalung yang lebih kecol, namun tetap memiliki ciri khas Aceh.

Pemakaian Culok ok pun biasanya sedikit dikurangi, sehingga tidak terlalu penuh. Akan tetapi aksesori lain seperti subang, gelang tangan, juga gelang kaki harus tetap dikenakan dengan lengkap. Dengan demikian kecantikan dan keanggunan dari seorang pengantin wanita Aceh tetap dapat ditampilkan.

Teks: Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY