Ragam Jenis Siger Lampung yang Mulai Terlupakan

0
8114
Siger Lampung - Busana pengantin adat lampung
Instagram/ event_selampung

Siger menjadi ikon kota Lampung yang juga merupakan perhiasan penting dalam pernikahan adat Lampung. Terbuat dari lempengan logam (tembaga, emas, kuningan), siger berbentuk segitiga yang biasanya memiliki cabang atau lekuk berjumlah tujuh atau sembilan. Konon, zaman dulu siger tidak hanya digunakan sebagai mahkota pengantin wanita, tetapi juga dipakai sebagai aksesori sehari-hari perempuan Lampung.

Ya, meski terlihat serupa, namun ternyata siger terbagi menjadi beberapa jenis, lho. Tiap jenis digunakan oleh marga dan lapisan masyarakat tertentu.

Siger Saibatin

Siger Lampung - Busana pengantin adat lampung
Instagram/ marshanadiana

Ini merupaka siger kepunyaan suku Lampung adat Saibatin. Siger jenis ini memiliki tujuh lekukan dan berhiaskan batang/ pohon sekala dimasing-masing lekuknya. Tujuh lekuk pada siger melambangkan tujuh adok/ gelar pada masyarakat pesisiri, antara lain Sutta/dalom, Raja jukuan/ dipati. Batin, Radin, Minak, Kimas dan Mas/ inton. Gelar/ adok ini hanya dapat digunakan oleh keturunan lurus saja. Sehingga gelar tersebut sangat kental dengan nuansa kerajaan, di mana kalau bukan anak raja tidak berhak menggunakan gelar tersebut.

Siger saibatin sangat mirip dengan Rumah Gadang Kerajaan Pagaruyung seperti Istano Si Linduang Bulan rumah pusaka dari keluarga besar ahli waris dari keturunan Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung dan juga Museum Adityawarman di daerah Minangkabau). Tidak hanya bentuk siger, tata cara dan ala-alat pada pernikahan Lampung Saibatin juga mirip dengan budaya Pagaruyung. Ini menandakan bahwa Kerajaan Pagaruyung memiliki pengaruh yang cukup besar dalam adat budaya Lampung Saibatin.

Siger Pepadun

Siger Lampung - Busana pengantin adat lampung
Instagram/ maywindapal

Berbeda dengan siger saibatin, siger pepadun memiliki sembilan lekuk yang mewakilkan sembilan marga yang bersatu membentuk Abung Siwo Megou antara lain Buai Nunyai, Buai Unyi, Buai Nuban, Buau Subing, Buai Beliuk, Buai Kunang, Buai Selagai, Buai Anak Tuha, dan Buai Nyerupa. Bentuknya yang mirip dengan buah sekala, konon dikarenakan kerajaan Sekala Bekhak merupakan cikal bakal ulun Lampung.

Siger Tuha

Siger Lampung - Busana pengantin adat lampung
Instagram/ pengantin_adiyasa

Siger Tuha merupakan siger yang digunakan sejak zaman animism hindu-budha dan masih dapat dijumpai hingga sekarang, karena masih tersimpang khusus di Kesultanan Paksi Pak Sekala Bekhak. Pada zaman dulu tidak ada aturan mengenai jumlah lekuk pada siger dan hanya boleh dikenakan oleh keturunan saibatin (bangsawan). Bentuknya pun mirip dengan buah sekala berhiaskan pohon sekala di atasnya.

Teks: Elsa Faturahmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here