Kemegahan Dekorasi Balai Pa-Tataian Pelaminan Adat Banjar

0
1082
dekor banjar
Ilustrasi Dekorasi Banjar - Instagram | melia_weddingorganizer

Bisa dikatakan, bagian pelaminan merupakan area utama kegiatan pengantin dalam pesta pernikahan tradisional. Di bagian ini, lazimnya kedua mempelai akan bersanding, menyambut tamu undangan, dan berfoto bersama mereka. Jadi, tak heran jika dekorasi pelaminan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Dalam Bahasa Banjar tempat bersandingnya pasangan pengantin disebut dengan Balai Pa-Tataian atau Balai persandingan. Meskipun kini banyak pengantin Banjar yang mulai beralih dengan dekorasi pelaminan yang lebih modern, namun tak ada salahnya bila kita mengenal beberapa ciri khas dari kemegahan dekorasi pelaminan khas asal Suku yang bermukim di Kalimantan Selatan ini.

Menurut tradisi masyarakat Banjar, secara umum terdapat tiga jenis balai persandingan pengantin. Pertama, Balai Pa-Tataian atau dalam istilah populer adalah pelaminan yang digunakan oleh suku etnis Banjar Kuala. Kedua, Geta Kencana atau disebut juga Geta Peraduan yang biasa digunakan oleh sub etnis Banjar Pahuluan.

Ciri khas pelaminan Geta Kencana ini ialah bentuknya yang menyerupai tempat tidur. Ketiga, Balai Laki atau sering disebut Balai Jawa, tempat bersanding pengantin di luar rumah yang menjadi tradisi masyarakat Banjar Pahuluan.

Pelaminan Banjar umumnya menggunakan ornamen bermotif floral (daun dan bunga) seperti bunga teratai, kembang setaman, atau kangkung ka-ombakan. Selain motif floral juga telihat motif binatang seperti burung enggan dan naga yang tetap distilir dengan motif floral. Di samping itu juga terdapat bentuk kaligrafi Arab yang semakin mewarnai kemegahan dekorasi pelaminan khas suku Banjar.

Kemegahan dekorasi khas Banjar juga tampak dari pilihan warna seperti kuning, hijau, biru, dan merah yang memberi nuansa ceria. Akan tetapi, warna hitam amat dihindari bagi masyarakat Banjar untuk tema dekorasi pelaminan.

Pelaminan khas Banjar juga tampak dari bantal bersulam emas motif Banjar atau juga disebut Taumpangan yang menjadi elemen wajib pada dekorasi. Bantal juga berfungsi sebagai sandaran mempelai, biasanya juga ditambahkan Gagunungan atau istilahnya Pucuk antara 1-3 buah, disusun vertikal maupun horisontal.

Dalam tradisi Banjar dianggap tabu menggunakan hiasan payung terbuka, kecuali dalam bentuk payung kembang. Namun pada prakteknya, kini payung biasa dihias ukiran mulai banyak digunakan.

Selain itu, ada pula hiasan lain berupa rumpun kembang sarai yang terbuat dari kertas warna-warni, rangkaian janur Banjar berbentuk Halilipan yang menjuntai panjang, serta rangkaian kembang khas Banjar.

Rangkaian dekorasi pelaminan juga menempatkan perlengkapan untuk prosesi adat, diantaranya adalah perangkat makan sirih, perangkat air minum, peralatan Ba-Tapung Tawar serta Nasi Hadap-hadap untuk prosesi adat.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here