Wuih! Ini Keseruan Tata Prosesi Pernikahan Adat Aceh

0
126

Keunikan prosesi adat pernikahan di Negeri Nusantara Indonesia ini ada pada momen unik tertentu. Tata pernikahan adat Aceh punya momen unik tersebut. Seperti …

Dom Drien. Apa itu?

Menurut situs Majelis Adat Aceh, jika diterjemahkan istilah ‘Dom Drien’ ke pengertina bahasa Indonesia berarti ‘menginap di kebun durian saat musim panen, agar durian yang jatuh ga dicuri orang’.

Tapi entah kenapa istilah ‘dom drien’ ini mengacu pada momen orang yang menginap di rumah pengantin baru, demi menemani ‘linto baro’ (baju nikah mempelai laki-laki atau sebut saja mempelai laki-laki) selama beberapa malam.

Biasanya ‘dom drien’ menemani mulai malam pertama seusai prosesi adat antar-linto hingga tujuh malam berturut-turut.

Oh ya, untuk mempelai perempuan biasanya disebut ‘dara baro’ (yang juga mengacu pada baju mempelai perempuan Aceh).

Begitulah kira-kira eksistensi ‘dom drien’.

‘Dom drien’ ini biasanya beberapa teman dekat ‘linto baro’ yang masih perjaka. Sebut saja ini geng ‘best man’ mempelai laki-laki jika dalam tradisi barat.

Bagaimana dengan geng ‘bridesmaid’?

Ada. Persis ‘dom drien’ tapi namanya ‘penganjo’. Geng linto baro ini adalah beberapa teman dara baro yang masih gadis-gadis.

Seru, kan!

Untuk urutan prosesi pernikahan adat Aceh sendiri terdiri dari:

Ba Ranub
Ya, ini istilah Aceh untuk momen lamaran. Dulunya, prosesi ini diserahkan pada para orang tua pemangku adat atau theulangke (mereka yang dirasa bijak). Mereka ini bertugas untuk mencari tahu seputar gadis yang hendak dipinang.

Apabila sudah dirasa cocok, maka pihak pria akan datang melamar gadis dengan membawa sirih beserta isinya.

 

Jakba Tanda
Begitu sudah jelas siapa gadis yang ingin dipinang oleh seorang pemuda Aceh. Selanjutnya dilakukan prosesi tunangan alias ‘Jakba Tanda’ ini.

Ya, jika lamaran diterima, pihak mempelai laki-laki akan kembali datang untuk mengikat calon mempelai perempuan dengan momen pertunangan ini.

Di prosesi ini juga , kedua belah pihak keluarga berembuk menentukan tanggal pernikahan.

Hanya itu?

Belum. Biasanya, persis momen-momen pra-nikah adat lain, pihak pria akan membawa hantaran berupa makanan khas Aceh, seperti buleukat kuneeng dengan tumbohou, aneka buah-buahan, perlengkapan kewanitaan, dan sejumlah perhiasan sebagai tanda emas.

Lantas, bagaimana jika prosesi tunangan putus karena sesuatu lain hal – dan putus dari pihak mempelai perempuan?

Menurut norma adat Aceh, jika itu terjadi pihak perempuan wajib mengembalikan tanda emas dua kali lipat dari yang telah diberikan.

Jika penyebab kandasnya pertunangan adalah pihak pria maka tanda emas dianggap hilang.

Duh! Seru juga, ya …

 

Baca Wow! Ini Tatanan Elegan Mempelai Negeri Sumatera

 

Prosesi Jelang Pernikahan 

Jika proses pertunangan lancar, segala sesuatunya sudah disepakati banget-banget oleh kedua belah pihak, maka kedua pihak pengantin dan keluarga akan menjalani deretan prosesi jelang pernikahn ini:

 

Gobhigu

Atau sebut saja tradisi potong gigi! Persis namanya, prosesi ini dimaksudkan untuk meratakan gigi dengan tempurung batok kelapa yang dibakar. Oh ya, sayangnya tradisi sudah tak sering dilakukan masyarakat Aceh sendiri.

 

Kuret Andam

Ini adalah prosesi kedua mempelai yang mengerik anak rambut atau bulu-bulu halus agar tampak lebih bersih. Setelah itu dilanjutkan dengan pemakaian daun pacar atau boghaca untuk mempercantik tangan mempelai wanita.

 

Siraman atau Seumano Pucok

Di prosesi ini calon pengantin wanita didudukkan pada sebuah tikar atau tikaduk meukasap. Serunya, nih, momen siraman adat Aceh ini unik.

Maklum, saat berjalan proses siraman ini diringi tari-tarian!

Ya, beberapa orang perempuan tua atau ibu-ibu bakal mengelilingi calon mempelai wanita sembari menari-nari dan membawa nasihat berisi syair.

Selanjutnya calon mempelai wanita akan dipangku saudara perempuan dari pihak orangtua. Dilanjut satu-persatu para sesepuh keluarga akan memberikan air siraman ke calon mempelai wanita.

 

Antar Lintao
Antar lintao ialah prosesi mengantar calon mempelai pria menuju kediaman wanita. Tak lupa sebelum berangkat, calon mempelai pria terlebih dahulu memohon doa restu kedua orangtua.

 

Akad Nikah
Rangkaian upacara akad nikah akan dilangsungkan di kediaman calon mempelai wanita. Selama upacara akad, calon mempelai wanita hanya diperkenankan menunggu di kamar.

Setelah calon mempelai pria mengucap ijab kabul, keluarga mempelai pria menyerahkan jeunamee, mas kawin berupa sekapur sirih seperangkat kain adat, dan paun, yakni uang emas kuno seberat 100 gram.

 

Seleunbu Linto
Seusai akad nikah, acara menjamu besan dan suap-suapan antara kedua pengantin atau disebut seleunbu linto/dara baro digelar.

Ritual saling suap antara mempelai pria dan wanita ini jadi simbol dan pengharapan agar pasangan mempelai dapat seiring sejalan selama menjalani kehidupan berumah tangga.

 

 

 

O.J. – Tim Mahligai Indonesia

Foto: acehprov.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here