Mesi & Ichsan: Senandung Cinta dari Kampung Agam Sianok

0
626
Pengantin Minang
Pengantin Bersanding di Pelaminan - Mahligai

Siapa yang tak bahagia bila pernikahan impian akhirnya terwujud menjadi kenyataan. Nuansa adat dari Kampung Agam Sianok-Sumatera Barat mewarnai perayaan ikrar cinta Mesi dan Ichsan.

‘’Impianku dari dulu kalau nikah maunya full adat Minang, dan ingin punya suami orang Minang juga. Dan akhirnya semua impian itu kesampaian,’’ tutur Mesi dengan mata berbinar tanda bahagia.

Mesi yang berdarah Minangkabau begitu mengagumi tradisi adat Minang yang kaya akan detail, warna-warni indah, sekaligus megah. Meski sang calon suami berdarah campuran Minang-Jepang, kedua keluarga calon mempelai telah sepakat menggunakan adat pengantin Minangkabau untuk merayakan hari bersejarah mereka.

Dua insan ini telah saling kenal sejak kecil –karena ibu mereka masih ada hubungan bersaudara sepupu. Selama enam tahun menjalin cinta Mesi dan Ichsan sempat ‘putus nyambung, hingga akhirnya mengikat janji pernikahan sebagai akhir perjalanan kasih mereka. Konsep kampung ‘Agam Sianok’ yang identik dengan unsur warna merah dan keemasan yang mewah pun dipilih untuk merayakan hari istimewa bersatunya ikrar cinta mereka.

Pengantin Minang
Iringan Calom Mempelai Pria – Mahligai

Rangkaian acara adat yang cukup panjang dan detail membingkai pernikahan Mesi dan Ichsan. Sesuai tradisi Minangkabau Ichsan sebagai calon pengantin pria dijemput di kediamannya oleh para Pasumandan –yakni pewakilan keluarga calon mempelai wanita. Ichsan pun ‘diboyong’  untuk dibawa ke rumah Mesi sang calon pengantin wanita.

Pengantin Minang
Tarian Gelombang – Mahligai

Tarian Gelombang menyambut kehadiran Ichsan beserta keluarganya. Kemudian berlanjut ke acara inti yakni Akad Nikah. Kedua mempelai mengenakan busana akad bernuansa silver keabu-abuan yang tampak elegan dan sakral. Seusai Ijab Kabul kedua mempelai pun berganti busana khas pengantin Koto Gadang yang nuansanya merah maron.

Pengantin Minang
Mengucap Ijab Kabul – Mahligai
Pengantin Minang
Busana Merah Maroon Khas Koto Gadang – Mahligai
Pengantin Minang
Busana dengan Sulam Keemasan – Mahligai

Puncak rangkaian acara berupa resepsi digelar pada malam hari. Kali ini pilihan nuansa modern diwujudkan melalui busana pengantin adat Minangkabau modifikasi dalam sentuhan warna biru yang dipadukan dengan sulaman keemasan. Tema dekorasi mengusung nuansa Minangkabau yang kental dipadu dengan sentuhan bunga-bunga sakura cherry blossom berkuran besar. Rangkaian bunga-bunga tampak berjejer di sepanjang koridor pintu masuk untuk menyambut para tamu undangan.

Pengantin Minang
Bilik Pelaminan Minang – Mahligai

Para tamu undangan dimanjakan dengan menu makanan khas Minang dan Jepang yang mendominasi meja buffet maupun yang disajikan dalam stall ataun gubuk pondokan. Kemeriahan suasana pesta malam itu menjadi kenangan tak terlupa, pasangan pengantin berbusana modifikasi pengantin Minang disambut tari Gelombang, dengan iringan tabuh gendang, maupun ungkapan selamat dari para tamu undangan. Hati siapa yang tak bahagia, manakala impian-impian indah akhirnya terwujud menjadi momen bahagia yang sempurna.

 

Teks: Dwi Ani Parwati | Venue (resepsi): Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara | Katering : Akasya Catering | Foto & Video: King Foto | Tata Rias: Bennu Makeup | Busana:  Merras Kebaya (Akad), Elly Kasim Collection (Resepsi), Hijab Akad : Irna La Perle | Undangan : Duta Graphia | Suvenir : Kynia | Organiser : JWA ( Jakarta Wedding Association ) | Dekorasi: Meriah Decor | Musik & Hiburan: Hitrow Band (Akad), Lucky Idol & Friends (Resepsi)

LEAVE A REPLY