Ini Dia! Mitos dan Makna Janur Kuning di Momen Pernikahan Tradisional

0
44

Saat pertanyaan ‘Kapan kawin?’ menohok telinga langsung terbayang sebuah janur kuning eksis dengan uniknya. Nyatanya ada kisah Janur Kuning yang seru!

Siapa yang asing dengan Janur Kuning? Hiasan yang biasanya kerap ada di ujung mulut jalan sebuah area tempat adanya pernikahan adat tradisional Jawa ini, biasanya memang eksis dengan uniknya.

Janur Kuning memang sudah menjadi salah satu simbol peradaban masyarakat Indonesia yang sudah sejak dahulu kala dilakukan turun-temurun.

Bisa dibilang, Janur Kuning adalah ‘GPS’ tradisional yang menunjukkan lokasi diadakannya acara pernikahan di negeri nusantara ini.

Alhasil, jika kita sedang mencari-cari posisi atau alamat acara pernikahan mantan (eh, kok mantan!) atau teman baik dan kenalan yang menikah dengan adat tradisional, Janur Kuning menjadi penyelamat yang kokoh.

Eksistensi Janur Kuning sendiri gak cuma disemat pada budaya adat tradisional Jawa saja, loh. Tapi hiasan berwarna kuning ini juga ada disemat pada budaya adat tradisional Bali dan Sunda.

Lalu kenapa disebut Janur Kuning? Kenapa gak disebut ‘Janur Kawin’ atau ‘Janur Nikah’?

 

Baca Seru! Mengenal Lebih Jauh Kerennya Kain Songket

 

Kata ‘janur’ sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Arab, artinya ‘cahaya dari surga’. Sedangkan kata ‘kuning’ diambil dari bahasa Jawa yang artinya ‘suci’. Dipadukan jadilah Janur Kuning.

Keren, kan, perpaduan katanya. Tentu saja ini dipengaruhi hadirnya para pedagang dari Arab tempo doeloe yang mendarat di negeri ini, sekaligus membawa budaya dan agama Islam.

Bagaimana dengan masyarakat Jawa sendiri?

Nah, khusus masyarakat Jawa sudah turun-temurun mengartikan ‘janur’ sebagai ‘sejating nur’ yang artinya keren: cahaya sejati.

Alhasil, makna tersebut mengartikan Janur Kuning adalah kesejatian manusia yang membutuhkan cahaya dari Tuhan Yang Maha Esa untuk bisa melihat jelas apa yang baik dan apa yang buruk.

Keren, kan!

Janur Kuning sendiri muncul dalam rupa Penjor atau Umbul-Umbul. Biasanya dihias di sebatang bambu dengan daun kelapa kuning di ujung. Ukurannya yang tinggi sebagai tanda bahwa sedang ada hajatan.

 

Baca Wah! Ini 5 Poin Penting Pelaminan Minang Jadi Keren

 

Pernah datang ke pernikahan tradisional dan ada dua sosok manis menyambut?

Nah, mereka disebut Kembar Mayang. Mereka melambangkan bahwa pengantin harus punya perasaan yang sama antara hati dan kehendaknya.

Janur yang dianyam menyerupai keris punya makna melindungi dari marabahaya dalam pernikahan.

Janur Kuning pun berupa bentuk Mayang Sari atau Gagar Mayang yang letaknya di samping kanan dan kiri pelaminan. Biasanya di bagian ujung atas dihias dengan buah-buahan dan bunga.

Oh ya, Janur Kuning sendiri biasanya terbuat dari beberapa jenis tumbuhan berjenis palem dengan mengambil daun mudanya. Misalnya saja, enau, kelapa dan rumbia.

Serunya, seiring perkembangan zaman, rupa Janur Kuning sudah unik dan beragam banget!

 

 

 

 

OJ

Sumber: goodnewsfromindonesia.id / Foto: inibaru.id

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here