Lima Elemen Dekoratif yang Identik Pada Pernikahan Jawa

0
168
ornamen gunungan
Ornamen Gunungan - Dok. Majalah Mahligai Edisi 27

Apakah Anda salah satu calon pengantin yang berniat mengusung tema pernikahan tradisional adat Jawa? Agar nuansa pernikahan adat Jawa semakin terasa, sebaiknya dekorasi pernikahan juga disesuaikan. Dalam pernikahan adat Jawa, elemen dekoratif bisa mengambil inspirasi dari beberapa ornamen khas. Tak jarang elemen dekoratif tersebut pun menyimpan makna dan filosofis yang baik untuk kedua mempelai.

Meskipun kini dekorator semakin kreatif memberikan sentuhan modern pada dekorasi bernuansa tradisional, namun tetap saja ada beberapa ornamen dekoratif yang identik pada  pernikahan Jawa.  Apa saja ya?

1. Gebyok

Serba-serbi Pengantin dan Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Dekorasi Pelaminan Adat Jawa – Foto: Dok. Mahliga Indonesia

Gebyok merupakan produk furniture khas jawa yang mulanya berfungsi sebagai penyekat ruangan. Biasanya gebyok terbuat dari kayu jati dengan ukiran khas yang indah. Selain memiliki nilai seni, gebyok konon mengandung pesan spiritual. Ukiran dalam gebyok memaparkan tujuan hidup manusia, keharmonisan hidup dengan alam, kesejahteraan, dan kedamaian.

Dalam pesta pernikahan, gebyok lazim menjadi latar pada dekorasi pelaminan. Warna pada gebyok pun bisa disesuaikan dengan tema pernikahan. Ornamen gebyok ini juga semakin cantik dengan tambahan hiasan bunga di beberapa sudut.

2. Ornamen Miniatur Joglo

dekorasi pelaminan jawa
Dekorasi Joglo – Dok. Mahligai

Bila dirasa gebyok sudah terlalu umum untuk dekorasi pelaminan, Anda bisa memberikan sentuhan miniatur rumah khas Jawa Tengah, Joglo. Ciri khas rumah tradisional ini ada pada bagian atapnya yang berbentuk trapesium atau gunungan. Bukan hanya sekadar hunian, rumah ini juga menjadi sarat akan simbol tertentu.

Sebagai contoh empat pilar utama penyangga rumah yang melambangkan empat arah mata angin. Lebih lanjut, kerumitan dalam proses pembuatan rumah ini juga membuat joglo menjadi simbol status untuk kalangan priyayi dan bangsawan.

3. Gunungan Jawa

ornamen gunungan
Ornamen Gunungan – Dok. Majalah Mahligai Edisi 27

Bila Anda pernah menyaksikan pagelaran wayang kulit Jawa, elemen Gunungan tentu sudah tak asing lagi. Dalam permainan wayang kulit, gunungan dipergunakan untuk melambangkan kehidupan istana raja. Simbol berupa gambar gunung berbentuk kerucut yang di dalamnya terdapat pahatan atau ukiran ini juga merepesentasikan kehidupan di dunia.

Ornamen gunungan Jawa dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan pada dekorasi pernikahan Jawa. Anda bisa mengaplikasikan ornamen ini sebagai dekorasi pelaminan, dekorasi photobooth, atau pemanis venue pernikahan.

4. Patung Loro Blonyo

Patung loro blonyo yang berarti dua lapik atau dasar merupakan simbol dari laki-laki dan perempuan yang diibaratkan sebagai pasangan Dewi Sri dan Sendhana. Dewi Sri selalu digambarkan sebagai gadis muda yang cantik seperti dewi Sinta dari kisah Ramayana. Begitu pula dengan pasangannya Sedhana, yang diibaratkan dengan rupa bagus selayaknya tokoh Rama. Patung ikonik khas Jawa ini konon melambangkan kesetiaan suami istri dalam kehidupan berumah tangga.

5. Batik

meja jamuan dengan sentuhan batik
Meja Jamuan dengan Sentuhan Batik – Dok. Majalah Mahligai

Sejak dikukuhkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO, pesona batik memang semakin mendunia. Bukan hanya dijadikan sebagai kain bawahan kedua mempelai, batik juga tak kalah cantik saat diaplikasikan pada dekorasi pernikahan adat Jawa. Anda bisa mengaplikasikan kain batik sebagai taplak meja jamuan atau sentuhan pemanis dekorasi kursi tamu.

Untuk pesta pernikahan, pilih motif yang memiliki makna baik untuk kedua mempelai. Misalnya motif Sido Mulya yang bermakna kemuliaan bagi kedua mempelai atau Sido Asih, motif asal Surakarta yang mengharapkan hidup rumah tangga selalu dipenuhi kasih sayang.

 

INTAN WIDIASTUTI

 

 

LEAVE A REPLY