Romantisme Bersanding dalam Tradisi Minang dan Sunda

0
686
Romantisme Minang dan Sunda
Bersanding di Pelaminan Adat Minang

Perpaduan nuansa lembut ungu, keemasan, dan putih menghiasi momen istimewa pasangan pengantin Agung dan Gita. Dua insan yang pertama kali berjumpa pada tahun 2011 ini telah mempersatukan ikrar cinta dalam pernikahan sakral disaksikan kedua orang tua , kerabat, sahabat dan para relasi yang turut membingkai kebahagiaan mempelai menuju bahtera rumah tangga.

Kedekatan Agung dan Gita berawal dari seorang teman yang ingin mengenalkan dua sejoli ini. ‘’Salah satu teman memberi nomer telpon Gita kepada saya. Jadi kami kenalan lewat telepon. Hampir setiap pagi saat berangkat ke tempat kerja, kami saling menelpon,’’ kenang Agung sambil tersenyum.

Kecantikan dan penampilan Gita yang bersahaja rupanya merebut hati Agung untuk menjalin hubungan lebih serius. Gayung asmara Agung disambut baik Gita. Mereka pun saling memperkenalkan keluarga masing-masing. Keseriusan hubungan berlanjut dengan lamaran secara resmi menuju jenjang pernikahan.

Romantisme Minang - Sunda
Malam Bainai Pengantin Minang – Mahligai

Pasangan romantis ini merayakan momen istimewa dengan langgam tradisional. Ritual malam bainai berlangsung di kediaman Gita, di mana para sesepuh menyampaikan restu dan doa sembari mengimbuhkan daun inai ke jemari tangan calon mempelai wanita. Saat itu, keluarga mempelai pria turut hadir, namun sang calon pengantin wanita ‘dipingit’ alias tidak diperkenankan bertemu dengan calon pengantin pria.

Romantisme Pengantin Sunda
Berebut Ayam Bakakak – Mahligai
Romantisme Pengantin Sunda
Tradisi Meleum Harupat – Mahligai
Romantisme Sunda
Menginjak Telur – Mahligai
Romantisme Minang dan Sunda
Melepas Burung Merpati – Mahligai

Upacara akad nikah berlangsung keesokan paginya di kediaman Gita dalam tradisi Sunda, sebagai wujud penghormatan keluarga besar Agung yang berasal dari tanah Parahyangan. Nuansa putih sakral mewarnai atmosfer akad nikah yang berlangsung khidmat. Tradisi pengantin Sunda seperti saweran, meleum harupat, nincak endog, sampai menerbangkan sepasang merpati putih sebagai simbol pengantin telah siap menempuh kehidupan baru.

Romantisme Pengantin Minang
Menuju Pelaminan Pengantin Minang – Mahligai
Romantisme Minang & Sunda
Pengantin Minang – Mahligai

Kebahagiaan pengantin berlanjut dengan resepsi pada malam hari.  Sentuhan tradisi Minang –sebagai penghormatan atas asal-usul keluarga besar Gita, mewarnai keindahan panggung pelaminan yang berbentuk rumah adat gonjong-gonjong megah bertabur warna keemasan. Kehadiran tamu undangan dimanjakan oleh suasana romantis dekorasi gaya klasik modern yang berhiaskan rangkaian bunga nuansa ungu, keemasan, dan putih.  Selain suasana dekorasi, tema warna lembut ungu dan keemasan juga diwujudkan pada busana pasangan mempelai dalam balutan tradisi Minang.

Lebih dari 5.000 tamu menikmati suasana pesta diiringi alunan lagu-lagu romantis, sembari mencicipi lezatnya sajian kuliner mulai dari masakan Indonesia, oriental, Jepang, hingga khas sajian Minang. Selain itu, di antara panjangnya antrean tamu untuk bersalaman, mereka juga berkesempatan berpose di photo corner yang didekorasi apik. Romantisme suasana pernikahan menjadi sebuah kenangan tak terlupa.

Teks: Dwi Ani Parwati Venue & Katering: Jakarta Convention Center Foto: Yulianto Photography Dekorasi Resepsi: Watie Iskandar Dekorasi Pelaminan & Adat Minang: Elly Kasim Rias Pengantin: Irwan Riady Busana Pengantin (resepsi): Ammy Atmanto Desain Undangan: Tapestry Musik & Hiburan: Enfini MC: Dado Parus.

LEAVE A REPLY