Menyatukan Tiga Tradisi Dalam Pernikahan Syech & Tasyi

0
119
pernikahan tiga tradisi
Pernikahan Tasyi & Syech - Dok. Majalah Mahligai

Memilih satu tradisi untuk pesta pernikahan nampaknya akan sulit bagi pengantin yang lahir dari beragam darah keturunan. Untuk itulah sebuah perayaan istimewa yang digelar dengan menggabungkan beberapa tradisi sekaligus bisa jadi jalan keluar. Seperti pasangan Syech & Tasyi yang menggelar pernikahan mereka dalam tiga tradisi sekaligus. Kemeriahan tradisi Sunda, Betawi, dan Timur Tengah terasa melengkapi rangkaian acara pernikahan yang semarak dan penuh kebahagiaan.

Tasyi dan Syech adalah saudara sepupu, sehingga dengan sendirinya akrab dan kerap bermain bersama semenjak kecil. Bahkan pihak keluarga sempat ‘terpikir’ untuk menjodohkan mereka. Meski demikian, Tasyi dan Syech sama-sama tak pernah menganggap serius ‘ ide perjodohan’ tersebut. Namun, siapa mampu menolak bila keakraban semenjak kecil kemudian bersemi menjadi cinta ketika mereka beranjak dewasa. Tahun 2015 pun menjadi momen bersejarah bagi Tasyi dan Syech karena akhirnya hubungan mereka berlanjut ke gerbang pernikahan.

Rangkaian acara pun dirancang untuk membingkai momen bahagia. Dimulai dengan tradisi Maulid atau pengajian di kediaman calon pengantin wanita. Keluarga Tasyi yang berdarah Arab memiliki ‘ikatan batin’ dengan tanah Pasundan, khususnya Sukabumi, sebagai tempat kelahiran keluarga mama Tasyi. Maka tradisi Sunda pun tertuang dalam prosesi siraman.

1. Bachelorette party Nuansa Timur Tengah

Malam Bachelorette Party – Dok. Majalah Mahligai

Sementara di malam harinya, bachelorette party pun digelar dengan nuansa Timur Tengah. Prosesi malam Hena yakni sebuah tradisi kultur Timur Tengah di mana keluarga dekat memberi hadiah berupa perhiasan kepada calon pengantin wanita pun digelar. Acara yang hanya dihadiri para wanita dikemas dengan suasana function hall tampak ‘memerah’ sesuai tema Rose of Spain yang diusung. Tasyi terlihat bahagia bersama kerabat dekat dan sahabat menari bersama dengan iringan musik khas Timur Tengah.

2. Sentuhan Tradisi Betawi

Iring-iringan Mempelai Pria – Dok. Majalah Mahligai

Sentuhan tradisi pun cukup kental dalam rangkaian acara pernikahan Tasyi dan Syech. Tradisi Betawi misalnya, tercermin pada tabuhan alat musik tanjidor yang mengiringi kedatangan mempelai pria menuju kediaman mempelai wanita. Syech mengenakan busana khas pengantin Betawi, berbalut jubah dan baju gamis serta ikatan kain sorban. Tradisi beradu silat dan upacara buka palang pintu menjadi atraksi menarik sebelum kedua mempelai akhirnya bertemu seusai upacara akad nikah yang telah berlangsung sebelumnya.

3. Resepsi Bertajuk The Great Gatsby

Resepsi Bertajuk The Great Gatsby – Dok. Majalah Mahligai

Selang beberapa hari kemudian diselenggarakan malam resepsi pernikahan. Bila sebelumnya semarak dengan balutan tradisi, malam resepsi pernikahan Tasyi dan Syech mengusung tema ‘The Great Gatsby’. Atmosfer ruang resepsi tampak dibalur nuansa keemasan yang glamor. Demikian pula busana keluarga, panitia, dan para pengiring, bertabur manik-manik keemasan serta aksesoris gaya vintage era 30-an.

Tarian balet sebagai ‘pembuka’ acara, melengkapi kebahagiaan kedua mempelai yang memasuki ruang resepsi dengan senyum tersungging di wajah mereka. Rangkaian momen pernikahan yang memorable, sekaligus sebagai tonggak menjalani mahligai rumah tangga.

Venue : Grand Ballroom Hotel Kempinski
Foto : Rio Motret
Busana Pengantin : Defrico Audy
Organizer (siraman, akad, dll) : RA Wedding Planner
Organizer (resepsi) : Bigson Enterprise
Dekorasi : Stupa Caspea
Kue Pengantin : Hotel Kempinski

Teks. Tim Mahligai-Indonesia

LEAVE A REPLY