Busana Pengantin Payas Agung Badung

0
55
Baju Pengantin Bali
Busana Payas Agung Badung - Dok. Mahligai Indonesia

Busana pengantin ini, seakan menjadi ikon busana adat pengantin Bali, bahkan dikenal secara luas hingga ke manca negara. Menilik sejarah asal-usulnya, busana yang seakan menjadi identitas pengantin Bali secara umum ini, sejatinya merupakan Payas Agung dari Kerajaan Badung (di mana sebagian wilayahnya kini menjadi kota Denpasar). Badung semasa itu menaungi cakupan wilayah cukup luas, antara lain Puri Denpasar, Puri Pemecutan, Puri Satria dan Puri Jero Kuta.

Payas Agung Badung atau juga dikenal sebagai Payas Agung Denpasar ini merupakan bentuk payas (busana) tingkatan paling utama atau tertinggi dalam strata sosial semasa kerajaan Badung berdiri. Payas ini penggunaannya sangat terbatas hanya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan selama berlangsungnya prosesi upacara-upacara adat dalam perjalanan kehidupan manusia sesuai tradisi Bali, sebutlah seperti upacara memasuki usia remaja atau Munggah Deha, upacara potong gigi, serta prosesi pernikahan kalangan keluarga Kerajaan Badung.

Sebagaimana kasta atau kelas sosial dalam tradisi adat Bali, selain Payas Agung juga terdapat Payas Madya yang menunjukkan tingkatan menengah, diperuntukkan bagi prosesi upacara dan tingkatan sosial yang lebih rendah. Sebagai strata yang paling rendah, dikenal Payas Nista yang terlihat sangat simple dan sederhana, lazim diperuntukkan bagi kalangan umum masyarakat Bali seperti petani atau nelayan. Berikut ini menampilkan Payas Agung Dewi yang penerapannya saat ini bergantung dari kemampuan dan kebutuhan pemakainya.

Payas Agung Pengantin Wanita

Riasan rambut dan sanggul penuh detail perhiasan keemasan, berlapis-lapis harmonis. Menunjukkan maha karya sempurna dari para seniman semasa busana ini diciptakan, yang kini telah banyak menginspirasi ragam karya seni. Sanggul rambut bagian belakang dipercantik bunga segar mawar kampung merah, cempaka putih dan kuning.

Lengkungan simetris warna hitam legam atau disebut srinata menghiasi dahi, juga berfungsi memperindah sekaligus mengoreksi bentuk dahi, serta mengimbangi perhiasan kepala yang sedemikian mewah dan megah. Pada bagian tengah antara kedua alis mata dibubuhkan bulatan kecil warna merah sebagai simbol keselamatan dan kesejahteraan.

Payas Agung untuk pengantin wanita secara keseluruhan menggunakan busana bermotif prada, mulai dari tapih berupa kain panjang menjuntai ke lantai, kain wanita (dipakai setelah tapih), kemben selendang, dan sabuk warna keemasan di pinggang. Perlengkapan perhiasan menggunakan gelang kana pada pangkal lengan, gelang naga satru, sabuk bebekeng, sesimping menutup bagian bahu hingga dada, dan badung melingkari leher, serta subeng di telinga.

Payas Agung Pengantin Pria

Busana pengantin pria merupakan salah satu simbol keagungan dinasti para raja yang mendiami Puri (istana), karena hanya dipergunakan pada acara-acara resmi kerajaan. Menggunakan kamben, kampuh dan umpal keseluruhan bermotif prada keemasan. Hiasan kepala bukan berupa destar kain (hiasan kepala dari kain dipakai untuk strata Payas Madya), melainkan berupa gelungan lengkap yang terdiri dari petitis keemasan di atas dahi, tajung, bunga bancangan, bunga sandat, dan garuda mungkur. Perhiasan pria juga menggunakan gelang kana, gelang setru, sesimping, bodong sebagaimana yang dikenakan pengantin wanita, serta dilengkapi sebilah keris bertahta batu-batu mulia.

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY