Keindahan Tradisi Dayak dalam Pernikahan Fany dan Mario

0
72
Pernikahan Adat dayak
Dok. Mahligai Indonesia

Elemen tradisional dan upacara adat yang penuh makna menjadi bagian tak terpisahkan dalam suatu rangkaian prosesi pernikahan. Fany dan Mario menyamai hari bahagia pernikahan dalam balutan adat dan tradisi Dayak Kanayatn, yang makin memperkuat bersatunya ikrar cinta mereka.

Pernikahan adalah janji suci dua anak manusia di hadapan Tuhan, untuk saling setia dan selalu bersama dalam suka dan duka membentuk mahligai rumah tangga. Perjalanan biduk asmara Fany dan Mario telah berlabuh dalam mahligai pernikahan. Penyatuan kasih mereka berlangsung dalam upacara pemberkatan pada tanggal 23 November 2013, dipimpin oleh Uskup Pontianak Mgr. Hyronimus Bumbun, OFM, Cap di Gereja Katolik Salib Suci Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Upacara pemberkatan berlangsung khidmat dan sakral, diiringi oleh koor dari Paduan Suara Pesparawi Kabupaten Landak. Dalam balutan gaun pengantin putih Fany tampak bahagia bergandengan tangan dengan Mario yang mengenakan setelan jas warna senada.

Baca Artikel Ini: Ciri Khas Busana Pengantin Kalimantan Barat

Suasana bahagia berlanjut dengan acara resepsi yang diselenggarakan di Aula Kantor Bupati Kabupaten Landak. Mario bersama Fany menuju ke aula tempat resepsi mengendarai mobil antic VW Beetle 1964, di mana Mario mengemudikan sendiri. Gambaran suasana hangat dan akrab sangat terlihat, kedua mempelai didampingi kedua orang tua menerima para tamu dengan suka cita dan senyum bahagia.

Pernikahan Adat dayak
Dok. Mahligai Indonesia

Nuansa putih dengan aksen warna merah menghiasi ruang resepsi. Panggung pelaminan berhias rangkaian bunga-bunga tampak indah dengan ukiran ornament khas Dayak. Selain itu, pada sisi kanan dan kiri panggung juga dihiasi ukiran bentuk burung Arue/ Ruai – yakni burung khas dari Kalimantan Barat, terbuat dari rangkaian bunga-bunga segar, juga dipajang di bagian depan sisi kanan dan kiri area VIP. Resepsi berlangsung hingga malam hari, yang juga dimeriahkan oleh tarian adat serta iringan alat music tradisional Dayak Sape’, yang dilantunkan oleh seniman Fery Sape’. Kedua mempelai sempat berganti kostum dengan balutan busana warna merah yang khas dengan hiasan ornament etnik Dayak. Suasana bertambah meriah karena acara terbuka untuk rakyat dan menampilkan sejumlah hiburan.

Upacara adat rupanya menjadi puncak dari serangkaian acara pernikahan mempelai yang bernama lengkap Efifany Adventia Pabayo dan Mario Vicardo Raza. Dua hari seusai pemberkatan di gereja, diselenggarakan prosesi adat pernikahan Dayak Kanayatn. Fany berasal dari keturunan keluarga Dayak, adalah putri ke-2 dari Bapak DR. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si dan Ibu Maria Bernadheta. Sementara Mario berdarah Manado dan Palembang, adalah putra ke-3 dari Bapak Ir. Drs. Abdul Kadir Raza, Bc.M dan Ibu Vivi C. Rompas.

Pernikahan Adat dayak
Dok. Mahligai Indonesia

Ritual adat pengantin Dayak berlangsung di rumah kediaman Bapak DR. Drs. Adrianus Asia Sidot, MSi dan keluarga, yang berada di desa Bintang, Pahauman, Kab. Landak. Jarak yang cukup jauh dari pusat kota bukanlah halangan untuk melangsungkan rangkaian tradisi adat Dayak Kanayatn yang sakral dan penuh symbol serta makna. Kedua mempelai mengenakan busana kebesaran tradisional adat pengantin penuh symbol serta makna. Kedua mempelai mengenakan busana kebesaran tradisional adat pengantin Dayak, yang terbuat dari kulit kayu serta hiasan manik-manik ornament khas Dayak. Hiasan bulu burung Enggang sebagai mahkota tampak menghiasi kepala kedua mempelai, sebagai pertanda kehormatan adat terhadap kedua pengantin. Ayah Fany, yakni Bapak DR. Drs. Adrianus Asia Sidot, MSi, yang kini menjabat sebagai Kepala Daerah Kabupaten Landak, selama ini banyak memberikan perhatian terhadap pengembangan dan berlangsung adat, tradisi dan kebudayaan khususnya masyarakat setempat yang mayoritas adalah dari suku Dayak.

Pernikahan Adat dayak
Dok. Mahligai Indonesia

Upacara adat berlangsung pagi-pagi hari, sebelum matahari beranjak tinggi dan panas, sehingga jam 7 pagi telah dimulai ritual adat yang dihadiri oleh keluarga dan para pemuka adat. Kedua mempelai masing-masing duduk di atas Gong. Aneka piranti dan perlengkapan untuk upacara diletakkan berjajar rapi di atas sebuah tikar panjang anyam-anyaman. Rangkaian tat acara dan ritual adat pun dilangsungkan, bagaikan sebuah atraksi tradisi yang memukau. Sebuah prosesi adat tradisional Dayak telah berlangsung, merupakan rangkaian acara yang khusuk dan akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi kedua mempelai.

LEAVE A REPLY