Tari Galombang dalam Pernikahan Adat Minang

0
835
Dok. Mahligai Megah Nusantara

Tari Galombang merupakan salah satu atraksi yang mencuri perhatian dalam pesta pernikahan adat Minang. Biasanya, tarian ini akan ditampilkan dalam acara penyambutan mempelai saat diarak menuju pelaminan. Meskipun tak jelas sejak kapan tarian ini dipergunakan, namun hingga hingga kini tari galombang tetap ditampilkan oleh orang-orang di mana saja.

Menurut Elly Kasim yang dilansir dari Majalah Bella Donna The Wedding, dahulu tarian tersebut digelar sebagai tanda penghormatan kepada para tetua adat maupun para tamu nagari. “Baru pada 70-an dua macam tarian terebut saya pentaskan untuk upacara penyambutan mempelai di pesta -pesta pernikahan,” kata Elly Kasim, tokoh masyarakat Minang yang melanglang buana menyajikan kesenian tradisional Indonesia.

Nama Galombang sendiri diambil dari gerakan lincah tubuh para penari yang turun naik bagaikan gelombang laut. Sementara, gerakan kaki dan tangan menggambarkan jurus silat Minang. Konon, ini berkaitan dengan cerita seorang pemuda menikah selalu dikawal oleh teman seperguruan silat menuju ke kampung istrinya, untuk menghalau kemungkinan serangan pemuda dari kampung lain. Cerita lain, ada juga sumber menyebut ini merupakan bentuk pengawalan terdahap penghulu yang akan menikahkan pengantin Minang.

manjampui marapulai
Contoh Iringan Prosesi Manjampui Marapulai – Dok. Majalah Mahligai

Kreasi baru Tari Galombang lazim digabungkan dengan Tari Persembahan Sirih. Perpaduan dua tari ini berfungsi untuk menyongsong dan memberi penghormatan kepada kedua mempelai, juga membuka jalan untuk barisan para dara yang membawa persembahan carano berisi sirih adat. Selain itu, kreasi baru tarian tradisional ini juga berfungsi sebagai pagar bagi jalan masuk rombongan ninik mamak yang mengiringi perjalanan kedua mempelai.

Awalnya, musik pengiring tari galombang hanya berupa teriakan ‘Hep-ta, hep-ta’ saja. Tapi kini tari galombang terada lebih meriah dengan iringan musik tradisional seperti talempong, gendang, pupuik (batang padi atau bansi), dan pukulan gandang dol juga tansa.

Untuk pilihan iringan dalam tari galombang ada beberapa macam lagu yang kerap digunakan diantaranya adalah talempong Tupa Bagaluik yang dimainkan untuk gerak maju para pamuda. Sedangkan saat dara-dara membawa carano dimainkan lagu tradisional saluang Lubuk Sao dan lagu bansi Palayaran untuk mengiringi para dara mempersembahkan sirih kepada tamu kehormatan.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia
Dok. Majalah Mahligai dan Tata Cara Perkawinan Adat Istiadat Minangkabau Nazil Bazir dan Elly Kasim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here