Mengenal Cikram sebagai Adat Budaya Pernikahan Melayu Sambas

0
947
foto:kaniasaprianikk.blogspot.co.id

Pernikahan merupakan fase dimana seorang laki-laki dan perempuan yang dianggap sudah dewasa dan sudah siap untuk menentukan jalan dan memilih pendamping hidupnya kelak. Begitu juga yang terjadi pada suku Dayak. Ketika seorang anak gadis Melayu Sambas hendak menikah, dari pihak keluarga akan menggelar acara adat yang dinamakan Cikram.

Cikram sendiri merupakan tanda ikatan pertunangan oleh kedua belah pihak  yang berasal dari Suku yang sama yaitu Suku Melayu Sambas yang berada di Kalimantan Barat. Jadi, apabila ada anak gadis hendak dipersunting, maka, dari pihak laki-laki akan mengutus orang-orang yang dituakan atau orang-orang tua untuk datang ke pihak mempelai perempuan dan mengutarakan maksud dan tujuan mereka secara sah.

Menurut adat istiadat Melayu Sambas, pada saat kedatangan wakil dari pihak laki-laki, ada beberapa barang atau seserahan yang perlu dibawa. Diantaranya adalah daun sirih, pinang, kapur, buah gambir dan tembakau. Benda-benda tersebut diletakkan pada satu ceper atau talam. Kemudian, benda lainnya seperti sehelai sarung, selendang, sabun dan bedak sebagai bahan pengiring. Benda-benda tersebut kemudian diserahkan kepada pihak orang tua perempuan.

Sebelum benda-benda tersebut diserahkan, terlebih dahulu digelar acara lamaran. Dalam acara lamaran tersebut, perwakilan pihak laki-laki dikiaskan dengan pantun dan sajak. Apabila pantun dan sajak itu di jawab dengan baik oleh pihak perempuan, maka pihak laki-laki menyerahkan barang bawaan berupa sirih, pinang, kapur, gambir dan tembakau yang dibawa tadi.

Setelah sirih, pinang, kapur, gambir dan tembakau diserahkan oleh pihak laki-lakil, kemudian, wali dari pihak perempuan membalas pemberian seperangkat benda-benda tadi dengan menyerahkan  sirih, pinang tersebut juga  tidak ketinggalan turut serta diserahkan kain sarung dan songkok sebagai barang tambahan. Hal tersebut menandakan bahwa diantara kedua belah pihak telah terjadi persetujuan dan kesepakatan untuk mengikat kedua anak mereka yang telah dimabuk asmara dalam bentuk pinangan.

Kemudian, acara Cikram dianggap selesai dan akan dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu pesta pernikahan yang akan digelar secara meriah dengan memakai adat dan budaya Melayu.

 

Very Barus (Dari Berbagai Sumber)

 

 

LEAVE A REPLY