Gaya Khas Busana Pengantin Sunda

0
1236
ilustrasi pengantin sunda
Ilustasi Pengantin Sunda - Foto. KissU Photography : Dok. Mahligai

Gaya khas busana pengantin Sunda sedikit banyak memiliki pengaruh dari sejumlah keraton dan kerajaan yang pernah berkuasa di tanah Pasundan. Ada beberapa jenis busana khas dari pengantin Sunda, antara lain Pengantin Sunda Putri dan Pengantin Sumedang Larang. Berikut adalah ulasan selengkapnya dari gaya khas kedua jenis pengantin tersebut.

Gaya Khas Busana Pengantin Sunda Putri

pengantin sunda putri
Mempelai Wanita dan Pria Pengantin Sunda Putri – Dok. Mahligai

Meski sederhana, gaya busana pengantin Sunda Putri tetap terkesan chic dan elegan. Padanan utama busana mempelai wanita ialah kebaya dan kain batik. Lazimnya, kebaya yang dikenakan pengantin terbuat dari brokat dengan panjangnya sesuai selera. Bisa sampai lutut atau hingga menyentuh lantai seperti tren terkini. Sedangkan untuk corak kain batik ialah motif Sidomukti tanpa buket, Rereng Eneng atau Rereng Pamor. Namun, sejalan dengan makin beragamnya pilihan, maka corak batik yang dipergunakan untuk resepsi seakan tiada batasannya.

Ciri khas tatanan rambut pengantin Sunda Putri berbentuk Puspasari. Keunikan sanggup Pusapasari ada pada bentuknya yang simetris dan bukan sanggul tempel. Rambut asli sang mempelai akan dibuat dengan menggulung secara melingkar.

Lalu tak lupa dihias dengan roncean bunga melati yang dipasang di sanggul maupun menjuntai ke dada, serta disematkan perhiasan berupa kembang goyang atau cenduk mentul, dan tiara.

Sementara sang mempelai pria Pengantin Sunda Putri mengenakan jas buka Prangwedana berwarna senada dengan pengantin wanita. Demikian pula dengan kain batik yang dikenakan pengantin pria, disesuaikan dengan kain pengantin wanita. Sebagai penutup kepala dipakaikan bendo (semacam blangkon pada pria pengantin jawa) yang berhiaskan permata. Lalu tak lupa keris yang disisipkan di pinggang sebagai simbol perlindungan dan lambang kegagahan.

Gaya Khas Busana Pengantin Sumedang Larang

pengantin sumedang larang
Pengantin Sumedang Larang – Dok. Mahligai

Dari sejarahnya, Sumedang merupakan salah satu situs peninggalan semasa Keraton Sumedang berabad silam yang juga mewariskan salah satu ragam budaya pengantin Sunda, yakni disebut Pengantin Sumedang Larang. Bila busana pengantin Sunda bercorak Putri, Siger, maupun Sukapura bisa dikenakan oleh masyarakat luas, beda dengan busana adat pengantin Sumedang Larang. Gaya busana ini hanya diperuntukkan bagi kalangan keturunan bangsawan dari dinasti atau ahli waris Keraton Sumedang saja.

Busana Pengantin Sumedang Larang berwarna kuning, bagian atasnya berpotongan simpel berlengan pendek. Pada bagian atasnya berpotongan simpel berlengan pendek dilapisi dengan kain bludru hitam dengan hiasan sulam benang keemasan yang menutupi torso. Sekilas, busana tersebut memiliki kesamaan dengan gaya busana penari Jawa Barat, dengan aksen detail di seputar dada dan torso. Untuk bagian bawah, pengantin mengenakan kain batik wiru bercorak lereng.

Keindahan pengantin Sumedang Larang juga terletak pada bentuk mahkota yang disebut mahkota Binokasih. Mahkota ini memiliki perhiasan batu permata jamrud warna hijau pada bagian tengah. Selain mahkota, pengantin wanita Sumedang Larang juga mengenakan perhiasan kembang goyang serta ronce melati yang serupa dengan pengantin Sunda Putri.

 

Text. Tim Mahligai-Indonesia

LEAVE A REPLY