Musik Tradisional dalam Pernikahan Adat

0
986
pernikahan tiga tradisi
Iring-iringan Mempelai Pria - Dok. Majalah Mahligai

Apa yang disukai orang dari pernikahan adat? Selain ritualnya yang sarat akan makna, iringan musik etnik pada pernikahan tradisional kian menyemarakkan suasana. Pada pernikahan Minangkabau misalnya, kurang lengkap rasanya jika tanpa iringan musik talempong atau gandang tabuik.

Begitu pula dengan pernikahan tradisional dari daerah lainnya di Nusantara. Tiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas musik tersendiri. Selengkapnya berikut ini:

Musik Tradisional dalam Pernikahan Betawi

pernikahan tiga tradisi
Iring-iringan Mempelai Pria – Dok. Majalah Mahligai

Musik tradisional Betawi banyak dipengaruh oleh beragam etnis yang pernah singgah di wilayah ini. Sebut saja Gambang Kromong yang merupakan musik hasil perpaduan antara unsur pribumi dan Tionghoa. Namun sayangnya, jenis musik ini sudah semakin semakin hilang bak tergerus jaman.

Jenis musik lain dalam pesta pernikahan adat Betawi adalah Marawis. Karena musik ini merupakan hasil akulturasi dari budaya Arab maka jangan heran bila lagu-lagu yang dibawakan biasanya berirama gambus atau padang pasir. Pun dengan syair pada lagu yang dinyanyikan baik dalam bahasa Arab maupun Indonesia. Kebanyakan musik Marawis berisi nasihat. Dalam pesta pernikahan marawis difungsikan dalam acara hiburan maupun iring-iringan pengantin Betawi.

Musik Tradisional Bali

musik tradisional bali
Alat musik Kempung – Wikipedia | Fir0002/Flagstaffotos

Jika Anda berkunjung ke Bali, sempatkanlah untuk melihat pertunjukan musik Gamelan khas Pulau Dewata ini. Dalam pesta pernikahan, biasanya jenis Gamelan Joged Bumbung yang kerap digunakan untuk mengiringi tari Joged Bumbung, sebuah tari yang menceritakan kedidupan muda-mudi di Bali.

Musik yang kerap disebut Gamelan Gegrantangan ini memiliki instrumen pokok yang terdiri dari tingklik bambu berbentuk gerantang (semacam tabung). Untuk memainkannya, penabuh memakai 2 panggul, yang kanan memainkan kakembangan (ornamenrasi), sedangkan yang kiri memainkan melodi pokok.

Selain  Joged Bumbung, jenis gamelan yang digunakan pada pesta pernikahan adalah Bumbung Gebyong yang terbuat dari bambu. Penggunaan musik gamelan ini merupakan wujud ungkapan rasa gembira. Gebyong  sendiri merupakan musik masyarakat yang berasal dari Jembrana. Pemain musik Bumbung Gebyong biasanya terdiri dari delapan sampai 12 orang dan dimainkan oleh wanita.

Musik Tradisional Sunda

alat musik degung
ilustrasi alat musik degung

Ada beberapa jenis musik tradisional Sunda yang kerap digunakan sebagai pengiring upacara adat, yaitu Kecapi Suling, Gamelan Degung, atau Gamelan Salendro. Masing-masing jenis musik tentu punya ciri fungsi dan ciri khas tersendiri.

Gamelan Degung misalnya, merupakan perpaduan alat musik seperti bonang, gong, suling, kecapi rebab, dan lainnya yang dimainkan oleh sekitar 10 orang. Pada masa kolonial Belanda. Degung hanya dimainkan oleh pemusik pria tanpa sinden. Irama musik Degung terkesan sangat klasik aristokrat, dan agung. Kesan eksklusif inilah yang membuat Gamelan Degung hanya dimainkan pada upacara khusus seperti pernikahan atau upacara resmi lainnya.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

 

LEAVE A REPLY