Keceriaan Tradisi Jawa dan Lampung Dalam Pernikahan Indri & Angga

0
186
pernikahan indri dan angga
Ilustrasi Pernikahan Indri & Angga - Dok. Majalah Mahligai

Di tengah perhelatan pernikahan tradisional yang terus tergerus oleh zaman, dua sejoli Indri dan Angga tetap merayakan hari bahagia mereka dalam balutan prosesi adat yang kental. Perpaduan adat Jawa dan Lampung dipilih lantaran sesuai dengan darah keturunan mempelai wanita.

Kisah cinta Indri dan Angga bermula dari perkenalan mereka saat menghadiri reuni keluarga besar Akademi Kepolisian (AKPOL) di Semarang. Ketika itu, Indri datang bersama ayahnya yang memang alumni AKPOL. Angga adalah salah satu taruna di AKPOL Semarang, sementara Indri mahasiswa Teknik Sipil ITB, Bandung. Komunikasi jarak jauh Semarang-Bandung bukan penghalang bagi Indri dan Angga untuk tetap menjalin hubungan pertemanan, yang ternyata bersemi juga bunga-bunga asmara di hati mereka.

1. Prosesi Adat Jawa

Kiri Prosesi Siraman – Kanan Prosesi Adang Sepisan

Keseriusan mereka menjalin kasih kemudian dikukuhkan dalam ikatan resmi pernikahan. Rangkaian acara pernikahan Indri dan Angga penuh dengan ritual adat yang kaya akan simbol dan makna. Indri terlihat antusias dan sukacita menjalani prosesi siraman hingga malam midodareni. Tata cara adat juga dilaksanakan kedua orangtua Indri, antara lain memasang anyaman janur bleketepe, adang sepisan yang artinya menanak nasi dengan peranti tradisional, hingga berjualan dawet sebagai simbol menyambut tamu yang diharapkan datang berbondong-bondong.

Dalam upacara akad nikah, Indri dan Angga mengenakan busana pengantin Jawa warna putih yang terlihat sakral. Menyusul prosesi adat Jawa seusai akad nikah, ditandai dengan momen pertemuan kedua mempelai saling melempar sirih, menginjak telur, hingga saling suap sebagai simbol bersatu dalam suka duka menjalani rumah tangga.

2. Resepsi Dalam Adat Lampung

Pengantin Wanita Menari – Dok. Majalah Mahligai

Pesona adat Lampung diwujudkan pada malam resepsi. Indri mengenakan mahkota siger pengantin Lampung nuansa keemasan, disertai balutan kebaya lace merah dikombinasi bahan beledu panjang hitam berhias sulam keemasan, dipadankan kain Tapis Lampung. Pengantin pria Angga memakai busana dinas kepolisian bersanding dengan mempelai wanita, tampak bahagia melangkah bersama memasuki ruang resepsi dengan upacara penyambutan Pedang Pora. Nuansa modern kontemporer membingkai malam resepsi.

Perayaan yang kaya akan tradisi juga diperagakan Indri yang dengan gemulai menari bersama beberapa pengiringnya. Meski hanya berlangsung tak lebih dari 5 menit, namun Indri mengaku sempat deg-degan ketika menari disaksikan tamu undangan. Atraksi meriah berlanjut dengan digelarnya opera musikal, yang juga diperankan oleh kedua mempelai bersama sejumlah penari pendukung. Kemeriahan pesta pernikahan menghadirkan kebahagiaan mendalam bagi kedua mempelai, disertai harapan dan doa dalam mengarungi biduk kehidupan rumah tangga.

3. Dekorasi Pernikahan

Foto Keluarga – Dok. Majalah Mahligai

Dekorasi didominasi palet warna putih tampak romantis dengan bias cahaya pink dan lavender lembut. “Tema romantik kontemporer, dengan mengusung unsur tradisi dalam kemasan modern romantis,’’ ungkap Indri, yang mengaku mendapat dukungan penuh sang Mama tercinta dalam mewujudkan impian pesta pernikahannya. Elemen tradisional pun bersanding hamonis dengan atmosfer modern, misalnya detail motif ukiran Jawa hadir dalam palet warna putih terlihat menghiasi dinding koridor menuju ruang resepsi maupun sebagai hiasan latar panggung pelaminan.*

 

Venue : Balai Sudirman
Foto : Yulianto Photography
Dekorasi : Watie Iskandar
Paes & Adat Jawa: Mamie Hardo
Adat Lampung : Adiliu
Kebaya (Akad) : Vera Kebaya
Kebaya (Resepsi) : Anne Avantie
Tata Rias (Resepsi): Irwan Riyadi
Katering : Akasya

Teks Tim Mahligai-Indonesia

LEAVE A REPLY