Ini Makna dan Sejarah Ronce Melati untuk Pernikahan

1
4558
roncean melati
Ilustrasi - dok. Mahligai

Ronce melati nyatanya tidak hanya digunakan sebagai pemanis semata dalam tradisi pernikahan. Lebih dari itu, bunga nasional beraroma semerbak ini juga menyimpan makna dan sejarah. Tak ayal, bila melati putih (Jasminum sambac) menjadi “bunga wajib” yang seringkali digunakan di beberapa daerah Nusantara.

Pengantin wanita adat jawa atau Sunda misalnya, memakai roncean melati sebagai hiasan kepala. Pengantin Makassar dan Bugis juga menghiasi rambutnya dengan kuncup melati yang disematkan ke rambut menyerupai butiran mutiara. Sementara pengantin pria Jawa menghiasi keris mereka dengan rangkaian melati yang disebut roncean usus-usus. 

Asal Usul Roncean Usus-Usus

Konon, pemakaian roncean usus-usus merujuk pada bentuknya yang menyerupai usus dan dikaitkan dengan legenda Haryo Penangsang. Sosok ksatria sejati dan pantang menyerah dalam legenda Haryo Penangsang inilah yang dianggap asal mula pemakaian ronce melati pada keris pengantin pria dalam tradisi Jawa.

mempelai pria solo
Mempelai Pria Solo – Dok. Mahligai

Alkisah pada masa Kesultanan Demak abad ke-XVII, Haryo Penangsang kalah bertarung dengan Sutawijaya hingga perutnya tertusuk tombak dan ususnya terburai. Pantang menyerah, ia malah melingkarkan ususnya yang terburai ke dalam warangka (sarung keris) yang terselip di pinggangnya. Haryo Penangsang yang ingin menyerang lawannya kembali tanpa sadar mencabut keris yang ada lilitan ususnya. Namun nahas, ia justru tewas terbunuh oleh kerisnya sendiri.

Pemakaian melati dalam acara pernikahan juga tak bisa terlepas dari makna dibalik bunga ini sendiri. Melati dianggap bunga yang melambangkan kesucian, keanggunan, dan ketulusan. Selain itu, kendati bunga melati berukuran kecil, namun aroma wanginya amat semerbak. Ciri khas ini pula membuat bunga melati melambangkan keindahan dalam kesederhanaan dan kerendahan hati.

Baca Juga : Inspirasi Rangkaian Bunga yang Mempesona

Text. Tim Mahligai Indonesia