Serba-serbi Pengantin dan Prosesi Pernikahan Adat Jawa

0
1036
Serba-serbi Pengantin dan Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Ritual Adat Pernikahan Jawa

Rangkaian tata acara pernikahan dalam tradisi Jawa berlangsung selama berhari-hari. Kesibukan pra-nikah hingga hari H banyak berlangsung dan dilakukan oleh pihak keluarga calon pengantin wanita. Namun saat ini, dengan pertimbangan efisiensi waktu dan kepraktisan, rangkaian ritual pernikahan dipersingkat atau dipadatkan durasi waktunya. Hal ini dilakukan tanpa menghilangkan atau mengurangi esensi maupun makna ritual pernikahan adat jawa itu sendiri.

Pra Pernikahan

Lamaran dan penyerahan peningset atau seserahan (semacam tanda pengikat) dari pihak calon pengantin pria kepada calon mempelai wanita, siraman dan malam midodareni merupakan inti dari rangkaian kegiatan pra pernikahan dalam tata acara adat jawa. Rangkaian prosesi pra pernikahan ini biasanya dilaksanakan seminggu sehingga hingga tiga hari sebelum hari H pernikahan.

Prosesi berikutnya adala memasang tarub dan bleketepe di halaman rumah keluarga calon pengantin wanita. Sementara itu, ayah dan ibu calon pengantin wanita menjalankan ritual berjualan dawet sebagai pertanda dimulainya serangkaian persiapan perhelatan mantu sang putri tercinta.

Pernikahan Adat Jawa – Foto: Dok. Mahligai Indonesia

Proses Hari Pernikahan Adat Jawa

Upacara temu pengantin atau lebih dikenal dengan istilah panggih merupakan tatacara adat pengantin tradisi Jawa yang tak pernah terlewatkan. Ritual adat dilakukan pasangan pengantin seusai mengucapkan ikrar pernikahan secara resmi, yang merupakan serangkaian tata cara yang cukup rumit namun penuh makna kebaikan.

Prosesi dimulai dari saling melempar sirih (balangan suruh), menginjak telor dan cuci kaki (wiji dadi), kaca-kucur dan tampa kaya, hingga dhahar kembul atau saling suap-menyuap antara mempelai pria dan wanita.

Dekorasi dan Pelaminan

Serba-serbi Pengantin dan Prosesi Pernikahan Adat Jawa
Dekorasi Pelaminan Adat Jawa – Foto: Dok. Mahliga Indonesia

Mengenal ritual adat jawa yang penuh makna mendalam belum lengkap rasanya jika belum menilik keindahan dan keunikan dekorasi pelaminan khas Jawa yang memukau. Baik dekorasi gaya klasik dan etnik maupun gaya kontemporer modern sama-sama memiliki keelokan tersendiri. Anda lebih suka yang mana?

Klasik dan Etnik

Gebyok, pratisi dari kayu berbentuk ukiran khas Jawa ini selain menghadirkan kesan mewah dan antik, juga kental dengan adat tradisi Jawa. Jika ingin menampilkan sentuhan modern, Anda bisa mengganti gebyok warna cokelat kayu dengan polesan nuansa warna putih. Pelaminan Anda akan terasa segar dan hidup jika memakai bunga-bungaan yang segar dan masih alami, serta elemen dekoratif seperti lampu-lampu klasik dan sofa yang melengkapi penampilan total pelaminan.

Kontemporer Modern
dekroasi pelaminan
Dekorasi Pelaminan Jawa Kontemporer Modern – Dok. Majalah Mahligai

Mengusung tradisi Jawa dalam tema pernikahan bukan berarti meniadakan sentuhan kekinian. Anda dapat menghadirkan sentuhan kontemporer pada penampilan dekorasi ruang resepsi. Misalnya, menempatkan meja-meja konsol gaya modern namun simpel, juga aksesn vas-vas bunga maupun elemen dekoratif lainnya, yang menjadi sebuah etalase yang memikat mata.

Baca Artikel Ini: Empat Dekorasi Pelaminan Jawa yang Inspiratif

Teks: Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY