Lima Ornamen Inspiratif Dekorasi Adat Batak

0
158
dekorasi batak
Dok. Majalah Mahligai

Mempertahankan sentuhan adat dalam suatu tema dekorasi pernikahan tentunya bukan hal sederhana. Selain perlu mengenali lebih dahulu apa yang menjadi cici dan karakter khas dari suatu adat etnik tertentu, juga pelru menuangkannya ke dalam setiap elemen dekorasi agar tampak menyatu secara harmonis.

Bila pernikahan gaya Jawa seakan identik dengan elemen dekorasi berbentuk gebyog kayu penuh detil ukiran atau bentuk rumah Joglo, maka begitu pula dengan dekorasi etnik Batak.

Inspirasi Rumah Bolon 

dekroasi adat batak
Dekorasi Adat Batak – Dok. Mahligai

Rumah adat yang disebut rumah bolon ini memiliki konsep-konsep yang mengambarkan peradaban manusia secara utuh dan total. Menurut kepercayaan masyarakat Batak, rumah ini terbagi ke dalam tiga bagian yang mencerminkan dunia atau dimensi yang berbeda-beda.

Rumah bolon memiliki konsep rumah panggung yang disangga beberapa tiang penyangga. Demikian pula tipe khas atap rumah yang melengkung serta bagian depan dilekatkan tanduk berbau kerbau. Ini bisa menjadi salah satu inspirasi ornamen untuk dekorasi pesta pernikahan adat Batak yang Anda usung.

Ornamen Gorga

Gogra merupakan motif ukiran yang terdapat pada bagian luar rumah khas Batak Toba atau rumah bolon. Ornamen gorga dengan ciri khas motif garis geografis, pakis, dan rotan berduri ini menjadi salah satu detail yang mudah dikenal untuk pernikahan yang mengusung adat Batak Toba.

Begitu pula hiasan bermotif binatang cicak, kepala singa yang dimaksudkan untuk menolak bahaya. Hiasan ini ada yang berupa ukiran kemudian diberi warna, ada pula yang berupa gambaran saja.

dekorasi batak
Dok. Majalah Mahligai

Ornamen Mandailing

Salah satu sub etnik di Sumatra Utara adalah Mandailing, tempat di mana masyarakat Sumatra Utara turun temurun mendiami wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan. Selain memiliki ragam tradisi sendiri, ornamen dan detail yang kerap dipergunakan dalam acara pernikahan pun tampak beda. Biasanya menggunakan elemen dekoratif dalam detail yang cukup rumit dan warna-warni, perpaduan keemasan, merah, kuning, hijau, dan hitam.

Ragam ornamen pun sekilas mirip dengan dekoratif dari Melayu, Aceh maupun Minang yang lebih banyak menggambarkan benda-benda alam seperti matahari, bulan, bintang, dan bunga-bungaan. Fungsi utama dari ornamen tersebut bukan sekadar sebagai hiasan, tetapi berfungsi simbolik untuk menunjukkan banyak hal yang berkaitan dengan nilai budaya dan pandangan hidup masyarakat Mandailing yang menuju pada kemuliaan dan kebahagiaan.

Skema Warna 

Skema warna merah, hitam, dan putih dianggap menjadi warna yang paling mewakili dari etnik Batak. Tiap warna tersebut memiliki aturan tersendiri saat diaplikasikan pada seni ukir khas Batak seperti Gorga. Dalam susunan seni ukir gorga, ornamen-ornamen kecil adalah merah, yang sisinya putih. Sedangkan bagian penampang berwarna hitam.

Meskipun pakem ini terkesan kaku, namun sebenarnya susunan warna tersebut mengandung makna/filosofi tersendiri. Menurut Jones Goltem, budayawan Batak, urutan ketiga warna itu pada dasarnya adalah tahapan-tahapan hidup dari seorang manusia.

Motif Ulos 

dekorasi adat batak
Kain Ulos – Dok. Majalah Mahligai

Berbicara seputar kain khas Batak tentu tak bisa terlepas dari motif ulos. Orang Batak sendiri sebenarnya sudah mengenal ulos sejak abad ke-14 lalu. Selaras dengan masuknya alat tenun tangan dari India. Seperti halnya dengan motif batik dari Jawa atau tenun Palembang, kain ulos juga memiliki motif khas yang dipergunakan sesuai dengan makna dan fungsinya.

Pada dekorasi pernikahan, Anda bisa memasukan motif ulos pada ornamen tertentu. Misalnya sebagai begron photobooth atau penutup meja. Namun pastikan bahwa motif ulos tersebut memang sesuai dengan tema acara pernikahan yang identik dengan peristiwa suka cita. (*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

 

LEAVE A REPLY