Atribut Penting dalam Busana Pengantin Adat Aesan Gede Palembang

0
1516
perhiasan aesan gede palembang - pengantin palembang aesan gede
Dok. Bella Donna/ Elsa Faturahmah

Busana pengantin Aesan Gede menjadi simbol keagungan Palembang sejak dulu kala. Pakaian pengantin tersebut dulunya merupakan pakaian yang digunakan hanya kalangan kerajaan. Berikut beberapa instrumen wajib yang dikenakan oleh pengantin Palembang Aesan Gede:

Baca Artikel Ini: Kupas Pernikahan Palembang Bersama Zainal Songket, dari Prosesi Hingga Busana Pengantinnya

Baju

Baik pengantin perempuan ataupun pengantin pria, keduanya mengenakan songket sebagai dodot yang kemudian bagain bahunya ditutupi terate. Pengantin perempuan menggunakan songket sebagai bawahan, sedangkan pengantin pria mengenakan calana songket senada.

Terate

Adalah hiasan yang digunakan untuk menutupi bagian pundak hingga dada pada pengantin pria dan perempuan. Terate memiliki bentuk lingkaran bersudut lima dan terdapat bunga melati bersepuh emas. Di bagian pinggir hiasan yang melambangkan kesucian dan kemegahan ini juga terdapat pekatu berbentuk bintang, serta rantai dan juntaian lempengan emas berbentuk biji mentimun.

Mahkota

Di bagian kepala, pengantin perempuan mengenakan karsuhun sedangkan pengantin pria mengenakan kopiah cuplak.

Kalung Tapak Jajo/ Kebo Munggah

Baik pengantin perempuan maupun pria mengenakan kebo munggah, yakni kalung dengan lempengan bersusun tiga. Dulunya, kalung ini terbuat dari emas asli 24 karat.

perhiasan aesan gede palembang - pengantin palembang aesan gede
Dok. Bella Donna/ Elsa Faturahmah

Selendang Sawit

Kedua pengantin adat Palembang aesan gede juga harus mengenakan selendang sawit, yang terbuat dari emas dengan ragam hias sulur dan ada akses intan di bagian tengahnya. Selendang sawit tersebut berjumlah 2 yang dipasang menyilang, yakni dari bahu kiri ke pinggang sebelah kanan dan dari bahu kanan ke bagian pinggang sebelah kiri.

Pending

Pending adalah ikat pinggang berbentuk lempengan emas berukuran 6 x 9 cm yang terbuat dari emas 20 karat. Bagian kepala pending disebut badong berhiaskan ragam ukiran, seperti naga, bunga, atau burung hong. Baik pengantin pria maupun perempuan mengenakan pending.

Keris

Pengantin pria yang merupakan keturunan raja atau bangsawan menggunakan keris yang diselipkan di pending (ikat pinggang) pada bagian depan sebelah kanan dengan bagian gagang menghadap keluar. Sementara untuk pengantin pria yang berasal dari kalangan biasa diletakkan pada bagian pinggang belakang.

Gelang

Terdapat beberapa jenis gelang yang dikenakan pengantin adat Palembang, antara lain gelang palak ulo, gelang kecak, gelang sempuru dan gelang kanu. Gelang palak ulo hanya dikenakan pengantin perempuan di bagian lengan, berbentuk ular naga bersisik dan berpulir. Sedangkan gelang kecak yang digunakan oleh kedua mempelai berbentuk mata yang dihiasi pekatu polos dan terdapat dua tumpukan lingkaran berhias emas di bagian tengahnya.

Saputangan Segitigo

Mungkin Anda menyadari kalau pengantin Palembang selalu mengenakan sapu tangan beludru berwarna merah dengan taburan kelopak bunga melati emas di sebelah sisinya. Di pinggir sapu tangan terdapat rantai dan juntaian bandul, serta lempengan logam berbentuk wajik. Pada aesan gede, pengantin pria menggunakan saputangan ini di telunjuk sebelah kanan, sedangkan mempelai wanita menggunakannya pada kelingking sebelang kanan.

Trompah

Alas kaki yang digunakan kedua mempelai penganti adat Palembang disebut Trompah. Warnanya selalu diseuaikan dengan atasan yang dikenakan.

Teks: Elsa Faturahmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here