Ragam Perhiasan Khas dari Pengantin Nusantara

0
57
Perhiasan Khas Pengantin Jogja dan Solo
Perhiasan Khas Pengantin Jogja dan Solo - Dok. Majalah Mahligai

Keunikan pengantin Nusantara bukan hanya terletak pada gaya busananya, melainkan juga pada perhiasan yang dikenakan. Pada pengantin Minang misalnya, ciri khas mahkota atau suntiang yang terpasang di kepala mempelai wanita. Pun dengan beberapa daerah lain di Nusantara, seperti berikut ini:

Perhiasan Khas Pengantin Betawi

Pengantin Betawi Klasik- Sanggar Liza Dok. Majalah Mahligai

Salah satu perhiasan ikonik dari pengantin betawi adalah siangko cadar, hiasan dahi yang berbentuk mirip cadar, terbuat dari manik-mani emas dan menjuntai indah menutupi wajah. Selain siangko ada pula ragam perhiasan lain yang patut Anda tahu, seperti :

• Delime Betawi. Hiasan penutup dada yang dikenakan di atas Tuaki. Delime Betawi juga lazim disebut Teratai Betawi, karena bentuknya yang mirip kelopak bunga betawi yang terdiri dari delapan potong sebagai penanda aplikasi khas Betawi.

• Sisir Galu. Selain Siangko Cadar yang dipergunakan untuk busana Rias Besar ada pula perhiasan berupa Siangko kecil atau sisir galu yang bentuknya menyerupai mahkota dan dipasang di ubun-ubun.

• Burung Hong. Hiasan berupa rusuk berukuran agak panjang, bagian ujungnya terdapat replika berbentuk Burung Hong khas aksesori dari Cina. Pada pengantin Betawi ada 4 buah buruh hong.

• Kembang. Istilah ini menyangkut aksesori kepala, ada 16 buah kembang goyang, 2 pasang kembang kelape, dan kembang rumput.

Perhiasan Khas Pengantin Jogja dan Solo

Perhiasan Khas Pengantin Jogja dan Solo
Perhiasan Khas Pengantin Jogja dan Solo – Dok. Majalah Mahligai

Pada dasarnya, aksesori pengantin putri Jawa Jogja dan Solo memiliki banyak persamaan. Hanya saja jika untuk penggunaan centung, jika pengantin putri Yogya memakai centung S, semantara Solo memakai centung biasa. Selain itu perbedaan pengantin Jogja dan Solo juga ada pada pemakaian kembang goyang. Pengantin Solo menggunakan 5-7 buah kembang goyang, sedangkan pengantin Jogja memakai 7-9 buah kembang goyang.

Selain centung dan kembang goyang, kedua daerah ini juga memiliki sirkam (sejenis perhiasan kepala berbentuk sisir). Khusus untuk Yogya, ciri khas lain selalu diikuti penempelan bunga mawar merah dan kuning pada sisi kiri dan kanan dekat telinga. Sehingga membuat pengantin Yogya selalu kelihatan lebih semarak dibanding pengantin Solo yang terkesan lebih kalem.

Perhiasan Khas Pengantin Cirebon

pernikahan adat cirebon
Illustrasi Pengantin Cirebon – Dokumentasi Majalah Mahligai

Pengantin Cirebon ternyata memiliki ciri khas tersendiri baik dari segi busana dan perhiasan yang dikenakan. Sesuai latar belakang sejarahnya, gaya pengantin keraton Cirebon terdiri dari dua macam, yaitu pengantin Kebesaran yang berasal dari Keraton Kanoman dan pengantin Kepangeranan berasal dari Keraton Kasepuhan. Namun, keduanya sama-sama mengusung corak hijau dan kuning sebagai warna kebesaran. Selain itu, perhiasan yang khas dari pengantin wanita Cirebon ialah sebagai berikut;

• Rambut dirias dengan sanggul bokor tengkurep yang ditutup ronce melati berbentuk kawungan atau karang papan, dengan ujungnya bunga kantil menjuntai ke bawah. Sanggul diberi hiasan ronce melati, serta kanan kiri diberi bunga mawar, kenanga dan daun karniyem.

• Mahkota suri dikenakan melingkari kepala, dilengkapi kembang goyang (permata jarot asem). Mahkota melambangkan oengantin wanita laksana ratu, dengan harapan memiliki keluhuran budi dan kemuliaan hati dalam kehidupan rumah tangga. Pelipis kiri dan kanan digantungi untaian bunga masing-masing terdiri dari ceplok mawar dengan 3 rangkai melati yang ujungnya diberi bunga kantil.

• Perhiasan berupa giwang, kalung tiga susun, kelat bahu berbentuk naga (kelat bahu naga) dikenakan pada lengan bagian atas dekat bahu, gelang kono dipakai pada kedua pergelangan tangan, cincin, pending emas atau dari logam lain warna keemasan dipakai di pinggang.

Perhiasan Khas Pengantin Sunda Putri

Pengantin Sunda Putri
Ilustrasi Pengantin Sunda Putri – Dok, Majalah Mahligai

Ciri khas tatanan rambut pengantin Sunda Putri berbentuk Puspasari. Keunikan sanggu; Pusapasari ada pada bentuknya yang simetris dan bukan sanggul tempel. Rambut asli sang mempelai akan dibuat dengan menggulung secara melingkar. Lalu tak lupa dihias dengan roncean bunga melati yang dipasang di sanggul maupun menjuntai ke dada, serta disematkan perhiasan berupa kembang goyang atau cenduk mentul sebanyak 7 buah, dan tiara.

Perhiasan Khas Pengantin Malang Keprabon Jawa Timur

Pengantin Jawa Timur
Malang Keprabon – Dok. Mahligai Indonesia

Gaya pengantin Malang Keprabon menggunakan warna dominan hijau, kuning dan oranye. Sesuai penelusuran sejarah, gaya busana pengantin Malang Keprabon merupakan sebuah replika dari berbagai elemen karya seni budaya Hindu-Budha-Jawa.

Untuk perhiasan, pengantin wanita mengenakan kembang goyang berbentuk bunga Padma (teratai), jamaus Urna yang dipasang pada rambut, subang Kundala di telinga, dan kalung Hara besar dan kecil melingkar di leher hingga sebatas dada. Pada bagian belakang menggunakan perhiasan berupa Penetep Puspa Padma dipasang di tengah sanggul dan Sekar Tanjung. (*)

 

TEKS. TIM MAHLIGAI INDONESIA
DARI BERBAGAI SUMBER

LEAVE A REPLY