Kisah Dibalik Ronce Melati pada Keris Pusaka Pengantin Pria

0
223
Pengantin Pria Jawa
Instagram misstcs_

Dalam tradisi budaya Jawa, keris – sebilah senjata pendek logam dengan bentuk bergelombang dan disertai desain ukiran – menjadi salah satu pamor kewibawaan seorang pria sejak dulu kala. Pada era modern, keris tetap menjadi syarat utama bagi pengantin pria saat menjalani prosesi perkawinan.

Tradisi memakai keris pada mempelai pria, dalam tradisi Jawa, dipercaya ada kaitanya dengan sebuah kisah Babad Tanah Jawa berupa kisah terbunuhnya Adipati Jipang Harya Penangsang, saat bertempur melawan Raja Mataram Panembahan Senopati. Ketika terjadi perang tanding, tombak Kyai Plered milik Panembahan Senopati berhasil menghujam lambung Harya Penangsang sehingga ususnya terurai. Tapi ternyata Harya Penangsang tidak tewas, ususnya yang terburai akibat tikaman tombak ia belitkan ke gagang kerisnya, Kyai Setan Kober dan terus melanjutkan perang tanding. Harya penangsang kemudian menghunus Kyai Setan Kober dari pinggangnya untuk menghabisi Panembahan Senopati yang sudah tak berdaya. Tapi keris itu malah memutuskan usus Harya Penangsan dan tewaslah musuh bebuyutan Panembahan Senopati itu.

Usai perang dan Kerajaan Mataram Berjaya, Panembahan Senopati ternyata masih terkesan oleh kegagahan ksatria Harya Penangsang yang bertempur dengan usus terburai. Untuk menghormati gugurnya musuh bebuyutannya tersebut, Panembahan Senopati kemudian bertitah setiap ada upacara perkawinan, pengantin pria wajib mengenakan keris yang gagangnya diberi hiasan Bungan kantil dan melati, supaya gagah bak Pangeran Harya Penangsang.

Kisah kematian Harya Penangsang dipercaya oleh kalangan masyarakat Jawa melahirkan tradisi baru dalam seni pakaian Jawa, khususnya busana pengantin pria. Pangkal keris yang dipakai pengantin pria seringkali dihiasi untaian bunga mawar dan melati. Ini merupakan lambang pengingat supaya pengantin pria tidak berwatak pemarah dan ingin menang sendiri seperti watak Harya Penangsang.

Selan itu ada tafsir dan pendapat lain tentang tradisi keris berkalung ronce melati. Untaian bunga melati pada keris pengantin pria Jawa diibaratkan sebagai lambang kegagahan Harya Penangsang. Meskipun telah terburai isi perutnya, namun Harya Penangsang tetap masih mampu tegap berdiri hingga titik darah penghabisan. Dari perlambang itu, diharapkan sang pengantin laki-laki kelak bisa menjaga kemakmuran, kebahagiaan, keutuhan dan kehormatan rumah tangga meski dalam keadaan kritis seperti apapun. Seperti halnya Harya Penangsang yang tetap memegang prinsip untuk mempertahankan diri hingga ajal tiba.

Roncean bunga melati untuk dikalungkan pada pangkal gagang keris disebut Bunga Kolong. Bunga melati yang digunakan terdiri dari dua jenis, yakni melati yang masih kuncup dan melati yang sudah setengah mekar. Selain itu, juga dihiasi bunga kantil, bunga aster, dan mawar merah. Panjang roncean bunga kolong sekitar 20 cm, sehingga pada saat dipakai oleh mempelai pria ronce bunga kolong jatuhnya tepat di bawah pinggang bawah.

Anda Pelu Tahu

Pada malam midodareni, calon pengantin pria yang mendatangi kediaman calon pengantin wanita memakai busana beskap Jawa lengkap, namun tidak diperbolehkan memakai keris.

Pada malam midodareni, calon mempelai pria akan menerima “Kancing Gelung” dari orangtua calon pengantin wanita. Kancing pusaka yang akan dipakai calon mempelai pria pada acara pernikahan keesokan harinya. Keris yang diserahkan tersebut juga sebagai symbol bahwa pihak orang tua si gadis memberikan amanat kepada calon mempelai pria untuk selalu menjaga dan melindungi sang gadis yang telah dipersunting dan akan menjadi istrinya.

Pada saat upacara akad nikah, mempelai pria tidak diperkenankan memakai keris, dan harus melepas kerisnya, kemudian dititipkan atau dibawa oleh orang dipercayanya. Keris akan dipakai kembali oleh mempelai pria setelah upacara akad nikah selesai.

Saat acara sungkeman kepada kedua orangtua, mempelai pria juga tidak diperkanankan mengenakan keris. Hal ini dimaksudkan untuk menghormati kedua orangtua.

Teks. Tim mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY