Sejumlah Perlengkapan Penting dalam Prosesi Mappacci

0
1058
perlengkapan mappacci
Instagram/ mhrnprita

Dalam prosesi Mappacci ada beberapa perlengkapan yang harus disiapkan. Segala ornamen dalam upacara ini mengandung nilai filosofi mendalam yang mungkin belum Anda ketahui.

Bantal

Di depan calon pengantin duduk, terdapat bantal yang dimaknai sebagai simbol kehormatan. Bantal kerap diidentikkan dengan kepala, yang merupakan anggota tubuh sentral dan penting bagi kehidupan seseorang. Simbol ini diharapkan menajdi pengingat calon pengantin untuk lebih mengenal dan memahami identitas dirinya, sebagai makhluk yang mulia dan memiliki kehormatan.

Sutera

Di atas bantal, diletakkan susunan sarung sutera yang berjumlah ganjil. Beberapa ulama berpendapat bahwa jumlah gajil tersebut berdasarkan tafsir hadist yang menyebutkan bahwa Allah menyukai segala yang ganjil.

Sarung sutera dimaknai sebagai sifat istikomah dan ketekunan. Sifat istikamah sendiri telah dijalankan oleh sang pembuat sarung yang harus menenun dan menyusun helai demi helai benang hingga menjadi sarung siap pakai. Hal ini diharapkan dapat mengingatkan calon pengantin untuk selalu istikamah dalam hidup berumahtangga.

Daun Pisang

Di atas sarung sutera, terkadang duletakkan daun pisang. Meski tidak memiliki nilai jual tinggi, namun memiliki makna mendalam bagi manusia. Seperti yang diketahui, pisang tidak akan mati sebelum muncul tunas yang baru. Sifat pisang tersebut selaras dengan tujuan pernikahan untuk memiliki keturunan. Satu pohon pisang juga kerap menghasilkan buah dengan jumlah yang bisa dinikamti oleh orang banyak. Demikian pula dengan perkawinan, yang diharapkan dapat membawa manfaat bagi banyak orang.

Daun Nangka

Setelah daun pisang, diletakkan pula daun nangka sebanyak 7 atau 9 lembar. Daun nangka yang tidak memiliki nilai jual tinggi menjadi simbol harapan bagi kehidapan calon mempelai.

Gula Merah dan Kelapa

Terkadang, di atas daun pisang juga diletakkan gula merah dan kelapa muda yang menyimbolkan harapan agar suami istri dapat senantiasa bersama dan saling melengkapi hingga maut memisahkan.

Lilin/ Tai Bani

Zaman dahulu, konon nenek moyang masyarakat Bugis memakai pesse’ (lampu penerang tradisional yang terbuat dari kotoran lebah). Lilin dimaksudkan agar suami istri dapat menjadi penerang bagi masyarakat sehingga memabwa kerukunan di masa depan.

Piring dan Wenno

Dalam mappacci disediakan pula piring yang berisi wenno, yakni beras yang telah disangrai hingga mengembang. Perlengkapan ini melambangkan harapan untuk dapat berkembang melanjutkan keturunan.

Pacci/ Daun Pacar

Sebutan pacci untuk daun pacar dalam masyarakat Bugis berkaitan dengan kata paccing yang dalam bahasa Bugis berarti kesucian dan jiwa yang bersih. Daun pacci yang digunakan sebelumnya dihaluskan dan disimpan dalam wadah bekkeng. Hal tersebut melambangkan kesatuan jiwa atau kerukunan baik dalam berkeluarga maupun bermasyarakat.

Teks: Elsa Faturahmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here