Ragam Tradisi Pernikahan yang Khas dari Tanah Banten

0
1784
adat buka pintu
Adat Pernikahan Buka Pintu - Instagram | explore_serang

Pernikahan adat Banten memang terkesan tak sefamiliar daerah tetangga seperti pesta adat Sunda atau pernikahan adat Betawi. Meskipun demikian, bukan berarti provinsi yang resmi didirikan pada tahun 2000 ini tidak memiliki adat istiadat tersendiri pada pesta pernikahan.

Jika ditelisik, beberapa adat pernikahan Banten seperti Buka Pintu atau Ngeroncong memang terkesan mirip dengan budaya Sunda. Selain itu, pesta pernikahan adat di wilayah paling Barat pulau Jawa ini juga amat erat dengan pengaruh ajaran Islam karena secara historis, Banten pernah menjadi wilayah kerajaan Islam tertua di Nusantara.

Oleh karena itu, bagi Anda yang tinggal di wilayah Banten atau memang memiliki darah keturunan daerah ini, mari melestarikan budaya Banten dengan menggunakan tradisi setempat dalam pesta pernikahan nanti.

1. Ngolotkeun

Sebelum memutuskan untuk menikah, lazimnya kedua mempelai memerlukan proses penjajakan untuk saling mengena satu sama lain. Namun dalam tradisi Banten yang lekat akan pengaruh Islam, prosesi pengenalan ini tidak dilakukan langsung oleh kedua mempelai melainkan diwakilkan.

Tradisi pra pernikahan dalam adat Banten dikenal dengan istilah Ngolotkeun atau Nakeni (dalam adat Banten Kebesaran). Pada prosesi ini, pihak dari calon mempelai wanita akan mengirim utusan untuk memastikan calon mempelai pria masih lajang. Jika sekiranya sudah merasa cocok, barulah akan dilanjutkan dengan pembicaraan seputar persiapan hari pernikahan.

2. Buka Pintu

Buka Pintu merupakan salah satu prosesi pernikahan yang khas dari Banten. Pada tradisi ini, pengantin wanita akan duduk menghadap pintu keluar sedangkan pengantin pria duduk di depan pintu mengahadap pintu masuk. Keduanya dibatasi oleh kain penghalang yang menjadi syarat sekaligus ciri khas adat Buka Pintu.

Prosesi Buka Pintu kian sakral dengan iringan “Yalil” atau lantunan lafadz berbahasa arab . Lafadz pada ”Yalil” secara keseluruhan mempunyai makna saling menyambut antara pengantin wanita (keluarga wanita) dan pengantin pria (keluarga pria). Setelah lantunan “Yalil” selesai, kain penghalang pun dibuka lalu pengantin wanita mencium tangan pengantin pria.

Tradisi ini banyak dijumpai di wilayah Kabupaten dan Kota Serang. Meskipun tak menutup kemungkinan pula prosesi Buka Pintu ditemui di wilayah Banten. Biasanya, prosesi Buka Pintu akan dilakukan setelah akad nikah. Namun tak jarang pula Buka Pintu dilaksanakan di pengujung acara resepsi.

3. Huap Lingkung 

Mirip seperti tradisi Sunda, Banten juga mengenal prosesi huap lingkung dalam rangkaian upacara adat pernikahan. Kedua mempelai akan duduk di alas tikar berdampingan untuk kemudian disuapi nasi punar oleh sesepuh atau tetua adat setempat. Hulap lingkung menjadi simbol kasih sayang sekaligus pemberkatan kepada kedua mempelai.

4. Ngeroncong

Ngeroncong di sini bukan berarti menyanyi lagu keroncong ya. Ngeroncong atau nyembah merupakan prosesi yang juga mirip dengan tradisi saweran adat Sunda. Namun perbedaannya, ngeroncong dilakukan oleh keluarga serta tamu undangan untuk kedua mempelai. Para keluarga dan tamu akan menyalami pengantin di pelaminan lalu memberikan uang receh di wadah yang telah disiapkan. Adat ngeroncong ini dipercaya sebagai simbol pemberian bekal untuk kedua mempelai dalam memulai hidup baru.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here